Bank Mutiara Raup Laba Rp291 Miliar

NERACA

Jakarta--PT Bank Mutiara Tbk berhasil meraup laba sebesar Rp291 miliar (unaudited) selama 2011. Keuntungan ini terungkap dari penjelasan Lembaga Penjamin Sosial (LPS), dimana bekas Bank Century ini menunjukkan kinerja yang cukup baik."Perolehan laba Bank Mutiara tercatat sebesar Rp291 miliar pada akhir Desember 2011, naik dibanding 2010 sebesar Rp218 miliar," kata anggota Dewan Komisioner LPS Mirza Adityaswara di Jakarta,25/1

Menurut Mirza, malah bukan hanya laba, dari sisi penyaluran kredit, tercatat sampai akhir Desember 2011 kucuran kredit mencapai Rp9,4 triliun, naik 49,2 persen dibanding 2010 sebesar Rp6,3 triliun. "Ada perbaikan dari sisi NPL (non performing loan atau kredit bermasalah) dari 24,8 persen (gross) pada 2010 menjadi 5,5 persen (gross) pada 2011," tambahnya

Lebih lanjut dijelaskan dari sisi dana pihak ketiga (DPK), tercatat naik 25,84 persen menjadi Rp11,2 triliun pada Desember 2011, dibanding akhir 2010 sebesar Rp8,9 triliun. Dengan demikian rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio) Bank Mutiara naik dari 70,9 persen di 2010, menjadi 83,9 persen di 2011. "Total aset Bank Mutiara sebesar Rp13,13 triliun pada 2011, naik dibanding posisi 2010 sebesar Rp10,78 triliu. Untuk ekuitas naik dari Rp774 miliar menjadi Rp1,002 triliun," tandasnya

Selain itu, Kepala LPS Firdaus Djaelani LPS terus mencoba melakukan penjualan Bank Mutiara (Bank Century). Paling cepat, Februari 2012 ini LPS akan menawarkan bank yang dulu dimiliki Robert Tantular itu kepada investor strategis. "Kita akan lakukkan dalam waktu dekat. Februari atau Maret ini," katanya.

Penjualan ini merupakan amanat UU bahwa dalam 3 tahun sejak diambil alih, Bank Mutiara wajib dilepas kembali. Tahun lalu, LPS sudah mencobanya namun gagal dengan alasan calon pembeli tidak memenuhi kualifikasi yang disyaaratkan. "Kemarin ada yang minat dari Eropa dan negara tetangga. Tapi tidak disebutkan identitasnya. Mereka kan baru calon. Nanti kalau tidak bisa, kita lakukan lagi November. Kan dalam satu tahun ada dua kali kesempatan," tegasnya.

Lanjut Firdaus, usai gagal menjual Bank Mutiara tahun lalu, maka LPS bisa menunda penjualan hingga dua tahun kedepan, sembari manajemen melakukan perbaikan. **cahyo

BERITA TERKAIT

Bank Dunia Beri Masukan Rencana Pembangunan

  NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo mendapat masukan dari Bank Dunia terkait perencanaan pembangunan ekonomi Indonesia untuk lima…

SARAN BANK DUNIA KEPADA PRESIDEN JOKOWI - Pembangunan Infrastruktur Diminta Lanjut

Jakarta-Bank Dunia menyarankan pemerintah Indonesia melanjutkan pembangunan infrastruktur. Pasalnya, kondisi infrastruktur dalam negeri dinilai tertinggal dibanding negara berkembang lain secara…

Pakuwon Jati Bagikan Dividen Rp 337 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) membagikan dividen kepada pemegang saham senilai Rp 337 miliar dari…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

CIMB Niaga dan Liquid Group Dukung Uji Coba QRIS Lintas Negara

      NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk dan Liquid Group mengumumkan kemitraan strategis untuk mempelopori…

OJK Optimis Pertumbuhan Kredit di Sumsel Capai 12%

    NERACA   Palembang - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis pertumbuhan kredit perbankan di Sumatera Selatan tumbuh 12,0 persen…

OJK Nilai Sektor Jasa Keuangan Terkendali

  NERACA   Jakarta - Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Juni, menilai stabilitas sektor jasa keuangan…