Selain TDL, Tarif Tol Juga Akan Naik

NERACA

Jakarta –Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengakui pada 2012 ini ada sekitar enam ruas tol di Indonesia yang akan segera naik tarifnya. Alasanya kenaikan tarif disesuaikan dengan laju inflasi di daerah tol tersebut berada. "Akan ada enam ruas tol yang naik tahun ini karena setiap dua tahun sekali harus naik," kata Kepala BPJT, Ahmad Ghani Gazali di Jakarta, Rabu (25/1)

Berdasarkan catatan BPJT, keenam ruas tol yang akan naik tersebut antara lain, Tol Waru-Juanda, Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W1: Kebon Jeruk-Penjaringan, Tol Prof. Dr. Sedyatmo atau tol Bandara Soekarno-Hatta, Tol Jakarta-Cikampek, Tol Kanci-Pejagan dan Tol Surabaya Gresik

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, penyesuaian tarif jalan tol dilakukan setiap dua tahun sekali dan besarannya disesuaikan dengan besaran rata-rata inflasi pada daerah atau tempat tol itu. Namun kenaikan tarif jalan tol ini juga harus memenuhi persyaratan standar pelayanan minimum (SPM) yang telah ditetapkan sesuai regulasi. Jika tidak dipenuhi, kenaikan jalan tol bisa ditunda.

Sementara dari pembangunan konstruksi Jalan Tol Semarang-Solo, seksi Ungaran hingga Bawen, Kabupaten Semarang, terkendala dalam proses pemadatan tanah selama musim penghujan ini. "Musim hujan menyebabkan kandungan air di lahan yang dilewati jalur tol, meningkat," kata Ari Nugroho, Direktur Teknis PT Transmarga Jawa Tengah, perusahaan patungan pengelola Tol Semarang-Solo, di Semarang, Rabu.

Ari menjelaskan, sebelum memasuki proses pembangunan konstruksi jalan, maka tanah yang akan dilalui harus dipadatkan. Menurut dia, sebelum tanah mencapai kadar air optimal, konstruksi jalan belum bisa dikerjakan.

Oleh karena itu, lanjut dia, tanah yang akan dibangun ini harus melalui proses pengeringan agar memenuhi syarat. Tingginya curah hujan selama musim penghujan, kata dia, menyebabkan target pekerjaan setiap harinya menjadi terganggu. "Kondisi ini mengganggu produksi pemadatan tanah tiap hari," katanya.

Meski demikian, menurut Ari, tidak ada hambatan berarti dalam pengerjaan konstruksi seksi Ungaran hingga Bawen tersebut. Proses pekerjaan penting lain yang segera dilakukan, lanjut dia, yakni pembangunan jembatan sepanjang 899 meter di kawasan Lemah Ireng, Kabupaten Semarang. “Knstruksi ini selesai dibangun, maka akan jadi jembatan di darat terpanjang di Indonesia,” ucapnya.

Ditempat terpisah, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan terjadi kenaikan harga tanah di kawasan Depok yang dilalui tol pada tahun lalu hingga 15%-24%. Kawasan ini memang akan diapit dua proyek tol yaitu Tol Jagorawi-Cinere dan Depok-Antasari. Rencanaya akhir Januari 2012 seksi 1 proyek tol Jagorawi-Cinere yaitu ruas Jagorawi-Cimanggis telah beroperasi. Tol sepanjang 3,7 Km ini melintasi kawasan Cibubur hingga Cimanggis Depok.

Ali mengatakan sebelumnya harga pasar tanah di Depok rata-rata bisa mencapai Rp 800.000 sampai Rp 1,5 juta per meter persegi. Namun adanya proyek tersebut membuat harga tanah di kawasan yang dilewati dua proyek tol tersebut terus merayap naik. "Kenaikan tanah di Depok 15-24% itu tahun lalu, saya melihat akan ada kenaikan juga di 2012, kenaikannya di Depok akan signifikan. Di Depok harga tanah bervariatif, ada yang Rp 800.000, Rp 1,5 juta, kalau yang menengah atas sampai Rp 2 juta itu harga pasaran," katanya. **cahyo

Related posts