FWD Life Ajak Masyarakat Ciptakan Momen Terbaik - Mengubang Cara Pandang Asuransi

Membangun kesadaran masyarakat untuk berasuransi dan juga meningkatkan literasi keuangan, PT FWD Life Indonesia (“FWD Life”), pelopor perusahaan asuransi jiwa berbasis digital di Indonesia menggelar kampanye brand “A Lifetime of Possibilities”. Kampanye ini merupakan salah satu upaya FWD Life untuk meraih visi perusahaan mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi dengan terus menghadirkan pengalaman berasuransi yang lebih mudah, cepat dan nyaman bagi masyarakat di Indonesia.

Rudi Kamdani, Wakil Presiden Direktur FWD Life menjelaskan, sejak awal berdiri FWD Life secara konsisten melakukan inovasi produk dan layanan untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan penetrasi asuransi dengan menghadirkan pengalaman yang berbeda dan fun yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat Indonesia. “Perkembangan teknologi digital telah mengakibatkan pergeseran perilaku konsumen produk barang atau jasa menjadi konsumen pengalaman (experience). Masyarakat memiliki keinginan yang besar untuk mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan untuk mendapatkan pengalaman baru. Hal ini yang menginspirasi FWD Life untuk meluncurkan kampanye brand “A Lifetime of Possibilities” dan mengajak masyarakat untuk menciptakan momen terbaik tanpa khawatir akan risiko keuangan dengan mempersiapkan perlindungan yang tepat dan sedikit pengecualian (less exclusion),”kata Rudi di Jakarta, kemarin.

Sejalan dengan itu, penelitian yang dilakukan oleh Accenture ASEAN pada tahun 2016 mengungkapkan bahwa inovasi teknologi bukan hanya mempengaruhi cara manusia berkomunikasi, tetapi juga membentuk budaya dan kehidupan, termasuk ekspektasi dan kebutuhan dalam proses jual beli. Penyedia produk atau pebisnis harus menyesuaikan perhatian mereka dengan nasabah dengan memprioritaskan pada pengalaman yang dirasakan saat terjadi interaksi (customer experience).

Berdasarkan fakta tersebut, melalui kampanye brand FWD Life “A Lifetime of Possibilities” FWD Life mengajak masyarakat Indonesia membebaskan potensi diri, menjalankan passion-nya dan menikmati setiap kesempatan terbaik setiap hari dalam hidup yang penuh dengan segala kemungkinan dengan mempersiapkan perlindungan asuransi yang tepat dengan sedikit pengecualian (Less Exclusion).

Ade Bungsu, Chief Sharia & Product Proposition FWD Life menjelaskan, kampanye ini didukung dengan initiatif perusahaan yang dinamakan “Less Exclusion”. Dijelaskannya, inisiatif Less Exclusion merupakan pengurangan dan penyederhanaan bahasa pada syarat dan ketentuan pengecualian dari polis asuransi FWD Life agar isinya lebih relevan (sesuai dengan jenis pertanggungan yang diberikan) dan dapat lebih mudah dipahami dan dimengerti oleh nasabah. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen FWD Life untuk menghadirkan pengalaman berasuransi yang cepat, mudah dan nyaman kepada nasabah.

Inisiatif Less Exclusion ini merupakan yang pertama di industri asuransi jiwa di Indonesia. Salah satu contohnya adalah kegiatan olahraga berisiko tinggi yang ada di dalam pengecualian produk asuransi dari FWD Life. Inisiatif ini memiliki 3 pendekatan dalam menyederhanakan dan mengurangi pengecualian polis, yakni: remove atau menghilangkan setelah olahraga berisiko tinggi dari daftar pengecualian, FWD Life juga menghilangkan beberapa poin dari pengecualian polis yakni: AIDS/HIV; pekerjaan/jabatan berisiko tinggi (termasuk angkatan bersenjata); Pilot/penerbang berlisensi yang melakukan penerbangan di luar jadwal penerbangannya; konsumsi alkohol, terorisme, kelainan bawaan dan ganguan mental/ganguan syaraf.

Kemudian clarity (dihilangkan karena telah dijelaskan pada bagian manfaat asuransi); kondisi yang sudah ada sebelumnya atau pre-existing condition, masa tunggu dan penyakit khusus dihilangkan karena telah dijelaskan pada bagian “Manfaat Asuransi”, donor organ dan jaringan tubuh, pemeriksaan mata, perawatan yang bertujuan hanya untuk diagnostik dihilangkan karena sudah dijelaskan pada bagian dibutuhkan secara medis.

Terakhir combine atau disederhanakan; FWD Life menyederhanakan pengecualian yang dikategorikan sebagai tindakan melanggar hukum seperti: dengan sengaja melakukan atau turut serta dalam suatu perkelahian, tindak kejahatan, atau suatu percobaan tindak kejahatan, baik aktif maupun tidak atau menggunakan narkotika dan/atau zat adiktif lainnya, minuman keras dan/atau minuman memabukkan lainnya.

BERITA TERKAIT

KOTA PALEMBANG - Sebagian Besar Masyarakat Butuh Beras Medium

KOTA PALEMBANG Sebagian Besar Masyarakat Butuh Beras Medium NERACA Palembang - Sebagian besar masyarakat membutuhkan beras medium sehinga diharapkan stoknya…

Premi Asuransi Budidaya Udang Mencapai Rp1,48 miliar

  NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat program asuransi usaha budi daya udang (AUBU) diikuti oleh 2.004 pembudidaya di…

Cara Menjaga Kesehatan Dengan ‘Diet Sehat Otak’

Memiliki otak yang sehat ternyata mempengaruhi mood, konsentrasi, energi, mengurangi stres, bahkan mengembalikan keseimbangan hormon. Semakin sehat otak Anda maka…

BERITA LAINNYA DI CSR

Bantu Siswa Beprestasi di Desa Binaan - Sinar Mas Berikan Beasiswa Hingga Perguruan Tinggi

Sebagai bentuk kepedulian pada dunia pendidikan, Sinar Mas Agribusiness and Food melalui unit usahanya PT Kartika Prima Cipta memberikan bantuan…

Bantu Kemanusiaan - ACT Indonesia Kirim 10 Ribu Ton Beras Ke Palestina

Atas nama kemanusiaan dan kepedulian bangsa Indonesia terhadap masyarakat korban perang di Palestina, lembaga kemanusiaan nirlaba Aksi Cepat Tanggap (ACT)…

Ringkan Beban Korban Kebarakan - Telkomsel Bantu 300 Paket dan Gratis Nelpon

Amukan si jago merah yang melumat pemukiman warga yang padat penduduk di 5 Rukun Tetangga (RT) Balikpapan kemarin, menjadi derita…