Gelombang Tinggi, Nelayan Berhenti Melaut

Indramayu - Ratusan nelayan di Kecamatan Juntiyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memilih berhenti melaut karena gelombang tinggi disertai angin kencang masih terus melanda perairan utara laut Jawa itu sejak dua bulan terakhir.

"Gelombang disertai angin kencang masih melanda perairan utara Pantai Indramayu, Jawa Barat," kata salah seorang nelayan di Indramayu, Ruswanto, kepada wartawan, Rabu.

Ia mengatakan, para nelayan tradisional yang hanya menggunakan alat tangkap dan perahu sederhana memilih berhenti melaut, karena cukup membahayakan keselamatan mereka.

Perubahan angin timur menyebabkan angin laut cukup kencang, katanya.

Selain itu, hujan deras terus mengguyur pesisir pantai utara Indramayu, sehingga para nelayan semakin kesulitan menangkap ikan, terutama di tengah laut karena gelombangnya sering mendadak tinggi, katanya.

Karena para nelayan lokal hanya menggunakan alat tangkap sederhana dan ukuran perahu kurang maksimal, kata dia, maka mereka terpaksa menunggu kondisi cuaca membaik.

"Jika memaksakan berangkan mencari ikan, maka akan mengancam keselamatan mereka. Dalam satu tahun kendala mencari ikan perubahan cuaca dan bulan purnama setiap bulann," ujarnya.

Keterbatasan melaut menjadikan penghasilan mereka kurang maksimal, karena sering berada di rumah tanpa ada usaha tambahan, katanya dan menambahkan bahwa kehidupan nelayan di sepanjang pesisir pantai utara Indramayu masih memprihatikan, apalagi mereka hidup di bawah garis kemiskinan.

Sementara itu, Manager Tempat Pelelangan Ikan di Glayem Indramayu, Dedy Aryanto, mengatakan, gelombang tinggi disertai angin kencang masih terus melanda perairan utara Laut Jawa, sehingga mereka terpaksa berhenti melaut.

Nelayan berhenti melaut mengakibatkan pasokan ikan berkurang, kata dia, sehingga memicu kenaikan berbagai jenis ikan di daerah Pantura Kabupaten Indramayu.

Sekitar satu pekan terakhir, produksi ikan di sejumlah Tempat Pelelangan Ikan terhambat akibat cuaca buruk, katanya.

Bang Jaya pedagang ikan di pasar ikan Indramayu mengaku, harga berbagai jenis ikan hasil tangkapan nelayan tradisional Indramayu naik akibat pasokan berkurang sedangkan permintaan dari konsumen harus tetap terpenuhi, diperkirakan kenaikan harga akan terus terjadi.

BERITA TERKAIT

GMPG: KPK Jangan Berhenti Ungkap Korupsi KTP-E

GMPG: KPK Jangan Berhenti Ungkap Korupsi KTP-E NERACA Jakarta - Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) berharap Komisi Pemberantasan Korupsi tidak…

KOTA SUKABUMI - Animo Masyarakat Daftarkan Diri Untuk PPK dan PPS Cukup Tinggi

KOTA SUKABUMI  Animo Masyarakat Daftarkan Diri Untuk PPK dan PPS Cukup Tinggi NERACA Sukabumi - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU)…

Pesanan Mitsubishi Xpander Tembus 23 Ribu Unit - Kebutuhan MVP Tinggi

NERACA Cikarang - Chief Operating Officer Mitsubishi Motors Corporations (MMC) Trevor Mann mengatakan sejak pertama diluncurkan pada Agustus 2017 kemarin,…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Mendongkrak Literasi dan Inklusi Keuangan dengan "Membumikan" Asuransi

Mendongkrak Literasi dan Inklusi Keuangan dengan "Membumikan" Asuransi NERACA Jakarta - Hasil riset Otoritas Jasa Keuangan pada 2016 menyebut bahwa…

Wali Kota Depok Berharap Anies-Sandi Dapat Bekerja Sama

Wali Kota Depok Berharap Anies-Sandi Dapat Bekerja Sama NERACA Depok - Wali Kota Depok Mohammad Idris berharap kepada Gubernur dan…

Dishub Kota Sukabumi Rancang Angkot Eksklusif

Dishub Kota Sukabumi Rancang Angkot Eksklusif NERACA Sukabumi - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, terus melakukan inovasi perkembangan transportasi. Satu…