Disarankan BBM Naik 20%

NERACA

Jakarta—Kenaikan harga BBM bersubsidi hingga Rp500 dampaknya memang bisa mendongkrak inflasi tahunan sebesar 0,5%-0,7%. Namun menaikkan Rp500 menjadi sia-sia. Karena itu lebih baik menakkan Rp1000 sampai Rp1500/liter ataui 20%. "Kalau naik Rp500 per liter itu percuma, kalau mau dinaikkan sekira Rp1.000 sampai Rp1.500 atau 20%-30% (dari harga sekarang Rp4.500). Itu karena disparitas harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi," kata ekonom Bank Mandiri, Destry Damayanti kepada wartawan di Jakarta,25/1

Lebih jauh Destry mengakui menaikkan harga BBM subsidi lebih mudah ketimbang pembatasan. Meski inflasi tahunan akan terkerek naik sekitar 0,5%-0,7% bila harga BBM dinaikkan mulai dari Rp500, langkah ini relatif lebih gampang. “ Lebih praktis menaikkan harga,”tegasnya.

Dikatakan Destry, kalaupun ada efek inflasi. Maka pemerintah perlu mengantisipasinya dengan berbagai kebijakan yang bisa menekan inflasi tersebut. "Dampak ke inflasi tergantung seberapa pentingnya kesiapan pemerintah untuk mengkompensasi kenaikan BBM subsidi," tambahnya

Penggunaan BBM subsidi saat ini, lanjut Destry, saat ini salah kaprah karena semua orang bisa menggunakannya. Karena itu, Destry lebih memilih menaikkan harga ketimbang pembatasan. "Pembatasan BBM pemerintah harus melakukan banyak hal seperti siapkan converter kit, menaikkan produktivitas pertamax dan gas, menambah SPBG, dan lainnya. Lebih praktis menaikkan harga," tandasnya.

Ditempat terpisah, Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo mengatakan harga minyak dunia bakal mendongkrak harga Indonesia Crude Price (ICP), namun hal itu tidak terlalu terasa jika Indonesia beralih untuk memakai bahan bakar gas. "Harga minyak ICP tergantung sepadan dengan kenaikan harga minyak dunia, makanya pindah ke gas cepat-cepat," jelasnya

Menurut Guru Besar ITB ini, jika benar-benar harga minyak dunia melambung tinggi akibat blokade Selat Hormuz, Indonesia akan berdampak secara signifikan. "Asal ada dampak kenaikan. Kalau tidak pakai minyak tak kena dampak. Ada bagusnya juga ini biar pindah ke gas cepat-cepat," tegasnya.

Widjajono menambahkan pemerintah memastikan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akan terus berjalan di 1 April 2012. "Usulan DPR agar dinaikkan tetapi pemerintah tetap pembatasan," singkatnya.

Namun, jika benar-benar DPR mengusulkan untuk menaikkan harga maka pemerintah akan lakukan pembicaraan lebih lanjut. "Mekanismenya tetap kalau kendaraan pribadi harus beli pertamax kaya kemarin-kemarin. Kalau DPR usulkan kenaikan baru kita bicara," ucapnya

Tetapi, dirinya menginginkan untuk naikkan Rp1.000 per liter dan setiap bulan harus ada kenaikan sehingga disparitas harga dengan pertamax tidak terlampau jauh. "Kalau lebih praktis naik-naiklah, tergantung pilhannya, mungkin aja. Saya harga tengah bisa saja itu yang jalan," pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Naik 18 Persen, Industri Manufaktur Kerek Ekspor RI ke Australia - Niaga Internasional

NERACA Jakarta – Industri manufaktur berperan besar dalam mendongkrak peningkatan nilai ekspor Indonesia, salah satunya ke negara tujuan seperti Australia.…

Tingkat Bunga Penjaminan LPS Naik 25 Bps

      NERACA   Jakarta - Rapat Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menetapkan tingkat bunga penjaminan untuk periode…

Naik 16%, BNI Raup Laba Rp7,44 Triliun

      NERACA   Jakarta - PT. Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI) meraup laba Rp7,44 triliun di semester…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Gelombang Penolakan Akuisisi Pertagas oleh PGN

      NERACA   Jakarta - Gelombang penolakan terhadap keputusan pemerintah untuk mengakuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) oleh PT…

Teknologi Samsung untuk Penggemar Olahraga

  NERACA Jakarta – Masyarakat mulai mengganderungi olahraga. Berbagai macam jenis olahraga pun dilakoni asalkan mengeluarkan keringat. Hadirnya teknologi turut…

Aver Tawarkan Kemudahan Kolaborasi Di Era Digital

      NERACA   Jakarta - Pertumbuhan pesat dari industri digital di Indonesia telah mendorong munculnya tren Virtual Office,…