P3DN Jadi Strategi Penting Industri Perkapalan - Utamakan Pasar Domestik

NERACA

Jakarta – Pemerintah telah berupaya mengamankan dan mengoptimalkan pemanfaatan pasar domestik bagi kepentingan pengembangan industri perkapalan dalam negeri sebagaimana diamanatkan oleh Inpres Nomor 2 Tahun 2009 tentang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

Menurut Menperin, program P3DN merupakan salah satu strategi yang cukup penting dan perlu didukung oleh semua pemangku kepentingan industri perkapalan. Hal ini karena kebijakan tersebut dapat memberikan kesempatan dan akumulasi pengalaman kepada industri galangan kapal nasional sehingga mampu memenuhi kebutuhan kapal serta produk industri manufaktur maritim lainnya.

Di samping itu, kebijakan lainnya yang akan terus didorong untuk kemajuan industri galangan kapal nasional adalah melalui pemberian insentif fiskal. “Kebijakan tersebut dinilai penting karena bisa memacu industri galangan kapal untuk lebih meningkatkan kemampuan dan daya saingnya,” jelas Airlangga, sebagaimana disalin dari siaran resmi.

Apalagi, kebutuhan komponen dalam pembangunan kapal memerlukan jumlah yang banyak. Apabila dibarengi pelaksanaan kebijakan fiskal yang tepat, Menperin meyakini akan memberikan keuntungan bagi sektor industri galangan kapal nasional.

“Di samping itu, investasi industri perkapalan membutuhkan modal yang sangat besar dalam jangka waktu yang panjang. Oleh karenanya, iklim investasi yang kondusif menjadi syarat mutlak agar kesinambungan operasional dan produktivitas sektor industri perkapalan dapat menjadi lebih optimal,” tegasnya.

Sebelumnya, diwartakan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran bagi pembangunan kapal-kapal negara untuk memenuhi kebutuhan moda transportasi laut di dalam negeri. Momentum ini semestinya dapat dimanfaatkan oleh industri perkapalan nasional sebagai sebuah peluang yang potensial guna meningkatkan kemampuan dan utilisasi khususnya untuk pembangunan armada baru.

“Diharapkan dengan adanya proyek-proyek pembangunan kapal baru tersebut, dapat juga memacu penyerapan tenaga kerja serta yang lebih penting adalah kemampuan dalam meningkatkan penguasaan teknologi,” kata Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian Soerjono pada acara Peluncuran Kapal Perintis Tipe 1.200 GT “KM Sabuk Nusantara 93” yang dibangun oleh galangan kapal PT. Steadfast Marine di Pontianak, Kalimantan Barat, sebagaimana disalin dari siaran resmi, di Jakarta.

Kapal perintis yang dipesan Kementerian Perhubungan ini merupakan salah satu komitmen pemerintah dalam membangun tol laut dan menempatkan sektor maritim sebagai program prioritas pembangunan nasional. Hal ini pun sekaligus untuk memperkuat visi Indonesia menjadi poros maritim dunia.

“Kami sangat mengapresiasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang telah memberikan kepercayaan bagi industri perkapalan dalam negeri untuk melaksanakan pembangunan kapal tersebut. Ke depannya, kami berharap, kesempatan seperti itu dapat terus diberikan kepada industri perkapalan kita sehingga akan semakin berdaya saing,” paparnya.

Adapun spesifikasi kapal ini, yaitu memiliki panjang seluruhnya 62,8 meter, tinggi 4 meter, dan lebar 12 meter dengan kemampuan daya mesin utama 2 x 1100 HP serta dapat menampung 36 awak kapal dan 404 orang penumpang.

Soerjono menyatakan, Kemenperin bertekad untuk terus mendorong pengembangan industri galangan kapal di dalam negeri karena berperan penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Apalagi industri strategis ini memiliki karakteristik sebagai sektor padat karya, padat modal dan padat teknologi.

“Bagi Indonesia, sektor maritim bukan hanya berfungsi untuk meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi lebih dari itu, sebagai simbol kekuatan dan kedaulatan negara,” tegas Soerjono. Bahkan, sektor ini juga mempunyai peran vital untuk menyatukan seluruh wilayah yang tersebar di Indonesia.

Oleh sebab itu, industri galangan kapal sebagai manifestasi dari cita-cita tersebut mengemban tugas dan tanggung jawab yang sangat besar agar kepentingan negara dalam rangka mewujudkan konektivitas antar wilayah melalui penguatan sarana transportasi laut dapat terwujud.

Kemenperin mencatat, hingga saat ini, jumlah galangan kapal di Tanah Air sebanyak 250 perusahaan dengan kapasitas produksi sebesar 1 juta DWT per tahun untuk membangun kapal baru dan mampu mencapai 12 juta DWT per tahun untuk reparasi kapal.

Komisaris Utama PT Steadfast Marine Eddy Kurniawan Logam menyampaikan, pihaknya dipercaya untuk mengerjakan proyek strategis nasional sebanyak 13 kapal negara milik Kementerian Perhubungan. KM Sabuk Nusantara 93 merupakan kapal ketujuh yang telah diluncurkan.

BERITA TERKAIT

Bisnis Ritel Melambat, Warning Bagi Industri Perbankan

Oleh: Djony Edward Persoalan melambatnya bisnis ritel tidak bisa dikatakan main-main, multiplier effect perlambatan bisnis ritel denyutnya sudah sampai ke…

Industri Logam Masih Jadi Andalan Pertumbuhan - Dunia Usaha

NERACA Jakarta - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto optimis pertumbuhan industri masih bisa terjaga, karena ditopang dari beberapa pertumbuhan industri seperti…

KSEI Catatkan SID di Pasar Capai 1.09 Juta

Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Frederica Widyasari Dewi mengungkapkan, jumlah investor yang tercatat di KSEI naik signifikan.…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Dunia Usaha - Industri Logam Masih Jadi Andalan Pertumbuhan

NERACA Jakarta - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto optimis pertumbuhan industri masih bisa terjaga, karena ditopang dari beberapa pertumbuhan industri seperti…

Perikanan Tangkap - KKP Rampungkan Pengadaan Bantuan Kapal di 2017

NERACA Jakarta – Program pengadaan kapal perikanan tahun 2017 oleh Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)…

RI-Norwegia Perkuat Komitmen Kerjasama Akuakultur

NERACA Jakarta - Indonesia dan Norwegia kembali menguatkan komitmen kerjasama di bidang Perikanan Budidaya khususnya pengembangan budidaya laut. Komitmen tersebut…