Istri Dewan Penasihat Kadin Chris Kanter Mangkir Pemeriksaan - Tersangka Kasus Pemalsuan Surat

Prikanti Chris Kanter tidak memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka di Polres Tangerang Selatan. IstriChris Kanter, anggota Dewan Penasehat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) itu sedianya menjalani pemeriksaan perdana pada hari Jumat (20/10) sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana pemalsuan surat yang terjadi pada bulan Desember 2016 di Kota Tangerang.

Kabar pemanggilan Prikanti Chris Kanter---istri pemilik dan Dewan Pembina Swiss German University (SGU)---beredar di Polda Metro Jaya (PMJ). Sumber di PMJ mengatakan, dalam surat panggilan yang dikirim Polres Tangsel, penetapan tersangka berdasarkan gelar perkara yang dilakukan Selasa, (3/107).”'Penyidik menetapkan status tersangka dengan kecukupan alat bukti berupa 8 keterangan saksi, dokumen yang telah disita, petunjuk dan kesesuaian alat bukti serta terpenuhinya unsur pasal 263 KUHP yang dipersangkakan yaitu pada Surat Kuasa: No:002/SK-PT-SGU-MRP/V/2016, tanggal 27 Mei 2016,'' ujar sumber.

Dikatakan, dalam surat tersebut Prikanti menerangkan sebagai Presiden Direktur PT SGU (PT Swiss German Uni yang membawahi kampus SGU) akan tetapi sesuai dengan Akta Perseroan Terbatas PT SGU No: 05, Tanggal 4 Desember 2008 pasal 11 ayat (3) serta Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT SGU No: 21, tanggal 15 September 2009 pasal 20 ayat (2) huruf b bahwa masa jabatan Prikanti sebagai Presiden Direktur berlaku 5 tahun sejak ditandatangani Akta Penyataan tersebut.”'Tindakan terlapor yang diduga membuat keterangan yang isinya bukan semestinya (tidak benar) dengan seolah-oleh bertindak selaku Presiden Direktur PTSGU,'' tegasnya.

Karenanya, lanjut sumber, tindak pidana pemalsuan surat sebagaimana Pasal 263 KUHP diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun. Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander yang dihubungi wartawan, Sabtu (21/10) membenarkan pemanggilan Prikanti Chris Kanter sebagai tersangka.

Menurut Alexander, pada pemanggilan pertama, Jumat (20/10), tersangka tidak datang karena sedang di luar kota. Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak Yayasan SGU terkait pemeriksaan dan penetapan status tersangka terhadap Prikanti Chris Kanter. Sementara, Wakil Rektor SGU Boris Manurung ketika dikonfirmasi terkait kasus yang membelit Prikanti Kanter mengatakan, sama sekali tidak mengetahui permasalahan tersebut. ''Saya nggak aware tentang kasus itu. Kita sama sekali tidak terupdate soal itu,'' ujarnya.

Boris menambahkan, sepengetahuannya urusan hukum yang berhubungan dengan yayasan sudah ditangani kuasa hukum yayasan. ''Kita di universitas hanya handle yang berhubungan dengan operasional kampus,”ungkapnya.

BERITA TERKAIT

Investor Meninggalkan Saham Lippo Grup - Kasus Suap Izin Meikarta

NERACA Jakarta – Kasus suap soal perizinan Meikarta sebagai proyek properti Grup Lippo terhadap pemerintah daerah Kabupaten Bekasi, memberikan dampak…

Pakar: Praperadilan Tidak Hambat Penetapan Tersangka TPPU

Pakar: Praperadilan Tidak Hambat Penetapan Tersangka TPPU NERACA Jakarta - Pakar Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Yenti Garnasih berpendapat permohonan…

Mediasi Mestinya Jadi Pilihan Utama Dalam Kasus Sengketa

  NERACA   Jakarta - Persengketaan timbul lantaran ketidakpuasan satu pihak dengan pihak lainnya. Tak jarang, persengketaan diselesaikan di meja…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Waskita Karya Lunasi Obligasi Rp 350 Miliar

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mengalokasikan dana pembayaran pokok obligasi I Waskita Karya Tahap II…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

Dorong Pemerataan Infrastrukur - Lagi, Indonesia Infrastructure Week Digelar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur terus digenjot pemerintah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Apalagi, infrastruktur dipandang sebagai fondasi yang perlu…