KPK Gandeng Komunitas Bersepeda Sampaikan Pesan Antikorupsi

KPK Gandeng Komunitas Bersepeda Sampaikan Pesan Antikorupsi

NERACA

Denpasar - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggandeng komunitas bersepeda di Bali yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Sepeda (Samas) untuk menyampaikan pesan antikorupsi pada masyarakat dengan berkeliling Pulau Dewata.

"Untuk mencegah praktik korupsi, selain menggunakan pendekatan sistem dengan melibatkan pemerintah daerah, masyarakat juga perlu disadarkan. Tanpa diimbangi masyarakat, prosesnya akan lebih lama," kata Program Koordinator Bidang Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Muryono Prakoso di Denpasar, Jumat (20/10).

Sebanyak 45 orang anggota Samas akan bersepeda menuju sembilan kabupaten/kota di Provinsi Bali pada Sabtu (21/10) dalam kegiatan bertajuk "Bali Anti-Corruption Messenger 2017". Kegiatan tersebut akan mengambil "start" dari Patung Catur Muka, Kota Denpasar, pada pukul 07.00 Wita.

"Partisipasi publik merupakan kunci untuk menangkal korupsi. Harapan kami dengan melibatkan publik dalam kegiatan kampanye antikorupsi ini, nantinya masyarakat dapat turut aktif melakukan kontrol," ucap dia.

Apalagi, ujar Muryono, di Bali itu komunitasnya banyak, beragam, sangat kreatif dan komunitasnya mengakar, sehingga menjadi strategis untuk menyampaikan pesan antikorupsi kepada masyarakat."Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, tidak semata dengan kegiatan yang besar-besar karena kalau publik hanya adem-ayem, tentunya tidak merasa punya peran dalam kegiatan penyelamatan negeri dari bahaya korupsi," ujar dia.

Ketua Harian Samas Endra Datta mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi dan bangga telah menjadi bagian dari gerakan melawan korupsi oleh KPK."Korupsi harus diperangi bersama dan tidak bisa dilakukan sendiri, namun harus dimulai dari diri sendiri," ujar dia.

Kemudian dia juga mengemukakan pada kegiatan "Bali Anti-Corruption Messenger 2017" yang dilaksanakan pada Sabtu (21/10) itu, 45 anggota Samas yang terlibat merupakan putra daerah dari masing-masing kabupaten/kota.

"Nantinya akan ada sembilan tim, masing-masing tim terdiri dari lima orang. Setiap tim akan menuju kabupaten/kota yang menjadi daerah asal masing-masing dengan bersepeda. Sesampainya di kabupaten/kota akan diterima oleh perwakilan pemerintah kabupaten/kota," ucap dia.

Setiap tim, tambah Endra, akan membawa Maklumat Antikorupsi yang disimpan di dalam tabung yang terbuat dari bambu. Maklumat tersebut akan dibacakan oleh perwakilan pemerintah daerah setiba di kabupaten/kota masing-masing dengan disaksikan oleh berbagai kalangan, termasuk para pelajar.

Selain itu, tim yang bersepeda juga akan membawa bendera bertuliskan Puputan Melawan Korupsi."Mudah-mudahan dengan semangat 'puputan' atau perang habis-habisan ini, kita semua menjadi jengah (tertantang) untuk melawan korupsi," kata dia. Ant

BERITA TERKAIT

Gugatan KPK Sebagai Pihak Ketiga Ditolak Hakim

Gugatan KPK Sebagai Pihak Ketiga Ditolak Hakim NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginformasikan gugatan KPK sebagai pihak ketiga…

KPK: OTT Kabupaten Bekasi Terkait Perizinan Meikarta

KPK: OTT Kabupaten Bekasi Terkait Perizinan Meikarta NERACA Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan menyatakan operasi…

Tersandung Hukum, Saham Lippo Karawaci Merosot - DAMPAK OTT KPK TERKAIT PERIZINAN MEIKARTA

NERACA Jakarta –Bertubi-tubi isu tidak sedap menghampiri mega proyek besar milik PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), yaitu proyek kota mandiri…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Fayakhun : Komisi XI Ingin Kawal Anggaran Bakamla

Fayakhun : Komisi XI Ingin Kawal Anggaran Bakamla NERACA Jakarta - Anggota Komisi I DPR non-aktif dari fraksi Partai Golkar…

Polri Menang Praperadilan Lawan Pengusaha Muljono Tedjokusumo

Polri Menang Praperadilan Lawan Pengusaha Muljono Tedjokusumo NERACA Cibinong, Jabar - Hakim tunggal pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Taryan…

Rizal Ramli Ajukan Ganti Rugi Rp1 Triliun

Rizal Ramli Ajukan Ganti Rugi Rp1 Triliun  NERACA Jakarta - Ekonom senior Rizal Ramli mengajukan ganti rugi sebesar Rp1 triliun…