10 LKM Syariah Kantongi Izin dari OJK

NERACA

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan izin operasi sepuluh Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKM Syariah) yang diharapkan mampu memberdayakan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di pesantren dan sekitarnya. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, akhir pekan kemarin, menyebutkan pendirian LKM Syariah merupakan bagian dari program inklusi keuangan yang mengikutsertakan tokoh panutan seperti ulama pengasuh pesantren.

Program ini diluncurkan agar mampu meningkatkan akses keuangan kepada masyarakat kecil serta mengatasi persoalan ketimpangan dan kemiskinan yang sejalan dengan program pemerintah saat ini. "LKM Syariah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pemberdayaan masyarakat di lingkungan pesantren. Karakteristik utama lembaga ini adalah adanya pendampingan dan pendekatan kelompok, tidak menghimpun dana dari masyarakat, sumber dana berasal dari para donatur, dan menyalurkan pembiayaan dengan imbal hasil rendah, setara tiga persen," jelas Wimboh.

Sepuluh LKM Syariah di lingkungan Pondok Pesantren yang sudah memiliki izin dan diawasi OJK, yaitu LKM Syariah KHAS Kempek Cirebon, LKM Syariah Buntet Pesantren Cirebon dan LKM Syariah Berkah Bersama Baiturrahman Bandung. Kemudian, LKM Syariah Ranah Indah Darussalam Ciamis, LKM Syariah Amanah Berkah Nusantara Purwokerto, LKM Syariah Bank wakaf Alpansa Klaten dan LKM Syariah Almuna Berkah Mandiri DIY.

Selain itu, LKM Syariah Berkah Rizqi Lirboyo Kediri, LKM Syariah Denanyar Sumber Barokah Jombang dan LKM Syariah An Nawawi Banten. Wimboh memastikan para calon nasabah LKM Syariah akan mendapatkan pelatihan dasar terlebih dahulu sebelum menerima pembiayaan. Calon nasabah juga akan diberikan pendampingan secara berkala mengenai pengembangan usaha disertai dengan pendidikan agama yang dilakukan setiap kali pertemuan kelompok.

Sumber dana LKM Syariah berasal dari para donatur yang memiliki kepedulian dalam program pemberdayaan masyarakat melalui program pendirian LKM Syariah di Pesantren. "OJK akan terus mendorong program LKM Syariah ke pesantren-pesantren lainnya di seluruh Indonesia. Program pemberdayaan masyarakat melalui LKM Syariah di lingkungan pesantren merupakan usulan kami untuk menjadi program unggulan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang diketuai oleh Presiden," kata Wimboh.

BERITA TERKAIT

OJK Tegur BEI Soal Suspensi Saham MNCN

Meskipun kebijakan penghentian sementara perdagangan saham atau suspensi saham perusahaan yang tercatat di pasar modal adalah kewenangan PT Bursa Efek…

BSM Targetkan Fee Based Hingga 50% dari Asuransi

  NERACA   Jakarta - PT Bank Syariah Mandiri menargetkan pertumbuhan pendapatan komisi (Fee Based Income) sebesar 25-50 persen dari…

Menatap IPO Bank Syariah

  Oleh: Syafaat Muhari, Peneliti IBFI, Universitas Trisakti Pasar modal syariah mengalami perkembangan yang cukup pesat sejak pengembangan awalnya pada…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pembiayaan Bank Syariah Tumbuh Hingga 15%

      NERACA   Jakarta – Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia pada November 2017, penyaluran pembiayaan perbankan…

Bank Banten targetkan Punya Kantor Cabang Di Setiap Kabupaten

      NERACA   Banten - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) menargetkan tahun 2018 ini berdiri…

Kredit Konsumtif Dominasi Perolehan Laba Bank Sultra

    NERACA   Kendari - Secara umum kredit konsumtif masih mendominasi sumber laba Bank Sultra dengan kisaran 87 persen…