Pendapatan Baramulti Suksessarana Tumbuh 75%

NERACA

Jakarta – Membaiknya harga komoditas tambang di pasar dirasakan betul PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR). Pasalnya, emiten tambang batu bara ini mencatatkan kinerja yang positif di kuartal tiga 2017. Dimana perseroan membukukan pendapatan sekitar US$ 290 juta atau melonjak signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.”Pendapatan kuartal III-2017 sekitar US$ 290 juta atau tumbuh 75% dibandingkan priode yang sama tahun lalu," kata Khoirudin, Direktur Utama BSSR di Jakarta, kemarin

Menurutnya, ada sejumlah faktor yang memicu kenaikan pendapatan perusahaan. Baramulti menekan beban lewat efisiensi.Pada saat bersamaan, harga batubara juga masih dalam tren kenaikan. "Sejak awal tahun, harganya sudah naik sekitar 116%," imbuh Khoirudin.

Dari segi laba bersih, kenaikannya juga tak kalah moncer. Perkiraan laba bersih BSSR kuartal III tahun sebesar US$ 63 juta, melesat 293% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, US$ 16,15 juta."Melihat posisi ini, kami melihat laba bersih US$ 75 juta masih dapat," kata Eric Rahardja, Direktur BSSR.

Selanjutnya, berdasarkan rapat umum pemegang saham (RUPS), perseroan akan membagikan dividen interim tahun buku 2017. Disebutkan, laba bersih semester I tahun ini sebagai dasar pembagian imbal hasil kinerja paruh waktu tahun ini. Total dividen interim yang dibagikan US$ 25 juta. Dengan posisi laba bersih BSSR per semester I-2017 US$ 42,06 juta, maka dividen tersebut memiliki payout ratio sebesar 59%.

Kata Eric, pembayarannya akan dilakukan dalam waktu dekat dan paling lambat 30 hari setelah pengumuman risalah RUPS. Harga saham BSSR saat ini ada di level Rp 2.600 per saham. Level tersebut turun 40 poin atau setara 1,52% dibanding level penutupan hari sebelumnya. Sebagai informasi, BSSR hingga kuartal III tahun ini mencatat produksi batubara sebesar 7 juta ton, naik 120% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Angka volume penjualannya juga sama, sebesar 7 juta ton, naik 18% dibanding kuartal III 2016.

Tahun ini, BSSR menargetkan produksi batu bara sebesar 10 juta metric ton (MT). Angka ini meningkat 25,94% jika dibandingkan realisasi produksi batu bara perusahaan pada tahun sebelumnya sekitar 7,94 juta MT. Disebutkan, produksi batu bara perusahaan pada tahun ini akan disumbang dari anak usahanya yakni PT Antang Gunung Meratus (AGM) di Kalimantan Selatan. Selain itu, perusahaan juga diketahui pemegang izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi batubara di wilayah penambangan batu bara di Kalimantan Timur.

Selain itu, perusahaan telah menandatangani kontrak penjualan batu bara sekitar 65% dari total target produksi yang mencapai 10 juta MT. Diantaranya, perusahaan akan me-suplay batu bara ke PT Lebak Banten Energi (LBE) dan PT Cikarang Listrindo (CL) dan tahun ini, perseroan juga membuka Pit (lokasi tambang) baru atau Blok 4 disekitar tambang yang sudah ada saat ini. Diperkriakan, Pit baru ini akan berkontribusi sekitar 500-600 ribu dan memiliki GAR 38. Disamping itu, perseroan berencana memperbesar ekspor ke Korea Selatan. Langkah tersebut merupakan antisipasi perusahaan tambang batubara ini jika permintaan batubara dari China dan India turun.

BERITA TERKAIT

KRAS Bukukan Pendapatan Tumbuh 7,76% - Buah Hasil Efisiensi

NERACA Jakarta - Kerja keras PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) untuk terus melakukan efisiensi agar perusahaan keluar dari kerugian,…

PLN Bekasi Raup Pendapatan Rp1 Triliun/Bulan

PLN Bekasi Raup Pendapatan Rp1 Triliun/Bulan NERACA Bekasi - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Bekasi, Jawa Barat, membukukan pendapatan…

Deposito Tumbuh Melambat, Bagaimana Likuiditas Bank?

  Oleh: Rezkiana Nisaputra Pertumbuhan simpanan berjangka atau deposito tengah mengalami perlambatan. Bank Indonesia (BI) mencatat, pada Februari 2018 deposito tumbuh melambat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

IHSG Sepekan Tumbuh 1,07% - Kapitalisasi Pasar di BEI Capai Rp 7 Triliun

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin atau priode 16 hingga…

BEI Padang Ikut Gelar Tes Serentak CMP DP

Sebanyak 86 peserta mengikuti tes tertulis tenaga profesional pasar modal untuk mengikuti Capital Market Professional-Development Program (CMP-DP) 2018 yang diselenggarakan…

Indofarma Anggarkan Capex Rp 160 Miliar

Danai pengembangan bisnis, PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) tahun ini menganggarkan belanja modal atau (capital expenditure /capex) sebesar Rp160 miliar.…