KICI Bukukan Penjualan Rp 87,9 Miliar

NERACA

Jakarta - PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) berhasil mencatat kenaikan penjualan hingga 20,56% di kuartal III-2017. Hal ini pun membuat perusahaan akhirnya tak lagi harus menanggung rugi seperti tahun sebelumnya. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, pada kuartal ketiga tahun ini penjualan tumbuh hingga 20,56% year-on-year (yoy) menjadi Rp 87,9 miliar.

Di periode yang sama tahun lalu, perusahaan ini hanya berhasil meraup penjualan sebesar Rp 72,91 miliar. Emiten produsen alat rumah tangga ini mengungkapkan, kontribusi penjualan terbesar masih datang dari penjualan barang di dalam negeri sebanyak 72,77% dari total penjualan. Sementara itu, penjualan ekspor perusahaan di periode ini mencapai 27,24% dari total penjualan di periode ini.

Selain mencetak kenaikan penjualan, pada periode ini beban pokok penjualan juga meningkat. Selama sembilan bulan terakhir, beban pokok penjualan yang harus ditanggung perusahaan berjumlah sebesar Rp 63,7 miliar. Jumlah ini naik tipis dibanding beban pokok penjualan tahun lalu sebesar Rp 60,26 miliar. Dengan peningkatan beban yang lebih mini ketimbang pendapatan, Kedaung Indah mampu mencetak margin laba kotor 27,53%. Margin laba kotor ini melonjak ketimbang periode sembilan bulan tahun lalu yang hanya 17,34%.

Peningkatan penjualan ini berdampak positif pada laba perusahaan. Di kuartal ketiga lalu, Kedaung Indah berhasil membukukan laba sebesar Rp 8,13 miliar. Padahal di periode yang sama tahun 2016 lalu perusahaan menanggung rugi hingga Rp 243,52 miliar. Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan penjualan bisa tumbuh 10% dan laba bersih naik 20%.

Sekertaris Perusahaan KICI, Ing Hidayat pernah bilang, optimistis target pertumbuhan tahun ini bakal tercapai seiring dengan positifnya pencapaian kinerja perseroan di kuartal kedua dan tiga."Kita optimistis sampai akhir tahun target tercapai,”ujarnya.

Menurutnya dengan komposisi penjualan saat ini yaitu ekspor 30% dan lokal sebesar 70%, perusahaan konsentrasi untuk meningkatkan pasar ekspor terutama pasar Amerika yang sudah dikenal dan dipahami. Dengan peningkatan ekspor yang cukup baik nantinya akan mendongkrak profitabilitas perseroan per Juni-2017.

Kebutuhan masyarakat Amerika Serikat akan alat rumah tangga sangat tinggi terutama tempat makanan seperti kalkun. Untuk itu perusahaan akan menggenjot pasar ekspor tersebut. Saat ini perseroan memproduksi alat rumah tangga berbahan enamel dan kaleng. Selain memacu penjualan mancanegara, KICI juga berupaya untuk menekan biaya impor bahan baku. Sebab 25% hingga 30% bahan baku enamel adalah produk impor. Sementara porsi impor bahan baku tin plate atau lembar timah mencapai 70%, sisanya 30% lembar timah dibeli dari Grup Krakatau Steel.

BERITA TERKAIT

KREN Bukukan Pendapatan Tumbuh 200%

NERACA Jakarta - Di kuartal tiga 2017, PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) berhasil mencatatkan pendapatan tumbuh hingga lebih dari…

Volume Penjualan Kertas Suparma Tumbuh 4,6%

NERACA Jakarta  Emiten produsen kertas, PT Suparma Tbk (SPMA) berhasil mengantongi volume penjualan kertas sebesar 157,93 ribu metric ton (MT)…

Bareskrim Polri Buka Posko Pengaduan Penipuan Penjualan Pulsa

Bareskrim Polri Buka Posko Pengaduan Penipuan Penjualan Pulsa NERACA Jakarta - Bareskrim Polri membuka posko pengaduan terkait kasus sindikat penipuan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Sertifikasi ISO 27001 - XL Tingkatkan Keamanan Data Pelanggan

NERACA Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil meraih sertifikasi ISO 27001 sebagai standar baku penerapan Information Security…

Investor Saham di Babel Tumbuh Signifikan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Pangkalpinang mencatat, jumlah investor pasar modal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami…

Renuka Targetkan Ekspor Tambang di 2018

Keyakinan membaiknya harga batu bara di tahun depan, menjadi harapan PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) bila pasar batu bara kembali meningkat.…