Sari Roti Masuk Pasar Korea Selatan - Gandeng Kerjasama Caffebene

NERACA

Jakarta – Sukses membuka pasar di Filipina dengan membangun pabrik baru, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) sebagai perusahaan produsen bermerek Sari Roti akan membuka pasar baru di Korea. Melalui kesepakatan dengan Caffebene, perusahaan waralaba kopi dunia asal Korea, perseroan mendapatkan hak khusus untuk memasok beragam produk kue dan pastry dengan merek CaffeBene by Sari Roti ke 576 gerai Caffebene yang berlokasi di Korea Selatan mulai bulan Desember 2017.

Dengan inisiatif ini, dua perusahaan besar dalam industri makanan dan minuman dari dua pasar besar di Asia bergabung mempersembahkan beragam produk lezat dan berkualitas tinggi bagi para konsumen Caffebene di Korea. Produk CaffeBene by Sari Roti akan tersedia di seluruh gerai Caffebene yang juga menawarkan kopi seduh, espresso, minuman panas dan dingin, roti sandwich, dan roti bagel.

Sari Roti memiliki pangsa pasar terbesar di Indonesia dengan beragam jenis produk yang terdiri dari varian roti tawar, roti manis, dan juga kue, yang selama lebih dari 22 tahun telah dinikmati oleh konsumen di Indonesia. Adapun Caffebene yang memulai bisnis waralaba kopi lokal di Korea sejak tahun 2008, kini telah mendunia dan memiliki 129 gerai di 14 negara.”Kami merasa gembira karena Sari Roti kini menjadi pemasok eksklusif produk kue dan pastry di Caffebene, yang merupakan perusahaan kopi terdepan asal Korea. Dengan diperkenalkannya produk CaffeBene by Sari Roti, perusahaan kami akan selangkah lebih dekat untuk menjadi produsen roti terdepan di Asia pada 2025,” kata Wendy Yap, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Nippon Indosari Corpindo Tbk dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (19/10).

Kesepakatan dengan Caffebene merupakan langkah kedua ROTI memasuki pasar global, setelah sebelumnya pada tahun 2016 membentuk usaha patungan dengan Monde Nissin Corporation di Filipina, yang dikenal dengan nama Sarimonde Foods Corporation. Asal tahu saja, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk saat ini juga tengah menggenjot penyelesaian pembangunan pabrik di Filipina dan ditargetkan pabrik yang merupakan kerjasama dengan Monde Nissin tersebut sudah mulai beroperasi pada kuartal pertama 2018.”Progres joint venture dengan Sarimonde memulai konstruksi untuk pabrik di Filipina, target selesai tahun ini dan diharapkan pabrik di Filipina sudah bisa beroperasi di awal tahun depan, mungkin sekitar kuartal pertama," kata Direktur Independen PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, Alex Chin.

Namun sayangnya, perseroan belum mau menyebutkan nilai investasi pembangunan pabrik tersebut. Yang pasti, kata Alex, pembangunan pabrik tersebut akan memproduksi produk segmen kelas premium karena prospeknya yang dinilai cukup bagus. Selain itu, tahun ini emiten produsen Sari Roti ini akan mengeluarkan 45 produk baru. Hingga bulan lalu, sudah ada sepuluh produk baru yang telah diluncurkan.

BERITA TERKAIT

Saham Holcim Masuk Pengawasan BEI

Perdagangan saham PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena perdagangan harga saham bergerak…

LPDB KUMKM Ajak Universitas Jember Kerjasama Kembangkan Bisnis Startup

LPDB KUMKM Ajak Universitas Jember Kerjasama Kembangkan Bisnis Startup NERACA Jember - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM mengajak Universitas…

BTN Jalin Kerjasama dengan KOI - Program Satu Juta Rumah

      NERACA   Jakarta - Sejalan dengan komitmen menyukseskan Program Satu Juta Rumah dan mendukung kesejahteraan para atlet…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Waskita Karya Lunasi Obligasi Rp 350 Miliar

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mengalokasikan dana pembayaran pokok obligasi I Waskita Karya Tahap II…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

Dorong Pemerataan Infrastrukur - Lagi, Indonesia Infrastructure Week Digelar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur terus digenjot pemerintah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Apalagi, infrastruktur dipandang sebagai fondasi yang perlu…