Strategi TRAM Merambah Bisnis Tambang - Lewat Serangkaian Akuisisi

NERACA

Jakarta - Perusahaan jasa pelayaran dan penyelenggaraan angkutan laut PT Trada Maritime Tbk (TRAM) mengubah bisnis utamanya ke sektor pertambangan batu bara melalui serangkaian akuisisi. Sejalan dengan itu, perseroan mengubah nama menjadi PT Trada Alam Minera Tbk.”Ke depan bisnis kami lebih besar ke pertambangan sekitar 80%, sedangkan sisanya 20% masih di sektor pelayaran," kata Direktur Utama PT Trada Alam Minera Tbk, Soebianto Hidayat di Jakarta, Kamis (19/10).

Sebagai strategi diversifikasi bisnis ke pertambangan, dia mengatakan, Trada berencana mengakuisisi perusahaan tambang batu bara PT Gunung Bara Utama (GBU) secara tidak langsung melalui pemegang saham yakni 99,9% saham PT Semeru Infra Energi (SIE), dan 99,99% saham PT Black Diamond Energi (BDE).

Disebutkan, TRAM membutuhkan dana sebanyak Rp 504,99 miliar untuk akuisisi SIE, sedangkan akuisisi BDE akan membuat perusahaan mengeluarkan dana sebesar Rp 99,99 miliar. Dana tersebut akan diperoleh melalui penerbitan saham baru (rights issue) sebanyak-banyaknya 40 miliar lembar saham dengan dana incaran sebesar Rp 6 triliun. Selain itu, Trada juga akan mengakuisisi 50,10% (6,26 miliar saham) PT Lautan Rizki Abadi selaku pemegang saham PT SMR Utama Tbk (SMRU) senilai Rp 2,48 triliun. Aksi korporasi ini dilakukan karena anak usaha SMRU yakni PT Ricobana Abadi bergerak di jasa kontraktor batu bara. "Lini bisnis ini akan terintegrasi kuartal I-2018," kata Hidayat.

Direktur PT Trada Alam Minera Tbk, Ismail Mahruf mengatakan, Trada akan membiayai serangkain akuisisi ini dengan dana hasil penerbitan saham baru (rights issue) dan pinjaman dari UOB Kay Hian sebesar US$ 235 juta. Trada berencana menerbitkan maksimal 40 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham atau 80,43% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Perseroan juga akan menerbitkan Waran Seri II sebanyak 3,4 miliar waran yang diterbitkan menyertai saham baru yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham perseroan atau pemegang saham yang melaksanakan haknya," ujar dia.

Sebagai informasi PT GBU merupakan perusahaan tambang batu bara di Kutai Barat dengan area seluas 5.350 hektare. Saat ini, GBU memiliki izin usaha produksi (IUP) yang berlaku 22 tahun sampai dengan 2031 dan sudah melakukan produksi dan penjualan batu bara secara komersil dari awal tahun 2016. Cadangan GBU yang dapat ditambang sekitar 64,855 juta ton dan sumber daya batu bara sekitar 264,04 juta ton dan dengan kandungan nilai kalori berkisar 5.200 kkal/kg 5.400 kkal/kg (ARB).

GBU juga memiliki akses untuk menggunakan jalan angkutan batu bara, lahan penimbunan (stockpile yards), fasilitas pelabuhan dan pemuatan batu bara, fasilitas dan infrastruktur operasional. Sepanjang semester I-2017 Trada mencetak pendapatan sebesar US$ 10,5 juta, menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 14,3 juta. Sementara rugi bersih Trada Maritime menurun menjadi US$ 522,3 ribu dari sebelumnya rugi bersih US$ 1,2 juta.

BERITA TERKAIT

Astra "Kepincut" Bisnis Tol Trans Jawa - Miliki Potensi Trafik Lebih Besar

NERACA Jakarta – Dorongan pemerintah agar pihak swasta ikut andil dalam proyek pembangunan infrastruktur pemerintah, rupanya menjadi daya tarik PT…

OJK :MI Diyakini Tidak Ubah Strategi

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara (Sulutgomalut), Elyanus Pongsoda memperkirakan, manager investasi (MI) tidak akan melakukan…

Strategi BTN Turunkan NPL

      NERACA   Jakarta – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencatat rasio kredit bermasalah atau Non Performing…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun

NERACA Jakarta - Masih tumbuh positifnya industri pariwisata memberikan dampak berarti terhadap penjualan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sebagai…

Graha Layar Bakal Stock Split Saham

Guna memenuhi aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketentuan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik,…

MMLP Bidik Rights Issue Rp 447,79 Miliar

Dalam rangka perkuat modal, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), emiten pengelola pergudangan berencana untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak…