PTBA Raup Laba Bersih Rp 2,63 Triliun - Buah Hasil Efisiensi

NERACA

Jakarta – Kerja keras PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menekan efisiensi, berbuah manis. Pasalnya, perusahaan batubara plat merah ini berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih di kuartal tiga 2017 melesat 150% menjadi Rp 2,63 triliundari sebelumnya Rp 1,05triliun. Kenaikan penjualan ini seiring dengan meningkatnya volume produksi sebesar 30% menjadi 16,91 juta ton dari sebelumnya 12,98 juta ton."Namun, kenaikan volume produksi itu dicapai dengan kenaikan beban pokok hanya

Berkat efisiensi tersebut, bukan hanya kenaikan laba, tapi juga kemampuan PTBA untuk mencetak laba membaik. Hal ini tercermin dari posisi margin perusahaan. Margin laba kotor PTBA kuartal-III 2017 tercatat 38,2%. Padahal, periode yang sama tahun sebelumnya hanya 24,3%. Demikian halnya dengan margin laba operasi PTBA yang naik jadi 27,4% dari sebelumnya 12,3%. Margin laba bersih PTBA juga mengalami kenaikan menjadi 20% dari sebelumnya 10,5%.

Perseroan juga mengungkapkan, volume penjualan meningkat signifikan terjadi pada penjualan domestik sebesar 20% menjadi 11,03 juta ton. Penjualan domestik juga masih mendominasi penjualan batubara PTBA. Kontribusinya mencapai 64% dari total volume penjualan. Sementara, sisanya sebesar 36% berasal dari penjualan ekspor. Penjualan ekspor PTBA beberapa di antaranya berasal dari Bukitasam-48 sebesar 2,19 juta ton serta Bukitasam-50 sebesar 1,54 juta ton.

Selain volume, harga jual rata-rata batubara juga mengalami peningkatan seiring dengan kenaikan Indonesia Coal Index (ICI) dan Harga Batubara Acuan (HBA). "Harga jual rata-rata meningkat sebesar 15% dari periode yang sama tahun sebelumnya," pungkas Ariviyan.

Asal tahu saja, hingga akhir tahun 2017, PT Bukit Asam (Persero) Tbk menargetkan penjualan sebesar 23,17 juta ton. Disebutkan, dari target penjualan tersebut, komposisi domestik sebesar 15 juta ton atau 58%. Sedangkan ekspor sebesar 8,17 juta ton atau sebanyak 42% dari total penjualan. Saat ini, perseroan juga tengah mencari potensi sumber tambang baru yang berada di luar pulau Sumatera dan salah satu yang dibidik yakni Kalimantan.

Perseroan membidik Kalimantan lantaran dinilai memiliki cadangan batubara yang besar. Keputusan menguasai blok tambang menjadi strategi untuk menambah cadangan batubara. Saat ini masih dalam tahap penjajakan beberapa lokasi tambang. Mencari sumber tambang baru, diklaim perseroan merupakan strategi yang selaras dengan startegi terbentuknya holding pertambangan. Yakni dalam menguasai aset tambang di negara dengan jumlah yang signifikan. Salah satu variabel tersebut yakni mengenai kandungan kalori batubara. PTBA akan mengincar minimal yang memiliki kalori medium dikisaran diatas 4.000 kilokalori per kilogram (kkal/kg). Misalnya, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang menggunakan batubara dengan kandungan nilai kalori 4.200 kkal/kg.

PTBA menegaskan akan membidik lokasi tambang dengan kapasitas besar dan juga akan memprioritaskan lokasi tambang yang sudah berproduksi. "Kami bukan bidik greenfield, karena resikonya besar. Kami bidik dengan cadangan besar dan gak kecil,"kata Arviyan.

BERITA TERKAIT

Lagi, SMI Rilis Obligasi Rp 10 Triliun di 2018 - Diminati Investor Asing

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan surat utang atau obligasi di pasar modal, rupanya dirasakan belum cukup bagi PT Sarana Multi…

Anabatic Raih Pendapatan Rp 3,14 Triliun

Hingga September 2017, PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) meraih pendapatan usaha sebesar Rp3,14 triliun atau naik dibandingkan dengan pendapatan usaha…

FAST Targetkan Penjualan Rp 6 Triliun di 2018

NERACA Jakarta - PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) menargetkan penjualan sebesar Rp6,03 triliun pada 2018 atau tumbuh 10,% dibandingkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Sertifikasi ISO 27001 - XL Tingkatkan Keamanan Data Pelanggan

NERACA Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil meraih sertifikasi ISO 27001 sebagai standar baku penerapan Information Security…

Investor Saham di Babel Tumbuh Signifikan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Pangkalpinang mencatat, jumlah investor pasar modal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami…

Renuka Targetkan Ekspor Tambang di 2018

Keyakinan membaiknya harga batu bara di tahun depan, menjadi harapan PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) bila pasar batu bara kembali meningkat.…