Grand Eschol Residences & Aston Karawaci Hotel Kembali Dibangun - Sempat Tertunda

NERACA

Jakarta - PT Mahakarya Agung Putera, pengembang Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel, menegaskan komitmen untuk kembali melanjutkan pembangunan Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel yang sempat tertunda. Kelanjutan pembangunan menunggu proses Due Dilligent yang diharapkan selesai pada Desember 2017. Kedepannya, perseroan juga melihat rencana pembangunan beberapa Villa dan Hotel (Villatel) di Bali dan luar Jawa dengan menggandeng strategic partner investor baru.

“Manajemen memiliki komitmen yang tinggi di dalam menyelesaikan project ini. Di akhir project ini kami berharap semua stakeholder dapat menikmati keberhasilan yang kita capai bersama,” tegas Andre Lidra salah satu Direktur PT Mahakarya Agung Putera, dalam keterangannya, Kamis (19/10). Pembangunan dibagi kedalam empat tahapan yakni pondasi, struktur, MEP, dan penyelesaian akhir. Saat ini pembangunan berada dalam tahap struktur mencapai kurang lebih 60 % mencakup 13 lantai dan 2 basement.

Disamping itu, perseroan tengah melakukan perhitungan ulang terhadap konstruksi saat ini karena dari perhitungan nilai awal dengan realisasi terdapat alokasi dana yang sangat besar untuk struktur. Perhitungan ulang atau due diligence ditargetkan akan selesai pada bulan Desember 2017 sehingga pembangunan akan kembali dilanjutkan bersamaan dengan masuknya investor baru. “Kami ingin mengutamakan kualitas bangunan karena struktur bangunan pondasi harus kuat untuk menopang keseluruhan lantai. Kekuatan konstruksi yang baik diperlukan agar tidak ada keraguan saat penggunaan gedung terutama bagi para penghuni dan tamu-tamu hotel karena mengetahui pondasi struktur kami yang terjamin kokoh,” jelas Andre.

Pembangunan Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel meliputi 707 unit apartemen, 219 unit kondotel, dan 150 unit SOHO. Selain itu, beberapa juga akan dilengkapi dengan lobi dengan nuansa mewah, ruang serbaguna/Ballroom, retail commercial area (2 lantai), SOHO (2 lantai), kolam renang, sky terrace, Resto (Food & Beverage), gym, minimarket, dan area parker yang luas. Fasilitas Condotel akan di kelola oleh Aston dengan Return Of Investment (ROI) yang timbul dari kerjasama pengelolaan antara pemilik condotel dengan operator Aston.

Fasilitas apartemen akan berbeda dengan fasilitas kondotel karena fasilitas masing-masing berada di lantai yang berbeda. Beberapa fasilitas lain tersedia antara lain lift yang berbeda antara condotel dan apartemen, jaringan internet dengan TV Program, penggunaan VIVA Smart Home System & VIVA Smart Security System dari VIVA Smart Solution, dan pemakaian teknologi Apps di dalam pelaksanaan sehari-hari kegiatan operasional gedung.

Lokasi Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel sangat strategis berdekatan dengan universitas-universitas ternama seperti Universitas Pelita Harapan, Universitas Multimedia Nusantara dan lainnya. Selain itu, apartemen dan kondotel ini terletak di area CBD Tangerang yaitu di antara Lippo Karawaci, Paramount Serpong, Summarecon Serpong dan BSD sehingga mudah untuk disewakan atau dijual kembali dengan keuntungan yang berlipat ganda.

Saat ini telah terjual sebanyak 54% dari target unit yang dipasarkan. Sejak pertama ditawarkan, nilai investasi yang dimiliki para pembeli mengalami kenaikan rata-rata 55% dari nilai awal investasi awal. Sebagai contoh unit type kecil dengan nilai investasi yang ditawarkan sebesar Rp 385jutaan saat ini dipasarkan dimulai dari harga Rp 655jutaan. Harga ini tergolong harga yang bersaing di antara produk sejenis di sekitar area Grand Eschol Residence. Kisaran harga saat ini berdasarkan harga pasar di seputar area Karawaci, Gading Serpong dan BSD.

Chintia Panggabean selaku Marketing Communication Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel menjelaskan beberapa kebijakan akan dilakukan guna meningkatkan kepuasan pembeli selain dengan berusaha untuk membangun dan menyelesaikan tepat waktu. Manajemen tengah menambahkan fitur-fitur yang lebih tepat guna seperti penggunaan smart control system berbasis aplikasi dan fasilitas smart home dan smart security system untuk beberapa unit-unit ukuran tertentu.

Beberapa konsultan juga diundang untuk mengajukan penawaran kerjasama untuk menjadi pelaksana manajemen gedung. “Dengan demikian banyak nilai manfaat yang akan didapat oleh pemilik apartemen karena gedung dikelola secara professional oleh perusahaan pengelola dari luar yang memiliki reputasi baik,” ujar Chintya.

BERITA TERKAIT

Hotel Mandarine Siapkan Investasi Rp 7 Miliar - Reklamasi Seluas 5,74 Hektar di Batam

NERACA Jakarta - PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) berencana melakukan reklamasi pantai di daerah Nongsa Pantai, Pulau Batam, seluas…

KPK Kembali Tetapkan Setya Novanto Sebagai Tersangka

KPK Kembali Tetapkan Setya Novanto Sebagai Tersangka NERACA Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Ketua DPR Setya Novanto…

Lagi, IHSG Kembali Cetak Rekor 6.060

NERACA Jakarta – Performance kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam dua hari terakhir terus…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Shinta Bubu : 6 Juta UMKM akan Go Digital di 2020

NERACA Jakarta - Pertumbuhan E-Commerce di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun bahkan berpotensi menjadi ekonomi digital…

Menhub Sangkal Jual Aset Infrastruktur Negara

    NERACA   Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyangkal bahwa kerja sama infrastruktur transportasi dengan pihak swasta…

Kemenkeu Dapat Pinjaman Rp15,2 triliun - Kerjasama dengan JICA

      NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan dan Japan International Cooperation Agency (JICA) menandatangani dua naskah perjanjiian pinjaman…