Menyampaikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Lewat Kesenian

NERACA

Jakarta – Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief menyampaikan bahwa pendiri bangsa Indonesia merupakan seniman. Ada beberapa tokoh pendiri bangsa yang disebut Yudi seperti Soekarno, Muhammad Hatta, dan Sultan Syahrir. “Bisa dikatakan bahwa para seniman itu perawat penting dari Indonesia. Tokoh penting seperti Soekarno yang merupakan arsitek, pelukis dan juga jago dalam membuat naskah drama. Kemudian ada Bung Hatta yang merupakan penulis puisi terbaik dan Sultan Syahrir yang seorang pemain drama dan juga violin,” ungkap Yudi saat konferensi pers pagelaran Nyanyian Indonesia di Jakarta, Kamis (19/10).

Tak hanya itu, Yudi juga menyampaikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang belakangan menghangat ini perlu disampaikan kembali dengan cara-cara yang milenial, seperti contoh dengan musik, seni tari ataupun pagelaran seni lainnya. “Jaman dahulu itu, agama disampaikan dengan wayang, gamelan sehingga agama itu diterima dengan baik karena kedamaiannya. Nantinya di era digital juga demikian, kita akan memanfaatkan digitalisasi dan juga kesenian untuk menyampaikan pesan dari Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

Salah satu yang didukung oleh UKP PIP adalah dengan pagelaran pentas seni dan tari dengan tema Merajut Kebhinekaan Melalui Nyanyian Indonesia yang akan dilaksanakan pada 24 Oktober 2017 di Sentul International Convention Center, Bogor. Menurut Yudi, "Nyanyian Indonesia" merupakan wadah bagi generasi muda Indonesia yang memiliki rasa jiwa nasionalis terhadap bangsa dan negara dalam menjunjung tinggi nilai budaya Bhineka Tunggal Ika melalui seni dan tari.

Nyanyian Indonesia yakni acara pergelaran seni dan tarian-tarian Indonesia di bawah naungan Yayasan Cipta Asa Nusantara dan didukung oleh Cipta Olah Persada (COP) sebagai penggerak dan pelatih nyanyi serta tarian budaya Indonesia yang telah berdiri hampir 30 tahun lamanya. Namun, COP bukanlah sanggar seni tari atau seni suara, melainkan kumpulan para mahasiswa dan mahasiswi perguruan tinggi di Indonesia yang menyisihkan waktu untuk mempelajari latar belakang seni budaya Indonesia, baik berupa lagu daerah maupun dan tarian adat.

"Jadi, bagaimana kita bisa menghargai dan menghormati keanekaragaman budaya Indonesia dengan 1340 suku dan 564 bahasa yang kita punya sebagai orang Indonesia? Jawabannya adalah kita mau secara langsung ikut memelihara, melestarikan, dan mengembangkan tradisi dan budaya yang ada di masyarakat kita sendiri, apapun bentuknya. Tapi, bagaimana kita bisa melestarikan dan mengembangkannya kalau tidak memulainya dengan memahami latar belakang dari keanekaragaman seni budaya kita itu,” ujar Yudi.

Ia mengatakan, pergelaran ini dirancang sejak awal ini untuk generasi muda agar mau mempelajari seni dan budaya Indonesia dengan cara menjadi pelaku seni dan pelaku budaya secara langsung. Melalui gerakan ini, lanjut Yudi, generasi muda dapat merasakan getar nurani dari seni budaya dari berbagai suku di Tanah Air. “Kesulitan yang didapat dari mempelajari karya seni akan menimbulkan ketekunan dan kesabaran hingga dapat tercapai dirinya menjadi untuk menjadi pelaku seni dan pelaku budaya secara alamiah,” ucap Yudi.

Sutradara dari pagelaran Nyanyian Indonesia, Puguh menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan secara khusus dalam pagelaran ini dengan drama tiga babak. Pertama, kata Puguh, teatrikal pembaca narasi puisi yang dipadukan dengan layar LED yang menunjukan sejarah bangsa di kongres pemuda pertama. "Dalam drama pertama ini, nantinya akan diiringi dengan lagu daerah Indonesia bagian barat," jelasnya.

Drama kedua, dilanjutkan dengan kongres pemuda kedua yang dalam bentuk teatrikal, disuguhi dengan layar LED dan baca puisi dan diiringi dengan lagu dari Indonesia bagian Timur. Di drama terakhir, seluruh hadirin yang merupakan para mahasiswa dan SMA akan membacakan sumpah pemuda. "Nantinya akan dikhususkan adanya penampilan seni dari Aceh, Bali dan Papua," jelasnya.

BERITA TERKAIT

Wakil Presiden ke-6 RI - Kesadaran Tentang Pancasila Mulai Meningkat

Try Sutrisno  Wakil Presiden ke-6 RI Kesadaran Tentang Pancasila Mulai Meningkat Jakarta - Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno menilai…

Pejabat PT Gajah Tunggal Diperiksa Soal Kasus BLBI

Pejabat PT Gajah Tunggal Diperiksa Soal Kasus BLBI NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Human Resources Director PT…

Globalisasi, Demokratisasi, Liberalisasi, dan Digitalisasi

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Empat kata yang menjadi judul tulisan ini telah menjadi realitas yang…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Shinta Bubu : 6 Juta UMKM akan Go Digital di 2020

NERACA Jakarta - Pertumbuhan E-Commerce di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun bahkan berpotensi menjadi ekonomi digital…

Menhub Sangkal Jual Aset Infrastruktur Negara

    NERACA   Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyangkal bahwa kerja sama infrastruktur transportasi dengan pihak swasta…

Kemenkeu Dapat Pinjaman Rp15,2 triliun - Kerjasama dengan JICA

      NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan dan Japan International Cooperation Agency (JICA) menandatangani dua naskah perjanjiian pinjaman…