Laba Bersih Hartadinata Tumbuh 28,4%

NERACA

Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2017, PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 95 miliar atau naik 28,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 75 miliar.”Kinerja perusahaan telah berjalan dengan baik, sesuai dengan komitmen kami untuk senantiasa memberikan nilai kepada para pemegang saham yaitu dengan menjadi perusahaan yang lebih terbuka dan profesional, memiliki landasan bisnis yang kuat dan senantiasa menerapkan good corporate governance,"kata Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk, Sandra Sunanto di Jakarta, Kamis (19/10).

Sandra menjelaskan, total pendapatan pada kuartal ketiga ini tumbuh 13,1% menjadi Rp 1,860 triliun, dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp 1,64 triliun. Pendapatan operasional berasal dari penjualan wholesale yang memberikan kontribusi 91,69%, toko milik sendiri 8,30%, dan waralaba 0,01%.”Dalam kuartal ketiga ini, kinerja perusahaan sesuai dengan apa yang kami rencanakan yang tercermin dari peningkatan penjualan yang tinggi, pembukaan banyak saluran distribusi dan toko baru, dan juga ekspansi perusahaan," tambahnya.

Selama kuartal ketiga 2017 ini, Hartadinata telah membuka 5 toko perhiasan emas baru di Bandung, Jakarta, Batam, dan Banten yang terdiri dari 5 toko ACC, yang menyasar pada kelas menengah bawah."Perusahaan juga bekerja sama dengan Matahari Department Store untuk meningkatkan daya saing dengan memasuki pasar-pasar baru dengan membuka saluran distribusi yang mudah diakses," kata Sandra.

Sebagai informasi, emiten produsen dan penyedia perhiasan emas terintegrasi di Indonesia menargetkan hingga akhir Desember tahun 2017 ini membuka minimal lima gerai lagi di Matahari Department Store yang tersebar di beberapa lokasi, setelah sebelumnya membuka gerai baru di Lippo Karawaci. Sampai akhir tahun, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan 20% dengan estimasi pendapatan dan laba perseroan tahun ini mencapai Rp2,52 triliun dan Rp124 miliar.”Kita optimis tahun ini penjualan meningkat. Di semester pertama ini kami sudah berhasil tumbuh 11% dibandingkan dengan semester pertama tahun lalu,”ujar Sandra Sunanto.

Disebutkan, perseroan membukukan penjualan yang cukup baik pada periode penjualan menjelang lebaran tahun ini. Menurutnya, penjualan selama lebaran dapat meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan dengan periode-periode biasa. Puncak penjualan terjadi pada tiga hari menjelang hari raya. HRTA memiliki empat pabrik produksi perhiasan dan memiliki jalinan hubungan dengan 600 usaha retail di seluruh Indonesia.

Selama ini, perseroan rutin melayani permintaan perhiasan emas sebanyak 100 kg hingga 150 kg per bulan. Sejalan dengan bertumbuhnya pangsa pasar perhiasan emas di dalam negeri, perseroan mengalami pertumbuhan sebesar 20%-25% setiap tahunnya.Tahun ini, target produksi perseroan sekitar 700 kg hingga 750 kg per bulan dari 600 kg per bulan pada tahun lalu.

BERITA TERKAIT

Minat Investasi Syariah di DIY Tumbuh Signifikan - Pasar Sukuk Selalu Oversubscribe

NERACA Yogyakarta - Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan tren pertumbuhan investor pasar modal syariah di daerah…

BNI Raup Laba Rp11,4 Triliun

    NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk meraup laba bersih Rp11,438 triliun pada kuartal III…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…