KPPU Hadirkan Saksi Yang Menurunkan Status Toko - Dugaan Monopoli Aqua

Dari sidang lanjutan atas dugaan pelanggaran pasal 15 ayat 3 huruf b dan pasal 19 huruf a dan b Undang Undang No 5 Tahun 1999 yang dilakukan PT Tirta Investama dan PT Balina Agung Perkasa pada Senin (16/10) lalu memanggil saksi dari pihak PT Tirta Investama produsen Aqua.Sidang dengan nomor perkara 22/KPPU-L/2016 dipimpin langsung oleh Ketua Tim Majelis R Kurnia Sya’ranie bertempat di kantor KPPU jalan Ir H Juanda no 36 Jakarta Pusat.

Pada sidang yang dilakukan Senin (16/10) lalu Majelis Hakim menghadirkan saksi bernama Didin Sirodjudin,Distribution And Relation Manager,PT Tirta Investama produsen Aqua. Dalam sidang kali ini ada komunikasi e-mail yang dibuat saksi, terkait adanya laporan dari Sulistiyo Pramono (Key Account Executive) dan informasi dari Ibu Erir.

Majelis Hakim KPPU perlu menghadirkan saksi Didin Sirodjudin terkait penurunan status Toko Vanny alias Cuncun milik Yatim Agus Prasetyo dari Star Outlet menjadi Whole Seller. Di mana sebelum terjadi penurunan terdapat surat email yang melibatkan namanya. Dalam kesaksiannya,Didin Sirodjudin ketika ditanya oleh Tim Investigator apakah bawahan saksi pernah mendegradasi toko Vanny alias Cuncun?

Didin mengaku tidak memiliki kewenangan untuk menurunkan toko dari SO ke WS. Akan tetapi dari bukti-bukti surat email, di situ tertulis, Didin ikut berperan dalampenurunan status toko Vanny alias Cuncun milik Yatim Agus Prasetyo. Di mana Didin memforward email kepada Lutfi atasannya yang dikirim dari Sulistiyo Pramono kepada dirinya pada tanggal 17 Mei 2016. Mulanya email dari Sulistiyo Pramono tidak sampai karena alamat emailnya salah. Setelah berkomunikasi barulah dikirim ulang.

Setelah dikirim ulang inilah Didin lalu memforward kepada atasannya pada tanggal 24 Mei 2016. Isi email tersebut agar Toko Cuncun membeli produk dengan harga Ws sebab statusnya sudah diturunkan dari SO menjadi WS. Menurut Arnold Sihombing. Ketua Tim Investigator, saksi mempunyai peran dalam degradasi

Ketika ditanya bahwa diduga kebijakan degradasi yang dilakukan oleh PT Balina harus didukung semua element Arnold membenarkan.“Saksi menindaklanjuti keinginan Sulistiyo pramono dengan ikut meligitimasi keinginan degradasi dengan membuat email lanjutan ke PT Balina ,tentunya PT Balina makin yakin harus ada degradasi karena sudah terkonfirmasi oleh DRM Aqua yang menjadi atasan Sulistiyo Pramono (KAE).,” kata Arnold.

Melesatnya penjualan Le Minerale menggelisahkan pihak Aqua dan melakukan berbagai cara untuk menghambatnya dari mulai melarang memajang Le Minerale,melarang jual Le Minerale sampai ancaman penurunan status SO seperti kesaksian banyak toko dalam persidangan sebelumnya. Menurut Arnold diduga ada upaya mengarahkan persoalan ke arah permasalahan pribadi. Akan tetapi. Arnold yakin, Majelis Hakim paham apa yang menjadi pokok perkara.“Bahwa ini bukan semata-mata kebijakan oknum Sulistiyo Pramono tapi telah diketahui oleh jajaran TIV produsen Aqua di level Depo,’ tegas Arnold.

BERITA TERKAIT

Erajaya Agresif Ingin Buka 250 Toko di 2018

      NERACA   Jakarta - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) secara agresif akan membuka gerai sebanyak 250 toko…

KPK Panggil Dua Saksi Korupsi Dermaga Sabang

NERACA   Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua saksi korupsi pembangunan Dermaga Sabang, Aceh tahun 2006-2010 dengan tersangka…

First Media Optimalkan Jaringan Yang Ada - Diproyeksikan Masih Merugi

NERACA Jakarta - Kerjasa keras PT First Media Tbk (KBLV) untuk menekan efisiensi masih berlanjut di tahun ini karena derita…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Bangun Kampung Investor di Bengkulu

Dalam rangka memasyarakatkan pasar modal atau mendorong minat masyarakat berinvestasi di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana membangun…

Laba Bersih Acset Indonusa Tumbuh 27,14%

Di kuartal pertama 2018, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) mencatat kenaikan laba bersih 27,14% menjadai Rp 38,92 miliar dibandingkan priode…

BEI Targetkan 2000 Investor di Sulawesi Utara

Sepanjang tahun ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Utara (Sulut) menargetkan sebanyak 2.000 investor.”Kami cukup optimis target investor ini…