KPK Apresiasi Pemkot Medan Fasilitasi Workshop

KPK Apresiasi Pemkot Medan Fasilitasi Workshop

NERACA

Medan - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Medan, Sumatera Utara, karena telah memfasilitasi penyelenggaraan Workshop Replikasi Aplikasi E-Perencanaan sebagai bagian dari rencana aksi pencegahan korupsi terintegrasi yang digagas lembaga antirasuah tersebut.

"Apresiasi kami sampaikan kepada Pemkot Medan yang telah memfasilitasi penyelenggaraan Workshop Replikasi Aplikasi E-Perencanaan. Kami harapkan kegiatan ini dapat membantu masing-masing daerah yang mengikutinya dalam upaya mencegah tindak pidana korupsi," kata penasihat KPK Budi Santoso di Medan, Kamis (19/10).

Apresiasi itu ia sampaikan saat menghadiri Workshop Replikasi Aplikasi E-Perencanaan gelombang kedua di Balai Kota Medan yang diikuti 12 kota/kabupaten dari Sumatera Utara dan Sulawesi Tengah.

Kemudian dia juga mengatakan ada lima mandat yang diberikan UU kepada KPK dalam menjalan tugasnya yakni koordinasi, supervisi, penindakan, pencegahan dan monitoring. Dari kelima mandat tersebut, tugas penindakan yang selama ini paling mencuat di tengah masyarakat. Padahal empat tugas lagi, tidak kalah pentingnya dari tugas penindakan yang dilaksanakan KPK dalam upaya pencegahan korupsi tersebut.

Seperti Workshop Replikasi Aplikasi E-Perencanaan yang tengah dilaksanakan ini bilang Budi, merupakan gabungan dari tiga tugas KPK dalam koordinasi, supervisi dan pencegahan (korsupgah)."Korsupgah ini penting dan harus terus dilakukan secara berkelanjutan sebab penindakan yang selama ini kita lakukan secara terus menerus tidak efektif mencegah korupsi. Untuk itulah tugas penindakan harus dibarengi dengan pencegahan," ujar dia.

Namun upaya pencegahan yang dilakukan KPK sebelumnya, kata dia, hanya sebatas sosok figur pejabat atau kepala daerah saja. Hasilnya juga kurang efektif, terbukti tetap saja ada pejabat maupun kepala daerah yang kena Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Untuk itu, sejak 2015, KPK membantu pemerintah daerah untuk mencegah korupsi, salah satunya dengan membangun sistem seperti aplikasi E-Perencanaan yang diharapkan dapat membantu masing-masing daerah mencegah korupsi.

"Itu sebabnya Tim Korsupgah KPK terus melakukan pendampingan guna membangun sistem dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Kepada seluruh peserta yang mengikuti workshop ini kami harapkan dapat mempersiapkan mental dengan merubah mindset untuk siap menghindari korupsi," kata dia. Ant

BERITA TERKAIT

KPK Temukan Ketidaksesuaian Keterangan Saksi Lippo Group

KPK Temukan Ketidaksesuaian Keterangan Saksi Lippo Group NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan adanya ketidaksesuaian keterangan saksi dari…

Pimpinan Persoalkan Legalitas WP KPK Dalam Gugatan

Pimpinan Persoalkan Legalitas WP KPK Dalam Gugatan NERACA Jakarta - Pimpinan KPK mempersoalkan legalitas Wadah Pegawai (WP) KPK yang menggugat…

Asda I Pemkot Sukabumi Apresiasi Masyarakat Atas Tingginya Pemahaman Produk Hukum - Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi Gencar Penyuluhan Hukum

Asda I Pemkot Sukabumi Apresiasi Masyarakat Atas Tingginya Pemahaman Produk Hukum Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi Gencar Penyuluhan Hukum NERACA…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Idrus Bantah Terima Uang untuk Keperluan Umrah

Idrus Bantah Terima Uang untuk Keperluan Umrah NERACA Jakarta - Mantan Menteri Sosial Idrus Marham (IM) membantah menerima 50.000 dolar…

Setujui Skema Restrukturisasi, Kominfo Pastikan Tak Cabut Izin Frekuensi Bolt dan First Media

Setujui Skema Restrukturisasi, Kominfo Pastikan Tak Cabut Izin Frekuensi Bolt dan First Media NERACA Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika…

KPK Temukan Indikasi Kebocoran Pajak Batu Bara

KPK Temukan Indikasi Kebocoran Pajak Batu Bara NERACA Samarinda - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menemukan indikasi kebocoran pajak penjualan…