ATM Disebut Kembali Jadi Serangan Malware Cutlet Maker

Para ahliKaspersky Labtelah menemukansebuahmalware yang menargetkan ATMdandijual secarabebasdi pasargelapDarkNet. Cutlet Maker terdiri dari tiga komponen dan memungkinkan ATM‘memuntahkan’ uangjika penyerang bisa mendapatkan akses fisik ke mesin. Alat bantu yang memungkinkan penjahat mencuriuang tersebutdijual hanyaseharga5000 dolar dan dilengkapi dengan panduanlangkah-langkah penggunaan untukpenggunanya.

ATM terus menjadi target yang menguntungkan bagi para penjahat siber, yang menggunakan berbagai metode untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Sementara beberapa pelaku kejahatan mengandalkan metode destruktif secara fisik melalui penggunaan alat pemotong logam, yang lain memilih infeksi malware, yang memungkinkan mereka memanipulasi mesin ATM dari dalam.

Unggahan terbuka oleh penjual malware, yang ditemukan para peneliti, tidak hanya berisi deskripsi tentang malware dan petunjuk tentang cara mendapatkannya, namun juga memberikan panduan langkah-demi-langkah terperinci tentang cara menggunakan malware dalam serangan, dengan instruksi dan tutorial video. Menurut hasil penelitian, toolkit malware terdiri dari tiga elemen:

Cutlet Maker software, yang berfungsi sebagai modul utama untuk berkomunikasi dengan dispenser ATM Program c0decalc,dirancang untuk menghasilkan kata sandi agar bisa menjalankan aplikasi Cutlet Maker dan melindunginya dari penggunaan yang tidak sah. Aplikasi stimulator,yang menghemat waktu bagi penjahat siber dengan mengidentifikasi status daricassetteATM.Dengan memasang aplikasi ini, penyusup menerima informasi yang tepat mengenai nilai mata uang, nilai dan jumlah uang di setiapcassette, jadi dapat memilih mana yang berisi jumlah paling besar, alih-alih secara membabi buta menarik uang tunai satu per satu.

Tidak diketahui siapa aktor yang berada di balik malware ini. Namun, kemungkinan asal penjual perangkat jika ditelisik dari bahasa, tata bahasa dan kesalahan dalam penulisan bahasa menunjukkan fakta bahwa mereka bukan penutur asli bahasa Inggris.

"Cutlet Maker, tidak membutuhkan pengetahuan tingkat lanjut ataupun keterampilan komputer profesional dari para pelaku kejahatan, berhasil mengubah aksi peretasan ATM dari operasi siber ofensif yang canggih menjadi sebuah aksi illegal yang sangat mudah untuk mendapatkan uang dan tersedia bebas bagi siapa saja yang memiliki beberapa ribu dolar untuk membeli perangkat lunak jahat tersebut. Hal ini berpotensi menjadi ancaman berbahaya bagi lembaga keuangan. Tetapi yang lebih penting adalah saat beroperasi, Cutlet Maker dapat berinteraksi dengan perangkat lunak dan perangkat keras ATM, hampir tidak menemui hambatan keamanan sama sekali. Hal ini harus diubah agar mesin ATM bisa terlindungi," ungkap Konstantin Zykov,security researcherdi Kaspersky Lab.

Untuk melindungi ATM dari serangan yang menggunakan alat berbahaya seperti Cutlet Maker serta memberikan keamanan fisik yang dapat diandalkan untuk ATM, para ahli Kaspersky Lab menyarankan tim keamanan lembagai keuangan untuk melakukan hal berikut ini:

Melaksanakan kebijakan default-reject yang ketat untuk mencegah perangkat lunak yang tidak sah berjalan di ATM. Aktifkan mekanisme kontrol perangkat untuk membatasi koneksi dari perangkat yang tidak berwenang ke ATM. Gunakan solusi keamanan yang disesuaikan untuk melindungi ATM dari aksi serangan malware Cutlet Maker.

BERITA TERKAIT

KPK Panggil Kembali Pengusaha Adiguna Sutowo

KPK Panggil Kembali Pengusaha Adiguna Sutowo NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil kembali pengusaha Adiguna Sutowo dalam penyidikan…

BEI Kembali Perdagangkan Saham TAXI

NERACA Jakarta – Setelah sempat disuspensi lantaran penundaan bayar obligasi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya membuka suspensi saham PT…

100 Bank akan Terbitkan Kartu ATM/Debit Logo Garuda Merah

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menargetkan 100 bank akan menerbitkan kartu ATM/debit dengan logo Gerbang Pembayaran…

BERITA LAINNYA DI TEKNOLOGI

Pemerintah Pastikan Tidak Bocorkan Data Registrasi Prabayar

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara membantah tuduhan mengenai pemerintah membocorkan data pelanggan seluler yang melakukan registrasi kartu SIM prabayar.…

Oppo Hadirkan Smartphone Teranyarnya Seri Oppo F7

    Oppo menghadirkan Smartphone terbarunya, Oppo F7, dalam acara peluncuran yang digelar di Mumbai, India. Oppo F7 memiliki fitur…

Huawei Resmi Rilis Huawei P20 dan Huawei P20 Pro

Setelah cukup lama dinanti, produsen smartphone asal Tiongkok--Huawei--merilis flagship smartphone terbarunya, Huawei P20 dan Huawei P20 Pro. Peluncurannya dilakukan di…