BEI Pertegas Kepemilikan Investor Aman - Ramai Emiten Delisting

NERACA

Jakarta – Sikap tegas PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam memberikan sanksi delisting atau penghapusan paksa dari papan pasar modal bukan sekedar gertak sambel. Pasalnya, pihak BEI telah mengumumkan beberapa emiten yang dipastikan delisting pada perdagangan saham Kamis (19/10). Salah satu diantaranya, saham PT Citra Maharlika Nusantara Corpora Tbk (CPGT) yang tidak lagi tercatat di BEI.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (18/10), BEI menyebutkan telah telah menghentikan sementara perdagangan efek PT Citra Maharlika Nusantara Corpora Tbk (CPGT) yang sedang dalam pailit sejak 28 April 2017. BEI mempertimbangkan status CPGT yang telah dijatuhkan pailit serta harta pailit Citra Maharlika dalam keadaan insolvensi.”Bursa memutuskan penghapusan pencatatan efek PT Citra Maharlika Nusantara Corpora Tbk (CPGT) dari Bursa Efek Indonesia efektif sejak tanggal 19 Oktober 2017," ungkap Vera Florida, PH Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 dan Eko Siswanto, Kepala Divisi Operasional Perdagangan BEI.

Selain itu, kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat, BEI juga berencana menghapus pencatatan saham alias delistingempat emiten di tahun ini. Selain saham PT Inovisi Infracom Tbk (INVS), BEI akan mengeluarkan secara paksa dua saham lain. "Ada tiga saham yang diumumkan akan dikeluarkan dari bursa," ujarnya.

Saham lain yang akan dikeluarkan secara paksa ialah saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) dan PT Permata Prima Sakti Tbk (TKGA). Adapun saham BRAU dan TKGA akan efektif delisting pada 16 November 2017. Soal delisting INVS, lanjut Samsul, pihaknya tidak akan pernah surut meski banyak protes datang dari para pemegang saham PT Inovisi Infracom Tbk, “BEI akan melanjutkan proses delisting emiten ini. Otoritas bursa pun memastikan para investor akan tetap jadi pemegang saham walau tak lagi terdaftar di bursa,”tandasnya.

Samsul menegaskan, proses delisting saham INVS dari lantai bursa akan terus berlanjut meskipun masih banyak dana investor yang ada di dalam perusahaan. Namun, dirinya menekankan bahwa para investor tersebut akan tetap menjadi pemegang saham perusahaan.”INVS masih akan tetap jadi perusahaan publik di mana investor tetap jadi pemegang saham perusahaan. Bedanya hanya saham ini tak lagi tercatat dan diperdagangkan di bursa," papar Samsul.

Mengutip data RTI, sebanyak 60,25% total saham INVS dimiliki oleh PT Green Pine dan 5,16% dimiliki oleh Ascender International Limited. Sedangkan sebanyak 34,59% saham INVS dimiliki oleh masyarakat dengan jumlah kepemilikan di bawah 5%. Dia pun tak menutup kemungkinan bagi perusahaan untuk kembali mendaftarkan sahamnya (relisting) ke bursa. INVS bisa mencatatkan kembali saham di bursa setelah enam bulan delisting efektif diberlakukan oleh BEI.

Namun, Samsul menekankan hal tersebut bisa dilakukan jika perusahaan punya itikad baik untuk memperbaiki kondisi perusahaan dan memenuhi ketentuan-ketentuan yang ada di bursa. Adapun BEI berencana untuk menghapus pencatatan saham INVS dari bursa per tanggal 23 Oktober 2017 atau pekan depan. Keputusan delisting ini diambil karena perdagangan saham ini sudah disuspensi oleh bursa selama lebih dari dua tahun. Otoritas bursa pun melihat perusahaan belum menunjukkan upaya dari perusahaan untuk memperbaiki diri demi keluar dari suspensi.

BERITA TERKAIT

Pemkot Bandung Pastikan Ketersediaan Pangan Aman

Pemkot Bandung Pastikan Ketersediaan Pangan Aman NERACA Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan ketersediaan pangan hingga akhir periode tahun…

Investor Saham di Babel Tumbuh Signifikan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Pangkalpinang mencatat, jumlah investor pasar modal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami…

Lagi, SMI Rilis Obligasi Rp 10 Triliun di 2018 - Diminati Investor Asing

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan surat utang atau obligasi di pasar modal, rupanya dirasakan belum cukup bagi PT Sarana Multi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Sertifikasi ISO 27001 - XL Tingkatkan Keamanan Data Pelanggan

NERACA Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil meraih sertifikasi ISO 27001 sebagai standar baku penerapan Information Security…

Investor Saham di Babel Tumbuh Signifikan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Pangkalpinang mencatat, jumlah investor pasar modal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami…

Renuka Targetkan Ekspor Tambang di 2018

Keyakinan membaiknya harga batu bara di tahun depan, menjadi harapan PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) bila pasar batu bara kembali meningkat.…