Schroder Gandeng Bareksa Jual Reksadana - Bidik Generasi Milenial

NERACA

Jakarta – Memidik investor potensial dari kalangan anak muda atau lebih dikenal generasi milenial dalam penetrasi produk investasi pasar modal, PT Schroder Investment Management Indonesia menggandeng Bareksa dalam rangka mempermudah akses masyarakat Indonesia berinvestasi.”Kerja sama ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat Indonesia berinvestasi guna menunjang program edukasi dan inklusi keuangan yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," ujar Direktur Utama Schroder Investment Management Indonesia, Michael Tjoajadi di Jakarta, Rabu (18/10).

Dia mengemukakan bahwa Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan jumlah masyarakat kelas menengah terbesar. Riset Bank Pembangunan Asia (ADB) menyebut jumlah populasi masyarakat kelas menengah di Indonesia dalam periode 2020-2030 hanya kalah dari Tiongkok dan India.”Pada tahun 2020, generasi milenial (generasi yang lahir antara tahun 1980-an sampai 2000-an) akan berada pada rentang umur 20-40 tahun yang merupakan usia produktif," paparnya.

Dalam perkembangannya, lanjut dia, generasi milenial tumbuh bersamaan dengan teknologi internet. Hal ini mendorong internet menjadi menjadi kebutuhan pokok tidak hanya dari sisi entertainment melainkan juga pemenuhan kebutuhan finansial.”Generasi milenial itu sudah terbiasa berbelanja secara online dengan transaksi cashless," katanya.

Michael Tjoajadi menyampaikan salah satu perusahaan riset global, Roubini ThoughtLab menyebutkan saat ini perusahaan investasi global tidak lagi bersaing dengan sesama perusahaan finansial tetapi dengan perusahaan teknologi.”Schroder sebagai manajer investasi pun mulai melirik teknologi digital untuk menyasar para generasi milenial ini melalui kerja sama dengan Bareksa.com, sebagai penyedia platform marketplace reksadana online," jelasnya.

CEO Bareksa.com, Ady Pangerang mengatakan dengan masuknya reksadana Schroders di Bareksa, maka semakin bervariasi produk yang tersedia bagi masyarakat berinvestasi, dan diharapkan dapat semakin menggairahkan semangat investasi di kalangan milenial.”Schroders memilih partner yang tepat untuk menjangkau generasi milenial, karena 78% nasabah Bareksa berada dalam rentang umur 19-35 tahun dengan profesi mulai dari pelajar, professional muda, entrepreneur dan lainnya," paparnya.

Sebagai pemegang lisensi APERD (Agen Penjual Efek Reksadana), lanjut dia, Bareksa pun menjamin produk-produk yang ditawarkan melalui marketplace reksa dana online Bareksa.com diawasi dan diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kemudian masih dalam rangka memberikan kemudahan berinvestasi, Bareksa berencana membuat platfrom digital produk obligasi. Lagi-lagi target pasar untuk platform ini adalah generasi milenial.

Presiden Direktur Bareksa, Karaniya Dharmasaputra menjelaskan, kesempatan masyarakat untuk ikut berinvestasi di surat utang negara (SUN) harus dikembangkan. Pasalnya, masyarakat masih awam dan susah kalau mau beli bonds. Menurut dia, pembeli obligasi saat ini masih bergantung pada distribusi bank, sementara pemerintah ingin bisa lebih banyak masyarakat yang bisa investasi di surat utang. "Pemerintah lihat yang terjadi di reksadana, bagaimana teknologi bisa mendemokratisasi reksadana. Ini yang lagi dicoba untuk obligasi," jelas Karaniya.

Dia melanjutkan, Bareksa telah ditunjuk oleh Kementerian Keuangan untuk mengembangkan platform digital tersebut. Rencananya, pada kuartal pertama tahun depan, platform perdagangan obligasi ini bisa siap.

BERITA TERKAIT

Pizza Hut Targetkan Buka 60 Gerai Baru - Bidik Dana IPO Rp 81589 Miliar

NERACA Jakarta – Penetrasi pasar lebih luas lagi, PT Sarimelati Kencana Tbk (Persero) selaku pemilik jaringan gerai Pizza Hut di…

Chitose Targetkan Penjualan Rp 387 Miliar - Bidik Proyek Pemerintah

NERACA Jakarta – Memanfaatkan beberapa proyek pemerintah di sektor pendidikan dan kesehatan yang kenaikan anggaran yang cukup besar, emiten produsen…

Trisula Textile Bidik Penjualan Tumbuh 8%

NERACA Jakarta - Emiten garmen dan pakaian jadi, PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) pada tahun 2018 menargetkan penjualan meningkat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Bangun Kampung Investor di Bengkulu

Dalam rangka memasyarakatkan pasar modal atau mendorong minat masyarakat berinvestasi di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana membangun…

Laba Bersih Acset Indonusa Tumbuh 27,14%

Di kuartal pertama 2018, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) mencatat kenaikan laba bersih 27,14% menjadai Rp 38,92 miliar dibandingkan priode…

BEI Targetkan 2000 Investor di Sulawesi Utara

Sepanjang tahun ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Utara (Sulut) menargetkan sebanyak 2.000 investor.”Kami cukup optimis target investor ini…