Pelaku Pasar Butuh Kepastian Hukum - Berpotensi Merugikan Investor

NERACA

Jakarta – Kepastian hukum bagi pelaku usaha merupakan hal yang penting dalam keberlangsungan usaha dan begitu juga halnya dengan dunia investasi, termasuk di pasar modal. Berangkat dari persoalan tersebut, Masyarakat Investor Sekuritas Indonesia (MISSI) berharap langkah penegakan hukum yang melibatkan sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) segera diselesaikan, sehingga memberikan kepastian hukum dan investasi kepada para investor di pasar modal.

Ketua MISSI Sanusi mengatakan, semakin lama proses hukum berlangsung, ribuan investor akan dirugikan dan iklim investasi di pasar modal bisa memburuk. Padahal dalam banyak kasus, investor tidak tahu menahu seputar kasus hukum yang terjadi pada emiten.”Kami sangat mendukung penegakan hukum. Namun, terkait masalah yang melibatkan emiten, aparat penegak hukum harus dapat memberikan kepastian terhadap proses hukum yang berlaku. Jangan digantung dan terus beropini, kasihan investornya,”ujarnya di Jakarta, Rabu (18/10).

Saat ini beberapa emiten sedang menghadapi proses hukum, seperti PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN) yang menghadapi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dan PT Nusa Kontruksi Enjiniring Tbk (NKE) yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi korporasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sementara PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), anak usahanya yaitu PT Indo Beras Utama, sedang menghadapi masalah hukum di Bareskrim Polri terkait penjualan beras premium.

Akibat kasus hukum yang terjadi, harga saham emiten-emiten tersebut mengalami koreksi yang cukup besar sehingga ribuan investor, baik ritel, dana pensiun dan asuransi merugi hingga ratusan miliar rupiah. Sanusi menambahkan, percepatan penanganan kasus hukum yang melibatkan emiten akan mengurangi potensi kerugian investor, apalagi secara fundamental, perusahaan-perusahaan yang sedang menghadapi masalah hukum itu memiliki kinerja yang baik.”Ada ribuan investor yang berinvestasi di saham seperti NKE dan AISA. Kedua emiten itu selama ini memiliki kinerja dan rekam jejak yang bagus,”tuturnya.

Sanusi juga menilai beberapa emiten terlihat proaktif untuk segera menyelesaikan masalah dan mendapatkan kepastian hukumnya. Contohnya NKE yang sudah melakukan iktikad baik dengan menyerahkan uang titipan sebesar Rp39 miliar kepada KPK.”Semua korporasi ini yang terlibat masalah hukum mempekerjakan ribuan orang, melibatkan banyak stakeholder seperti ribuan investor, mitra kerja, kreditur dan juga partner. Jangan sampai ketidakpastian hukum malah mematikan perusahaan sehingga memberi dampak negatif kepada para stakeholder," tegasnya.

Ketua Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal, Indra Safitri menyatakan, KPK harus berhati-hati dalam menangani kasus korupsi PT NKE. Menurut dia, sebagai perusahaan terbuka, status hukum tersangka dari KPK dapat mempengaruhi kondisi finansial perusahaan sehingga dapat mengancam kepastian usaha dan nasib para karyawan.

BERITA TERKAIT

Pemerintah dan Pelaku Usaha Harus Sinergi Amankan Harga Pangan - Jelang HBKN

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan para pelaku usaha untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan…

Pusat Kawasan Produksi dan Pasar

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Apakah ini yang akan kita bentuk sebagai episentrum kedigdayaan ekonomi Indonesia…

Sido Muncul Agresif Perkuat Pasar Ekspor - Genjot Penjualan Jamu

NERACA Jakarta – Ambisi menguasai pasar Asia adalah target besar PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) yang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perempuan Harus Melek Investasi Saham

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perempuan melek investasi untuk masa depan keluarga yang lebih baik melalui kegiatan pameran pasar…

Adi Sarana Bukukan Laba Rp 41,09 Miliar

Perusahaan rental mobil, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mencatatkan pendapatan di kuartal satu 2018 sebesar Rp 450,83 miliar atau…

Gelar IPO,Madusari Bakal Lepas Saham 30%

Bila tidak ada aral melintang, tahun ini PT Madusari Murni Indah Tbk bakal mencatatkan saham perdananya di pasar modal. Perusahaan…