Rifan Financindo Berjangka Optimis Tercapai - Targetkan Transaksi 500 Ribu Lot

NERACA

Surabaya - Meskipun Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) memangkas target transaksi 30% lantaran kondisi ekonomi yang masih lesu, rupanya tidak mempengaruhi target transaksi PT Rifan Financindo Berjangka hingga akhir tahun ini sebanyak 500.000 lot. Perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan berjangka tersebut optimistis target akan tercapai mengingat hingga pertengahan Oktober ini, transaksi sudah mencapai 428.935 lot.

Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka, Teddy Prasetya mengatakan, jumlah nasabah di perusahaan tersebut mencapai 1.557 nasabah, naik dibanding akhir tahun lalu sebanyak 1.134 nasabah. Dari jumlah itu, nasabah yang berasal dari Surabaya sebanyak 600 nasabah. Hingga akhir tahun ini diproyeksikan naik menjadi 800 nasabah.”Baik jumlah nasabah dan jumlah transaksi tiap tahun terus bertambah. Tahun lalu transaksi kami hanya sekitar 312.501 lot dan saat ini sudah mencapai 428.935 lot,” ujarnya di Surabaya, kemarin.

Dari total transaksi, imbuhnya, komoditas emas yang paling banyak diperdagangkan. Hal ini karena emas sudah cukup dikenal masyarakat. Masyarakat juga terus memantau pergerakan harga logam mulia tersebut. Di sisi lain, harga emas juga terus mengalami kenaikan tiap tahun.”Kami terus melakukan edukasi ke masyarakat terkait pilihan dalam berinvestasi. Berinvestasi di perdagangan berjangka menjadi salah satu pilihan,” katanya.

Pihaknya mengaku terus melakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat terkait pentingnya berinvestasi di perdagangan berjangka. Saat ini PT Rifan Financindo Berjangka menggandeng dunia pendidikan melaiui kerja sama dengan beberapa kampus di Indonesia. Program ini dinamakan Futures Trading Learning Center (FTLC). Saat ini, FTLC telah hadir di 20 kampus terkemuka di tanah air. Salah satunya Universitas Sriwiiaya (Unsri), Sumatera Selatan. “Dalam waktu dekat, FTLC akan dibuka di kampus negeri dan swasta di Surabaya, Jakarta dan Bali,”jelasnya.

Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta, Stephanus Paulus Lumintang menambahkan, industri perdagangan berjangka komoditi (PBK) yang ada, beroperasi di bawah UU Nomor 32 tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. Perdagangan ini berkaitan dengan jual beli komoditi berdasarkan Kontrak Berjangka dan Opini atas Kontrak Berjangka. Perdagangan berjangka dilakukan di Bursa Berjangka, yang memperdagangkan Kontrak Berjangka sebagai komoditi. “Tentunya, berinvestasi di PBK lebih aman dari penipuan berkedok investasi yang masih marak saat ini,”tuturnya. (sin/bani)

BERITA TERKAIT

Menpar Targetkan Cross Border Sumbang 20 Persen Kunjungan Wisman di 2019

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya akan meningkatkan potensi pariwisata perbatasan (cross border tourism) di tahun 2019 dalam upaya mencapai target…

Nilai Transaksi Pameran Koperasi Lebak Rp3,4 Miliar

Nilai Transaksi Pameran Koperasi Lebak Rp3,4 Miliar NERACA Lebak - Nilai transaksi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dalam pameran…

Tren IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan - Sentimen Transaksi Berjalan

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan Kamis (8/11) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup kembali menguat seiring dengan harapan positif…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BSDE Serap Belanja Modal Rp 2,4 Triliun

NERACA Jakarta - Selain penjualan tumbuh 12% di kuartal tiga 2018, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) juga mengungkapkan telah…

Laba Bersih Tower Bersama Turun 4,10%

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencetak laba bersih yang didistrisbusikan kepada entitas induk di kuartal III 2018 sebesar Rp…

PGN Bukukan Untung Rp 3,21 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2018, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) membukukan pertumbuhan laba melesat tajam 122,79%. Dimana…