Mencegah Diare Dengan ASI Pada Balita

Pemberian ASI pada bayi hingga usia 6 bulan, dapat menyelamatkan sekitar 1,5 juta bayi per tahun dari 55% kematian pada bayi, akibat penyakit diare dan infeksi saluran napas akut akibat cara menyusui yang tidak tepat.

Neraca. Setiap orang tua yang memiliki bayi pasti menginginkan sang buah hati selalu dalam keadaan sehat sehingga bisa tumbuh maksimal untuk itu bayi memerlukan Asi dari ibunya, selain baik untuk kesehatan si bayi juga sangat baik untuk pertumbuhan si buah hati.

Namun bahaya diare atau gastroenteritis (GE) tetap menjadi ancaman, terlebih dimusim penghujan saat ini. Diare adalah suatu infeksi usus yang menyebabkan keadaan feses bayi encer dan/atau berair, dengan frekuensi lebih dari tiga kali perhari, dan kadang disertai muntah yang berlangsung singkat, namun diare bisa berlanjut hingga sepuluh hari pada banyak kasus.

Pada tahun 2001 WHO dan UNICEF telah merekomendasikan kalaum pemberian ASI eksklusif untuk sang buah hati selama enam bulan pertama hidup bayi adalah yang terbaik. ASI juga banyak mengandung zat yang sangat spesifik (termasuk zat-zat gizi berkualitas tinggi) yang dipersiapkan oleh Ibu dalam memenuhi kebutuhan pertumbuhan serta perkembangan untuk kecerdasan sang bayi.

Upaya menyusui optimal bagi kesehatan anak dan pertumbuhannya adalah memberikan ASI dalam beberapa jam setelah melahirkan, ASI eksklusif selama enam bulan, memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) pada waktunya dengan makanan yang tepat, serta meneruskan memberikan ASI sampai umur dua tahun atau lebih.b ayi yang diberikan ASI secara eksklusif lebih jarang mengalami diare atau mengalami kematian akibatnya, dibandingkan bayi yang tdak mendapatkan ASI, atau mendapatkan ASI tidak eksklusif dan memberikan ASI juga melindungi bayi dari risiko alergi, dan infeksi lain seperti pneumonia.

Diare merupakan penyakit yang lazim ditemui pada bayi maupun anak-anak. Menurut WHO, diare merupakan buang air besar dalam bentuk cairan lebih dari tiga kali dalam satu hari, dan biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih.

Terkadang orang tua kerap bertanya-tanya apakah bayinya mengalami diare pada anak-anak, konsistensi tinja lebih diperhatikan daripada frekuensi BAB, hal ini dikarenakan frekuensi BAB pada bayi lebih sering dibandingkan orang dewasa, bisa sampai lima kali dalam sehari frekuensi BAB yang sering pada anak belum tentu dikatakan diare apabila konsistensi tinjanya seperti hari-hari pada umumnya.

Seorang ibu dapat mengetahui kapan anaknya terkena diare, dan bergantung pada situasi anak. Diare dapat menyebabkan seseorang kekurangan cairan penyebab diare bermacam-macam, diantaranya infeksi (bakteri maupun virus) maupun alergi makanan (khususnya susu atau laktosa).

Diare pada anak harus segera ditangani karena bila tidak segera ditangani, diare dapat menyebabkan tubuh dehidrasi yang bisa berakibat fatal, diare dapat menyebabkan seseorang kekurangan cairan sementara itu penyebab diare bermacam-macam, diantaranya infeksi (bakteri maupun virus) maupun alergi makanan (khususnya susu atau laktosa). Diare pada anak harus segera ditangani karena bila tidak segera ditangani, diare dapat menyebabkan tubuh dehidrasi yang bisa berakibat fatal.

Ketika diare, makanan dan cairan lewat terlalu cepat atau terlalu banyak atau keduanya cairan yang ada dalam tubuh tidak cukup diserap pada saat itu usus besar mungkin mengalami gangguan atau peradangan sehingga membuatnya tidak mampu menyerap cairan tubuh secara normal.

Sejumlah faktor yang menyebabkan antara lain Virus. Virus yang biasanya menyebabkan diare adalah Norwalk virus, cytomegalovirus, viral hepatitis dan herpes simplex virus, Rotavirus adalah penyebab paling umum yang dapat menyebabkan diare akut pada anak-anak.

Virus penyebab diare dapat menyebar dengan mudah bakteri dan parasit. makanan atau air yang terkontaminasi juga dapat membawa bakteri dan parasit mudah masuk ke dalam tubuh, sedangkan untuk Obat ada beberapa obat yang dapat menyebabkan diare.

Obat yang paling umum menjadi penyebab diare adalah antibiotik, antibiotic dapat membunuh baik itu bakteri baik maupun bakteri jahat dan akan menyebabkan ketidakseimbangan bakteri pada usus pencernaan anak anda. Sebagai tambahan, tanda dan gejala lain seperti mual dan muntah dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau parasit Infeksi ini terkadang menyebabkan darah pada tinja dan demam.

Setiap orang pernah mengalami diare sekali atau beberapa kali dalam hidupnya. tinja yang encer dan kejang pada perut adalah karakteristik diare akut yang biasanya hilang dalam waktu dua hari, diare kronis adalah diare yang membutuhkan waktu lebih lama untuk hilang daripada diare akut, umumnya lebih dari empat minggu, diare ini dapat menjadi tanda penyakit serius seperti inflammatory bowel disease atau kondisi yang lebih ringan seperti irritable bowel syndrome.

Diare dapat disebabkan hilangnya air dan garam dalam jumlah yang besar pada banyak kasus, diare hilang dengan sendirinya tanpa dilakukan pengobatan, tapi segera temui dokter anda jika diare anda berlangsung dalam waktu yang lama, jika anda menjadi dehidrasi atau jika ada darah pada tinja anak anda.

Related posts