Mendongkrak Literasi dan Inklusi Keuangan dengan "Membumikan" Asuransi

Mendongkrak Literasi dan Inklusi Keuangan dengan "Membumikan" Asuransi

NERACA

Jakarta - Hasil riset Otoritas Jasa Keuangan pada 2016 menyebut bahwa indeks literasi mencapai 29,66% dan indeks inklusi keuangan sebesar 67,82%. Hal ini menunjukkan pentingnya edukasi masyarakat Indonesia secara terus-menerus agar memahami akan pentingnya berasuransi yang merupakan bagian dari inklusi keuangan.

Ketua Panitia Hari Asuransi 2017, Wahyu Wibowo mengatakan, pihaknya memiliki misi untuk meningkatkan jumlah pemegang polis di kalangan masyarakat yang memiliki perlindungan asuransi jiwa di semua segmen pasar.

"Kami ingin agar seluruh lapisan masyarakat di Tanah Air bisa terproteksi oleh asuransi. Mulai dari nelayan, petani, pedagang hingga pengusaha bisa tenang hatinya karena jika ada risiko yang menimpa mereka. Baik diri sendiri, keluarga sampai harta benda, sudah di-cover asuransi yang memberikan santunan atau ganti rugi," kata Wahyu di Jakarta, Selasa (17/10).

Untuk itu, ia melanjutkan bahwa tahun ini industri asuransi menggelar perayaan Hari Asuransi yang diadakan tiap 18 Oktober di kota Padang, Sumatera Barat.

Tema Hari Asuransi 2017 adalah "Indonesia Berasuransi" dengan mengangkat sub tema Cerdas, Sejahtera, Mandiri. Tema tersebut ingin menggambarkan tujuan bersama untuk dapat meningkatkan pemahaman asuransi, khususnya mendongkrak literasi dan inklusi keuangan dalam mendorong ketersediaan akses serta layanan keuangan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

"Perayaan Hari Asuransi ini akan digelar di dua kota. Jakarta pada awal bulan November, dan puncaknya, di Padang tanggal 9-10 Desember 2017," terang Wahyu.

Alasan dipilihnya Padang karena merupakan kota yang memiliki pertumbuhan tingkat literasi dan edukasi asuransi cukup besar. Bahkan, Padang juga memiliki banyak pekerja kreatif, pedagang, pekerja seni, dan budaya yang tentunya memerlukan inklusi keuangan.

Selain memberikan edukasi, Wahyu menambahkan, pihaknya juga ingin meningkatkan jumlah pemegang polis, kemandirian ekonomi masyarakat dari musibah yang menimpa.

Tak hanya itu, membuka lapangan pekerjaan bagi usia produktif sebagai tenaga pemasar, memperkenalkan asuransi mikro kepada masyarakat, khususnya para pedagang, dan yang tak kalah pentingnya, meningkatkan pengetahuan memgenai life and financial planning. Mohar

BERITA TERKAIT

Jasindo Telah Layani Asuransi untuk 47.755 Nelayan - Sulawesi Selatan

    NERACA   Makasar - PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo telah mengasuransikan dalam kurun tahun 2017 sebanyak…

Transformasi Digital Manajemen Keuangan Negara di Era Disrupsi

Oleh: Windraty Ariane Siallagan, Kasubdit Litbang & KK, Direktorat Sistem Perbendaharaan DJPB Kemenkeu *) Disrupsi teknologi (technology disruption) yang terjadi di berbagai aspek kehidupan…

Guru Besar Unpar: Jasa Keuangan Bukan Ranah BPSK

Guru Besar Unpar: Jasa Keuangan Bukan Ranah BPSK NERACA Sukabumi - Dua guru besar fakultas hukum Universitas Katolik Parahyangan (Unpar)…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

33 Anggota BPSK Dibekali Teknis Mediasi

33 Anggota BPSK Dibekali Teknis Mediasi  NERACA Sukabumi - Memasuki hari ketiga Bimbingan teknis (Bimtek) hasil kerjasama Dirjen Perlindungan Konsumen…

Dishub Kota Sukabumi Akan Pasang PJU Smart - Kerusakan PJU Sekitar 20 Persen

Dishub Kota Sukabumi Akan Pasang PJU Smart Kerusakan PJU Sekitar 20 Persen NERACA  Sukabumi - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi…

DPT PIlkada dan Pilgub di Kota Sukabumi 225.349 Orang

DPT PIlkada dan Pilgub di Kota Sukabumi 225.349 Orang NERACA Sukabumi - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi M. Hamzah…