HITS Rampungkan Pembelian Kapal Tanker - Dukung Ekspansi Bisnis

NERACA

Jakarta - Cucu usaha PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) yakni PT Hutama Trans Kencana (HTK2) secara resmi telah selesai melakukan transaksi penutupan (closing) atas pembelian kapal pada 6 Oktober 2017. Daryono, Sekretaris Perusahaan HITS dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, penutupan transaksi itu berkaitan dengan pembelian kapal tanker pengangkut minyak bernama "Sinar Jogja" dari PT Samudera Shipping Services (SSS).

Investasi yang dikeluarkan HTK2 dalam transaksi tersebut sebesar US$10 juta dimana US$6,09 juta berasal dari pencairan fasilitas kredit Bank BNI kepada induk usaha HTK2 yakni PT Humpus Transportasi Kimia (HTK). Sementara sisanya US$3,91 juta berasal dari HTK. HTK adalah perusahaan yang 99,9% sahamnya dimiliki perseroan.

Sebagai informasi, dibalik agresifnya HITS membeli kapal baru lewat anak usaha, rupanya perseroan bakal merambah bisnis pengerukan setelah menggandeng perusahaan jasa maritim asal Belanda. Ekspansi ini melengkapi lini bisnis angkutan gas dan minyak yang selama ini digeluti Humpuss.

Budi Haryono, Direktur Keuangan Humpuss permah mengatakan, perseroan bakal bermitra dengan Royal IHC dalam menggeluti bisnis pengerukan di Indonesia. Kedua perusahaan ini bakal membentuk perusahaan patungan atau joint venture dengan mayoritas saham bakal digenggam oleh Humpuss."Dia [Royal IHC] bakal bikin kapalnya, nanti kami bisa sewakan untuk kontrak-kontrak dredging," ujarnya.

Budi menuturkan, niat Humpuss melenggang ke bisnis pengerukan sudah dicanangkan sejak tahun lalu. Saat ini, Humpuss melakukan penjajakan dengan sejumlah partner, mulai dari Royal Boskalis Westminster NV dan Van Oord. Kedua merupakan perusahaan spesialis pengerukan asal Belanda. Menurutnya, prospek usaha pengerukan tergolong menjanjikan. Pasalnya, pembenahan infrastruktur pelabuhan yang tengah digalakka pemerintah membutuhkan jasa pengerukan. Meski kontrak hanya berlangsung singkat sekitar 2-3 bulan, jasa pengerukan juga dinilai menjanjikan karena setiap tahun pengelola pelabuha juga bakal melakukan perawatan pelabuhan guna meminimalisasi dampak sedimentasi.

Budi menyebut, rencana kerja sama dengan Royal IHC diharapkan bisa terealisasi pada kuartal IV/2017. Selain mengerahkan armada milik Royal IHC, perusahaan bersandi saham HITS itu juga bakal membeli kapal keruk dengan estimasi biaya investasi sekitar US$10 juta. Untuk mendanai ekspansi di bisnis pengerukan, Humpuss juga sudah mendapat komitmen pinjaman dari perbankan. "Tender dredging itu kan ada terus, tapi sekarang kalau mau ikut, mana kapalnya? Makanya kami mau beli kapal lagi," jelas Budi.

Di sisi lain, Humpuss tengah melakukan penjajakan kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III di bisnis pengerukan. Sebelumnya, dua perusahaan ini juga sudah berkongsi dalam bisnis angkutan gas. Ari Ashkara, Direkrut Utama Pelindo III sebelumnya mengatakan bisnis pengerukan bakal menjadi salah satu usaha non pelabuhan yang bakal digarap perseroan. "Tiap tahun itu kami mesti dredging, itu jadi beban. Sekarang kami lagi cari partner sehingga beban dredging itu [dengan dikelola sendiri] bakal menjadi revenue," ujarnya.

BERITA TERKAIT

KKP Rampungkan Pengadaan Bantuan Kapal di 2017 - Perikanan Tangkap

NERACA Jakarta – Program pengadaan kapal perikanan tahun 2017 oleh Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)…

MARK Beli Tanah Rp 13 Miliar di Deli Serdang - Ekspansi Produksi

NERACA Jakarta - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) membeli tanah dan bangunan di Tanjung Morawa, Deli Serdang dari PT…

Warrior FCTC Dukung Tabanan Jadi Kabupaten Layak Anak

Warrior FCTC Dukung Tabanan Jadi Kabupaten Layak Anak NERACA Jakarta - Warrior FCTC asal kabupaten Tabanan, Bali, Ni Putu Sri…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Danai Pembangunan Infrastruktur - Tiga Kabupaten di Jateng Terapkan Obligasi Daerah

NERACA Semarang - Pemerintah daerah di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah (Jateng) didorong untuk menggunakan obligasi sebagai salah…

Obligasi Sulsel Tunggu Peringkat Pefindo

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional Sulawesi Maluku Papua (Sulampua), Indiarto Budiwitono mengatakan, penerbitan obligasi…

Kebut Ekspansi Bisnis - MCAS Miliki 14,81% di MatchMove Indonesia

NERACA Jakarta - PT M cash Integrasi Tbk (MCAS) dan induk usahanya, PT Kresna Graha Investama (KREN), meresmikan kerja sama…