APLN Rampungkan Tower Pertama PGV - Tawarkan Hunian Terjangkau

NERACA

Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melalui PT Graha Tunas Selaras merampungkan pembangunan tower pertama Podomoro Golf View (PGV) ditandai dengan selesainya pekerjaan atap bangunan (topping off) yang berlokasi dekat gerbang tol Cimanggis (Tol Jagorawi).”Ini merupakan tower pertama yang kami rampungkan dari rencana pembanguna 25 tower hunian yang dibangun secara bertahap di atas lahan seluas 60 hektar," kata Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk, Cosmas Batubara di Jakarta, kemarin.

Dengan rampungnya pekerjaan atap tower pertama, kata Cosmas, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap para pemangku kepentingan atau stakeholder, serta dalam memenuhi kebutuhan hunian dengan harga terjangkau. Hunian terpadu yang akan terdiri dari sekitar 37.000 unit apartemen ini berada di kawasan hijau alami yang memiliki 360 derajat golf view, karena dikelilingi tiga lapangan golf, yaitu, Jagorawi Golf and Country Club, Emeralda Golf Club, dan Riverside Golf Club, serta dibatasi sungai Cikeas yang mengalir di sepanjang kawasan.

Sebagai perusahaan yang memiliki komitmen tinggi terhadap lingkungan, pengembang mengalokasikan sekitar 40% lahannya untuk kawasan terbuka hijau. Lokasi PGV yang strategis memberikan kemudahan bagi penghuninya untuk tinggal dan beraktivitas baik di dalam maupun keluar dari kawasan ini.”Seluruh kebutuhan hidup, seperti pendidikan, transportasi, kesehatan, kebutuhan sehari-hari serta fasilitas hiburan dapat dipenuhi di kawasan ini," kata Indra W Antono, Wakil Direktur APLN.

Sesuai perencanaan kawasan, PGV akan memiliki taman bunga baru dan bukit hijau baru. Sungai Cikeas yang mengalir sepanjang 2 kilometer akan diperlebar dan menjadi area wisata air yang di kanan-kirinya nyaman untuk jalan-jalan dan kulineran. Sungai Cikeas akan menjadi urat nadi PGV, sehingga akan menyuguhkan suasana layaknya San Antonio, Amerika Serikat atau Clarke Quay, Singapura.

Indra menambahkan, Cimanggis merupakan kawasan yang baik untuk tempat tinggal maupun investasi. Dengan harga sekitar Rp8.6 juta per meter persegi, Podomoro Golf View tergolong sangat terjangkau. Bandingkan dengan harga apartemen di wilayah Tangerang dan Serpong yang mencapai Rp17 juta-Rp20 juta per meter persegi. Begitu juga dengan kawasan Cikarang-Bekasi yang berkisar Rp13 juta-Rp15 juta per meter persegi.”Bahkan harga apartemen di wilayah Sentul dan Bogor masih lebih tinggi, yaitu sekitar Rp 10 juta-Rp 14 juta per meter persegi,” ujar Indra W Antono.

Nilai tambah PGV, lokasinya mudah menjangkau berbagai fasilitas pendidikan terkemuka di Selatan Jakarta, seperti Universitas Indonesia, Universitas Pancasila, Universitas Gunadarma dan IISIP, sedangkan di dalam kawasan telah bergabung Universitas Gunadarma yang sedang dalam tahap pengembangan, juga bersebelahan langsung dengan rencana pengembangan sekolah Kolese Kanisius.

BERITA TERKAIT

SML Hadirkan Clustter Hyland di Balikpapan - Tawarkan Harga Terjangkau

NERACA Jakarta - Sinar Mas Land (SML, salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia di awal bulan Oktober 2017 resmi…

BKPM Tawarkan Proyek Kemensos Rp1,48 triliun

  NERACA   Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan proyek pengembangan Sistem Kesejahteraan Sosial Terpadu Nasional Kementerian Sosial…

TPIA Tawarkan Kupon Obligasi Hingga 9,75%

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) telah menentukan kupon obligasi senilai Rp 500 miliar yang akan diterbitkan Desember mendatang. Obligasi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Sertifikasi ISO 27001 - XL Tingkatkan Keamanan Data Pelanggan

NERACA Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil meraih sertifikasi ISO 27001 sebagai standar baku penerapan Information Security…

Investor Saham di Babel Tumbuh Signifikan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Pangkalpinang mencatat, jumlah investor pasar modal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami…

Renuka Targetkan Ekspor Tambang di 2018

Keyakinan membaiknya harga batu bara di tahun depan, menjadi harapan PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) bila pasar batu bara kembali meningkat.…