Total Emisi Obligasi Capai Rp 110,74 Triliun

NERACA

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi obligasi dan sukuk sepanjang 2017 mencapai Rp110,74 triliun. Angka tersebut dihitung dari 72 emisi dari 51 Emiten di pasar modal. Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan BEI, Yulianto Aji Sadono dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 344 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp367,54 triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan oleh 111 emiten.”Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2017 adalah 72 emisi dari 51 emiten senilai Rp110,74 triliun,"ujarnya.

Yulianto menambahkan, sebanyak 93 seri Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI dengan nilai nominal Rp2.057,78 triliun dan US$ 200 juta, dan 10 emisi Efek Beragun Aset (EBA) senilai Rp8,67 triliun. Adapun dua emiten terhitung melakukan pencatatan obligasi di BEI yaitu obligasi berkelanjutan III Waskita Karya Tahap I Tahun 2017 oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan nilai nominal sebesar Rp3 triliun.

Kemudian obligasi berkelanjutan III Federal International Finance dengan tingkat bunga tetap tahap II Tahun 2017 yang diterbitkan oleh PT Federal International Finance (FIFA) mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp2,65 triliun. Sementara Wawan Hendrayana, Head of Investment Research Infovesta Utama dalam risetnya mengungkapkan, seluruh reksadana membukukan kinerja positif sepekan kemarin. Indeks return reksadana saham membukukan kinerja tertinggi.”Meski acuan pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak menjadi yang tertinggi kinerjanya di antara indeks acuan lainnya, namun reksadana saham berhasil unggul dibanding indeks reksadana lainnya," kata Wawan.

Berdasarkan rilis ulasan pasar Infovesta Utama, indeks reksadana saham yang tercermin dalam Infovesta Equity Fund Index naik 0,32% sepekan kemarin. Di periode yang sama, indeks reksadana campuran mencatat kenaikan 0,20%. Selanjutnya, indeks reksadana pasar uang naik 0,08% sepekan kemarin. Di periode yang sama indeks reksadana pendapatan tetap membukukan kinerja paling minim hanya naik 0,02%.

Menurut Wawan, indeks pasar obligasi baik pemerintah maupun korporasi tercatat memiliki kinerja positif. Namun, laju indeks obligasi korporasi tidak berhasil membuat kinerja indeks reksadana pendapatan unggul. "Hal ini dikarenakan indeks obligasi pemerintah tercatat memiliki kinerja yang paling rendah dibanding indeks acuan lainnya," paparnya.

Tercatat sepanjang tahun ini hingga September lalu, dana kelolaan reksadana sudah melejit 22,13%. Di akhir kuartal tiga, dana kelolaan mencapai Rp 401,39 triliun. Reksadana pasar uang mencatat kenaikan dana kelolaan tertinggi. Pertumbuhan dana kelolaannya mencapai 82,52% menjadi Rp 52,48 triliun.Dijelaskan Wawan, pengaruh suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang terus turun pada tahun ini mendorong pertumbuhan dana kelolaan reksadana pasar uang. "Pasar uang jadi alternatif ketika deposito tidak menarik karena suku bunga turun," ujarnya.

BERITA TERKAIT

Mandom Catatkan Penjualan Rp 2,71 Triliun

Sepanjang tahun 2017 kemarin, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) mencatatkan penjualan sebesar Rp 2,71 triliun. Jumlah tersebut meningkat 7,11% dari…

Indoritel Kantungi Pinjaman Rp 2 Triliun - Gadaikan Saham Anak Usaha

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnis, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) mengantungi pnjaman dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)…

Fajar Surya Raup Penjualan Rp 7,33 Triliun - Ditopang Pasar Ekspor

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2017 kemarin, emiten produsen kertas PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan kenaikan penjualan sebesar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

TBIG Berikan Layanan Kesehatan di Jateng

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Tower Bersama InfrastructureTbk (TBIG) memberikan bantuan pangan dan…

BEI Perpanjang Suspensi GREN dan TRUB

Lantaran belum melakukan pembayaran denda, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang penghentian sementara perdagangan efek PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)…

Bukalapak dan JNE Hadirkan Layanan JTR

Sebagai bentuk komitmen Bukalapak untuk terus berusaha memberikan layanan terbaik dan mengoptimalkan jasa layanan pengiriman barang besar yang dapat mempermudah dan…