Sumbangan Devisa Pariwisata Masih Terbatas

NERACA

Padang - Bank Indonesia (BI) menilai sumbangan sektor pariwisata terhadap cadangan devisa Indonesia, masih relatif terbatas bila dibandingkan negara-negara lain di kawasan. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengatakan, dangan devisa dari sektor pariwisata sepanjang tahun lalu mencapai 11,3 miliar dolar AS, masih jauh dibandingkan Thailand yang mencapai 49,9 miliar dolar AS dan juga negara tetangga Malaysia 18,1 miliar dolar AS.

"Kalau dibandingkan dengan negara lain yan jumlah turisnya tiga kali lipat kita seperti Thailand, jumlah turis yang masuk 27-30 juta dibanding kita tahun lalu 12 juta. Tahun ini mudah-mudahan 15 juta," ujar Mirza saat acara bertema "Regional Investment Forum (RIF)" di Padang, seperti dikutip Antara, Senin (16/10).

Dengan semakin bertambahnya jumlah turis mancanegara yang masuk ke Indonesia, lanjut Mirza, maka diharapkan jumlah cadangan devisa juga akan meningkat. "Kalau kita 12 juta turis, tahun ini bisa 15 juta turis, lalu dua tahun ke depan bisa 20 juta turis, bisa double, ya tentu jumlah devisa masuk akan lebih banyak," katanya.

Potensi devisa dari sektor pariwisata sendiri diperkirakan mencapai Rp260 triliun, artinya sektor tersebut akan menjadi penghasil devisa terbesar bagi Indonesia di masa mendatang. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), peranan sektor pariwisata terus menunjukkan kecenderungan kenaikan yang positif. Pada periode 2013, sumbangan sektor pariwisata tercatat mencapai 602 juta dolar AS atau menyumbangkan 1,45 persen dari total investasi nasional.

Pada semester I 2017, sumbangan sektor pariwisata mencapai 929 juta dolar AS atau 3,67 persen dari total investasi nasional, artinya angka yang dicapai itu bila dibandingkan dengan total investasi nasional kenaikannya mencapai 1,5 kali lipat.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebutkan, potensi devisa dari sektor pariwisata, diperkirakan mencapai angka Rp260 triliun. Sektor ini akan menjadi penghasil devisa terbesar bagi Indonesia di masa akan datang. “Saat ini, prioritas kita menyiapkan atraksi, amenitas atau sarana dan prasarana, dan aksesibilitas. Terutama untuk 10 Bali Baru yang terhampar dari Danau Toba di Sumatera Utara hingga ke Morotai Maluku Utara,” kata Arief.

Investasi, lanjut Arief, sangat diperlukan bagi sektor pariwisata karena hal tersebut,menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap pertumbuhan yang dicapai oleh sektor pariwisata. Juga dapat menjadi pengubah permainan di tengah persaingan negara-negara untuk menarik Wisatawan.

Untuk diketahui, kegiatan Regional Investment Forum ini merupakan salah satu upaya dari Pemerintah Presiden Joko Widodo dalam mengembangkan sektor kepariwisataan. Hingga tahun 2019 mendatang, Pemerintah menargetkan jumlah wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta per tahun. Serta, wisatawan nusantara 275 juta orang. Dari sektor ini, Pemerintah memperkirakan jumlah devisa yang dihasilkan mencapai Rp260 triliun.

BERITA TERKAIT

Pengamat: Kebijakan HAM di Indonesia Masih Normatif

Pengamat: Kebijakan HAM di Indonesia Masih Normatif NERACA Jakarta - Pengamat hukum pidana Universitas Bung Karno Azmi Syahputra menilai kebijakan…

Menkeu: Penerimaan Negara Harus Lebih Besar - MASIH ADA 4 POIN PROSES NEGOSIASI RI-FREEPORT

Jakarta-Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pemerintah masih harus memastikan empat poin dalam proses negosiasi dengan Freeport tercapai. Salah satunya soal…

Menteri Kelautan dan Perikanan - Ancaman Terhadap Laut Masih Tinggi

Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan Ancaman Terhadap Laut Masih Tinggi Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Produk Fashion Paling Banyak Diburu - Riset Snapcart Saat Ramadan

    NERACA   Jakarta - Ramadan merupakan bulan berbelanja online paling tinggi dalam budaya masyarakat Indonesia. Untuk mengetahui tren…

Kementerian ESDM Terbitkan Aturan Energi Panas Bumi

  NERACA Jakarta –  Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral menerbitkan dua regulasi…

Pemerintah Ajak Swasta Kembangkan Kereta Api

  NERACA Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah mengajak swasta untuk bersama mengembangkan transportasi kereta api sebagai…