KPK-KAI Ajak Masyarakat Banyumas Budayakan Antikorupsi

KPK-KAI Ajak Masyarakat Banyumas Budayakan Antikorupsi

NERACA

Purwokerto - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengajak masyarakat Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, membudayakan antikorupsi.

Ajakan tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan Direktur Utama PT KAI (Persero) Edi Sukmoro dalam acara "Ngamen Antikorupsi" di pelataran parkir Stasiun Besar Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu malam (14/10).

Turut hadir dalam acara tersebut, Direktur Prasarana PT KAI (Persero) Bambang Eko Martono, Vice President PT KAI Daerah Operasi 5 Purwokerto Dwi Erni Ratnawati, dan Bupati Banyumas Achmad Husein.

Saat ditemui di sela acara, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan "Ngamen Antikorupsi" telah memasuki tahun kedua."KPK sebenarnya ditugaskan tidak hanya untuk menindak orang. Kami ditugaskan ada empat hal lain yang sangat penting dalam pencegahan," kata dia.

Kemudian dalam hal ini, kata dia, KPK juga memonitor semua kehidupan ekonomi, sosial, dan politik serta melakukan pencegahan dan mengoordinasikan apa saja yang perlu dikoordinasikan.

Menurut dia, kereta api merupakan salah satu yang strukturnya bisa menentukan kultur."Budaya kita, peradaban kita sangat banyak ditentukan oleh bagaimana kita membina kereta api. Sejarah bangsa-bangsa besar juga menunjukkan begitu, silakan kalau mau lihat mulai dari negara-negara mana di Eropa sampai di Amerika. Selama ini kita banyak melupakan," jelas dia.

Lalu dia mengatakan KPK datang sekarang untuk menjaga peradaban bangsa ini untuk kemudian bersama-sama membangun Indonesia baru. Menurut dia, kondisi stasiun kereta api yang jauh lebih bersih jika dibanding beberapa puluh tahun lalu merupakan proses pendidikan dan peradaban bangsa Indonesia."Itu tadi, KPK tidak hanya 'nangkepin' orang, ada empat lagi kerja keras yang harus dijaga setiap hari," tegas dia.

Lebih lanjut, Saut juga mengatakan kegagalan pemberantasan korupsi di Indonesia karena tidak berlanjut. Oleh karena itu, kata dia, peradaban dan budaya antikorupsi harus dijaga terus.

Sementara itu, Dirut PT KAI (Persero) Edi Sukmoro menyampaikan terima kasih kepada KPK yang menggelar kegiatan sosialisasi antikorupsi di stasiun-stasiun. Menurut dia, kegiatan sosialisasi di stasiun jauh lebih efektif karena orang-orang yang mendatangi tempat berhentinya kereta api itu memiliki latar belakang dari berbagai jenjang pendidikan, mulai yang paling rendah hingga tinggi.

"Cara menyampaikannya juga mudah karena kita belajar menyanyi bersama lalu membiasakan. Dari sini kita belajar, mudah-mudahan ini (Ngamen Antikorupsi, red.) bisa terus bisa kami dampingi sampai seluruh stasiun besar bisa dikunjungi," kata dia.

Menurut dia, kereta api merupakan satu-satunya moda transportasi massal di Indonesia yang dalam satu tahun bisa mengangkut 360 juta orang sehingga dapat menjadi kesempatan baik untuk menyosialisasikan budaya antikorupsi.

Acara "Ngamen Antikorupsi" di Stasiun Purwokerto menghadirkan grup band beraliran reggae "Jhony Freedom" yang membawakan lagu-lagu bertemakan kritik sosial. Selain itu, pedangdut asli Banyumas yang tenar melalui ajang pencarian bakat "Bintang Pantura" di salah satu televisi swasta nasional, Iis Susanti alias Susi Banyumas turut mengisi acara "Ngamen Antikorupsi".

Selain kehadiran dua penyanyi tersebut, PT KAI juga menghadirkan komunitas Juguran Kopi yang akan mengenalkan ragam kopi dari tlatah Penginyongan, baik kopi dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas hingga Kebumen. Ant

BERITA TERKAIT

KPK Hormati Putusan MA Soal Napi Korupsi

KPK Hormati Putusan MA Soal Napi Korupsi NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghormati putusan Mahkamah Agung (MA) yang…

Kemendag Ajak Investor Tiongkok Investasi - Pacu Pertumbuhan Industri Elektronik

NERACA Jakarta –Masih kondusifnya perekonomian Indonesia dan stabilnya situasi politik, menjadi daya tari perusahaan asing berinvestasi di Indonesia. Oleh karena…

KPK Apresiasi Surat Edaran Mendagri

KPK Apresiasi Surat Edaran Mendagri NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi penerbitan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri)…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Koperasi di Tengah Gempuran Pelemahan Rupiah

Koperasi di Tengah Gempuran Pelemahan Rupiah  Jakarta - Krisis ekonomi global kini tengah melanda hampir seluruh negara di dunia. Meski…

Sidang Kasus SKL BLBI - Minta SAT Dibebaskan, Penasehat Hukum Kutip Filosofi Sam Ratulangi

Sidang Kasus SKL BLBI Minta SAT Dibebaskan, Penasehat Hukum Kutip Filosofi Sam Ratulangi NERACA Jakarta - Selain bertumpu pada fakta-fakta…

Sidang Lanjutan SKL BLBI - Bantah Tuntutan JPU, Penasehat Hukum SAT Ungkapkan Sejumlah Fakta Penting

Sidang Lanjutan SKL BLBI Bantah Tuntutan JPU, Penasehat Hukum SAT Ungkapkan Sejumlah Fakta Penting NERACA Jakarta - Lebih dari 500…