Minat Investasi di Pasar Modal Meningkat - Investor di Kalsel Tumbuh

NERACA

Banjarmasin – Besarnya tekad PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk terus mengkampanyekan Yuk Nabung Saham dengan menggandeng beberapa perusahaan sekuritas dan perguruan tinggi, kini mulai menuai hasil karena meningkatnya minat masyarkat berivestasi di pasar modal. Hal inipun diakui executive trainer BEI perwakilan Banjarmasin, Yuniar. “Saat ini banyak masyarakat di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang tertarik menginvestasikan dananya di bursa terbukti dengan pertumbuhan investor baru yang semakin pesat,”ujarnya di Banjarmasin, kemarin.

Menurutnya, saat ini di Banjarmasin pemilik rekening efek di Kalsel telah mencapai 5.934. Dimana jumlah tersebut jauh lebih banyak dibanding 2013 yang hanya 1.300 rekening. Pada 2017, tambah dia, pihaknya mendapatkan target pertumbuhan rekening baru, hingga 2074 investor dan hingga kini telah tercapai 42% atau sebanyak 883 investor baru.”Saya optimistis hingga akhir tahun, investor baru akan terus masuk, seperti saat ini selama Oktober saja, telah masuk 300 investor baru," katanya.

Kata Yuniar, bila dibandingkan daerah lain di Kalimantan, pertumbuhan investor efek di Kalsel relatif lambat karena masih kurangnya pemahaman tentang bursa efek.”Kita terus melakukan sosialisasi ke segala lapisan masyarakat, bila sebelumnya kita fokuskan ke mahasiswa, dalam waktu dekat kita sosialisasi ke karyawan lembaga keuangan," jelasnya.

Melalui berbagai kegiatan yang telah dilakukan, tambah dia, masyarakat akan semakin melek terhadap keuntungan investasi di bursa sekaligus banyak yang tertarik untuk menjadi investor baru. Sebagai informasi, BEI tengah gencar mengkampanyekan program "Yuk Nabung Saham" dengan menggandeng komunitas komunitas, intansi baik negeri maupun swasta untuk menyosialisasikan tentang saham bursa efek.

Nabung Saham adalah program BEI yang didukung oleh pemerintah untuk mendorong kesejahteraan masyarakat secara finansial, mengedukasi masyarakat pentingnya merencanakan keuangan dimasa yang akan datang. Selain itu, juga untuk memberikan pemahaman tentang investasi yang benar untuk melawan inflasi yang berpotensi menurunkan aset masyarakat Indonesia.

Selain gencar sosialisasi ke kampus-kampus, BEI juga membuka kelas atau gathering untuk membantu investor agar bisa melaksanakan evaluasi dan strategi investasi saham dengan baik. Sebelumnya, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan, melakukan kerja sama menyelenggarakan acara "Workshop Wartawan Shopping Race dan Talk Show" di Hypermart.

Pada kesempatan tersebut, selain untuk mengenalkan tentang perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar bursa efek, juga menyosialisasikan tentang banyaknya investasi bodong.' Kepala Bagian Pengawas Pasar Modal OJK Regional 9 Kalimantan, Ali Ridwan mengatakan, saat ini cukup banyak program investasi dengan tujuan mengumpulkan dana masyarakat yang belum mendapatkan izin dari OJK.”Cukup banyak investasi yang menawarkan program-program yang menggiurkan, untuk mempengaruhi masyarakat, sehingga banyak masyarakat yang tertarik menginvestasikan uangnya," tuturnya. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Kapolri - Indonesia Target Investor Global

Jenderal Pol Tito Karnavian  Kapolri Indonesia Target Investor Global Jakarta - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Tito…

Pemkot Bekasi Bersiap Sambut Kedatangan 200 Investor

Pemkot Bekasi Bersiap Sambut Kedatangan 200 Investor NERACA Bekasi - Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Bekasi,…

Desa Nabung Saham Hadir di Timika dan Lombok - Bidik Investor di Pedalaman

NERACA Jakarta – Perluas penetrasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berupaya untuk mengajak masyarakat Indonesia berinvestasi di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Danai Pembangunan Infrastruktur - Tiga Kabupaten di Jateng Terapkan Obligasi Daerah

NERACA Semarang - Pemerintah daerah di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah (Jateng) didorong untuk menggunakan obligasi sebagai salah…

Obligasi Sulsel Tunggu Peringkat Pefindo

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional Sulawesi Maluku Papua (Sulampua), Indiarto Budiwitono mengatakan, penerbitan obligasi…

Kebut Ekspansi Bisnis - MCAS Miliki 14,81% di MatchMove Indonesia

NERACA Jakarta - PT M cash Integrasi Tbk (MCAS) dan induk usahanya, PT Kresna Graha Investama (KREN), meresmikan kerja sama…