Produksi TBS Milik Austindo Tumbuh 8%

NERACA

Jakarta – Mulai pulihnya harga komoditas dunia, memberikan dampak berarti terhadap bisnis PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT). Pasalnya, emiten perkebunan sawit ini mencatat kinerja positif pada kuartal tiga tahun ini akibat kenaikan produksi sawit dari dua perkebunan milik perusahaan di Kalimantan Barat dan Pulau Belitung.”Produksi tandan buah segar (TBS) perusahaan pada kuartal ketiga 2017 mencapai 512.263 ton. Jumlah itu naik 8% dari kuartal tiga tahun lalu sebesar 471.972 ton," kata Direktur Keuangan ANJT, Lucas Kurniawan di Jakarta, kemarin.

Peningkatkan produksi TBS diikuti kenaikan produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sebesar 20% menjadi 149.972 ton dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni 124.836 ton.”Peningkatkan peningkatan produksi disumbangkan oleh anak usaha ANJT yakni PT Kayung Agro Lestari yang ada di Kalimantan Barat. Produksi perkebunan di Belitung juga ikut meningkat pasca terkena dampak el-Nino pada 2015 dan kenaikan produksi CPO hingga 20% karena ada peningkatan produksi TBS dan bertambahnya Oil Extraction Rate (OER) 21,8%, dan juga bertambahnya TBS dari pihak eksternal," ujar Lucas.

Peningkatkan produksi perusahaan ini juga disumbangkan peningkatkan luas areal tertanam ANJ sebesar 47.080 hektare (ha), naik 3% dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni 45.653 ha. Demikian juga dengan luas area plasma tertanam naik 7% menjadi 3.122 ha dari sebelumnya hanya 2.921 ha.

Dengan begitu maka total luas areal tanaman yang menghasilkan di perkebunan inti pada kuartal III 2017 mencapai 38.442 ha, sedangkan untuk plasma seluas 1.864 ha. Peningkatkan produksi dan lahan tertanam, membuat ANJ optimis target produksi TBS tahun ini sebesar 738.000 ton akan tercapai. Jumlah itu meningkat 11% dari 2016 yakni 663.399 ton.

Selain itu, perusahaan juga mencatat penyerapan belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga 31 Agustus 2017 yakni 60% dari pagu anggaran yang dipatok tahun ini sebesar Rp 850 miliar. Lucas Kurniawan mengungkapkan, penyerapan capex tersebut antara lain untuk pengembangan perkebunan di Papua Barat. Termasuk diantaranya untuk pembangunan infrastruktur dan peremajaan kebun di Pulau Belitung. "Pada kuartal IV, serapan capex diharapkan akan semakin mendekati anggaran,"jelasnya.

Pihaknya optimistis dapat menyerap seluruh capex tahun ini. Pasalnya, ANJT memulai pembangunan pabrik minyak kelapa sawit di Papua Barat. Selain itu, perusahaan juga melakukan pembangunan fasilitas pengolahan edamame beku di Jawa Timur pada Oktober 2017. "Kami telah memulai konstruksi fasilitas pengolahan edamame beku, dimana produk edamame beku tersebut akan ditujukan untuk pasar ekspor," ujarnya.

Fasilitas pengolahan edamame beku tersebut ditargetkan selesai pada 2018. ANJT akan melakukan ekspor perdana pada 2019. Yakni setelah seluruh sertifikasi produk pangan yang diperlukan oleh pasar ekspor telah terpenuhi. Dalam memasarkan produknya, ANJT tidak spesifik menyasar negara tertentu. Namun, yang menjadi tujuan utama ekspor ANJT yakni India dan China.

BERITA TERKAIT

PRODUKSI KOMODITAS PERIKANAN

Nelayan melelang ikan di Pelabuhan Perikanan Samudera, Lampolo, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (20/10/2018). Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan produksi komoditas…

Minat Investasi Syariah di DIY Tumbuh Signifikan - Pasar Sukuk Selalu Oversubscribe

NERACA Yogyakarta - Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan tren pertumbuhan investor pasar modal syariah di daerah…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…