Rancang Bangun Tahan Bencana

Ark Hotel :

Sabtu, 28/01/2012

Neraca. Pemanasan global pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca. Diperkirakan, pada tahun 2040 (28 tahun dari sekarang) lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh. Dan jika bumi masih terus memanas, pada tahun 2050 akan terjadi kekurangan air tawar, sehingga kelaparan pun akan meluas di seantero jagat.

Ancaman pemanasan global, ketinggian permukaan laut yang naik secara ekstrim dan menenggelamkan sebagian planet Bumi inilah yang menjadi inspirasi perusahaan arsitektur Rusia, Remistudio. Dalam program arsitektur penanggulangan bencana International Union of Architects, Remistudio merancang sebuah hotel yang bisa berperan sebagai bahtera penyelamat, kalau-kalau bencana dahsyat terjadi. Namanya, Ark Hotel. Hotel tersebut bisa didirikan di laut atau darat.

Pembangunan hotel Ini terdengar seperti perpaduan kisah bahtera Nabi Nuh dan cerita film fiksi ilmiah tahun 1970-an. Namun, hotel berbentuk kerang ini memang didesain tahan banjir yang diakibatkan kenaikan ekstrim permukaan air laut. Juga terhadap gelombang. Ark Hotel dapat mengapung dan timbul secara otomatis di permukaan air.

Menurut Alexander Remizov dari Remistudio, ada dua pertimbangan utama dalam desain ini. Pertama meningkatkan pengamanan dan pencegahan terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim dan perubahan iklim. Yang kedua adalah melindungi lingkungan alam dari aktivitas manusia. Bahtera ini juga dimaksudkan untuk menjawab tantangan lingkungan global saat ini. Juga untuk mendukung sistem pertahanan hidup.

The Ark itu sendiri merupakan sebuah sistem energi tunggal. Bentuknya didesain sedemikian rupa untuk memasang sel-sel fotovoltanik di sudut yang optimal terhadap matahari. Kubah dibagian atasnya mengumpulkan udara hangat yang ditampung di dalam akumulator panas musiman untuk menyediakan energi tanpa henti untuk seluruh kompleks tanpa tergantung kondisi lingkungan luar. Lingkungan yang mirip rumah kaca juga memungkinkan tanaman tumbuh subur, membantu meningkatkan kualitas udara dan juga menyediakan makanan.

Desain cerdas bangunan ini memungkinkan hubungan yang optimal antara volume dan permukaan luarnya, secara signifikan menghemat bahan material dan menyediakan efisiensi energi. Rangka setengah jadinya juga memungkinkan konstruksi yang cepat.

Remizov menjelaskan, atap hotel yang transparan menjamin ada cukup cahaya bagi tanaman dan untuk menerangi interior. Semua tanaman juga dipilih yang sesuai, efisiensi pencahayaan, dan produksi oksigen. Juga bertujuan untuk menciptakan ruang yang menarik dan nyaman.

Selain itu, strukturnya yang tembus pandang membuatnya hemat energi di siang hari. Cukup memanfaatkan energi matahari. Untuk memastikan kualitas cahaya, bingkai kaca dilengkapi pembersih otomatis.

Tak hanya itu, hotel ini juga tahan gempa, dan bisa didirikan di daerah yang berbahaya secara seismik. Arsiteknya mengklaim, desain yang terdiri dari konstruksi busur dan kabel dengan bantalan bisa mendistribusikan berat secara merata saat terjadi lindu. Selain itu, struktur bawah tanahnya berbentuk tempurung, tanpa tepian atau sudut. Hotel raksasa yang mengambang ini diklaim juga sebagai ‘biosfer’, surga yang nyaman bagi para penghuninya, bahkan saat bencana sekalipun.

Perancang Ark Hotel Remizov juga menambahkan, bahwa Ark Hotel ini bisa didirikan hanya dalam waktu beberapa bulan diselurug belahan dunia. Bagian-bagiannya bisa disatukan dalam waktu tiga sampai empat bulan.

Hingga kini hotel ini masih berbentuk rancangan, para arsiteknya sedang mencari investor untuk membuatnya nyata. Selain jadi hotel yang nyaman untuk rehat, Ark Hotel bisa menjelma menjadi lokasi pengungsian di masa depan.