Standchart Kucurkan US$1 juta untuk Kurangi Kebutaan

NERACA

Mataram - Standard Chartered (Standchart) Bank mengucurkan 1,024 juta dolar AS sebagai dana bantuan untuk menurunkan tingkat kebutaan, dan kerusakan mata masyarakat di Nusa Tenggara Barat, provinsi dengan tingkat kebutaan kedua tertinggi di Tanah Air.

Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin dalam peresmian program global yang bernama "Seeing is Believing" itu, di Mataram, Kamis (12/10), mengatakan layanan perawatan mata di provinsi tersebut harus terus ditingkatkan, terutama bagi anak-anak. Saat ini, kata dia, tingkat kebutaan di NTB sebesar empat persen atau di atas tingkat kebutaan nasional yang sebesar 1,5 persen. "Pemilihan NTB oleh Standard Chartered (Standchart) sudah melewati penelitian dan kajian, bahwa NTB termasuk daerah yang membutuhkan," ujar dia.

Amin mengharapkan Standchart dan lembaga mitra Fred Follows Foundation dapat mengimplementasikan program penurunan tingkat kebutaan di berbagai daerah di NTB, tidak hanya di Mataram, tapi juga meluas ke Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Sumbawa Barat. Adapun dana tersebut akan dibagi melalui program "Seeing is Believing" untuk menekan tingkat kebutaan, "low vision" (daya penglihatan rendah) dan kerusakan mata.

Amin menjelaskan, selain ancaman kebutaan, masyarakat terutama anak-anak juga rentan dengan menurunnya daya penglihatan. Mengutip sebuah survei, kata Amin, 10 persen dari siswa kelas 4,5 dan 6 Sekolah Dasar (SD) membutuhkan kaca mata untuk belajar dengan baik. "Ini jadi perhatian kami, agar belajar mereka tidak terganggu," ujar dia.

CEO Standchart Bank Indonesia Rino Donosepoetro yang berhalangan hadir dalam kesempatan tersebut, mengatakan melalui keterangan tertulis, bahwa "Seeing is Believing" merupakan inisiatif global dari perusahaan yang bermarkas di Inggris itu. "Kami ingin turunkan prevalensi kebutaan yang dapat dicegah," kata dia.

Sejak 2003, kata Rino, program ini sudah mengucurkan dana sembilan juta dolar AS untuk program perawatan kesehatan mata masyarakat. "Ini sudah memberikan dampak kepada lebih dari dua juta orang yang mendapatkan vitamin A, lebih dari enam juta orang memperoleh layanan kesehatan mata, dan melakukan 138 ribu operasi katarak dan operasi mata lainnya," ujar dia.

Secara global, program "Seeing is Believing" ini sudah mengumpulkan dana sebesar 95 juta dolar AS dan menyasar 150,3 juta penerima bantuan, kata Rino. Program "Seeing is Believing" 2017 yang baru diluncurkan dari Stanchart dengan biaya 1,02 juta dolar AS ini ditargetkan mampu memberikan edukasi, pemeriksaan, dan akses kacamata bagi 550 ribu siswa dan pelatihan 3.500 guru di 3.500 SD dan SMP.

Koordinator Program Nasional The Fred Follows Foundation sebagai lembaga mitra Standchart, Courtney Saville, mengatakan program ini akan berjalan selama tiga tahun dari 2017-2020 di lima kota yakni Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Sumbawa Barat. "Dana dari Stanchart 1,02 juta dolar AS. Totalnya sebenarnya.

BERITA TERKAIT

Garuda Raih Fasilitas Kredit US$ 200 Juta - Kerjasama Sinergis BNI

NERACA Bali – Danai pengembangan bisnis, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menandatangani kesepakatan kerjasama fasilitas Stand By Letter of…

Antam Garap Proyek Senilai US$ 320 Juta - Gandeng Kerjasama OENI

NERACA Jakarta - Geliat bisnis PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) makin agresif, terlebih perseroan belum lama ini telah menandatangani Head…

Superkrane Incar Kontrak Baru US$ 100 Juta - Permintaan Sewa Crane Meningkat

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) pacu ekspansi bisnis. Emiten crane…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Sompo Insurance Permudah Proses Klaim Asuransi Kendaraan

  NERACA   Jakarta - PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Insurance) kembali menyuguhkan hasil inovasi layanan klaim Pelanggan melalui peresmian…

10 Poin Hasil Pleno Development Committe IMF-World Bank

      NERACA   Bali - Development Committee (DC), perkumpulan menteri dan pejabat sektor keuangan seluruh dunia, melakukan pertemuan…

Wapres Harap Bank Pembangunan Jadi Investor Jangka Panjang

    NERACA   Bali - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta sejumlah bank pembangunan dunia, seperi Bank Dunia (WB), Bank…