Peran Aktif Perbankan Syariah Dalam Edukasi - Tingkatkan Pangsa Pasar

NERACA

Jakarta - Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Sumatera Selatan Dodi Reza Alex mengatakan perbankan syariah harus aktif mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan pangsa pasar yang sejauh ini belum mampu melewati angka lima persen. “Edukasi masih perlu ditingkatkan lagi meski saat ini sudah gencar dilakukan. Harus diakui jika dibandingkan bank konvensional, masih banyak masyarakat yang belum paham bagaimana bank syariah, terutama dengan produk-produknya," katanya seperti dikutip Antara, kemarin.

Ia mengatakan bahwa edukasi ini sangat penting untuk menutupi kelemahan dari sisi infrastruktur dan SDM dari perbankan syariah. Masyarakat harus diinformasikan bahwa perbankan syariah sudah memiliki produk yang variatif atau tidak sebatas produk yang berkaitan dengan haji dan umroh. "Semua segmen ini harus dijajal karena jika perlu perbankan syariah juga masuk dalam pembiayaan infrastruktur," kata dia.

Seperti diketahui, ia melanjutkan, Sumsel saat ini sedang gencar membangun terkait dengan peran menjadi tuan rumah Asian Games tahun 2018. Selain itu, dari sisi pertumbuhan ekonomi, Sumsel menawarkan suatu peluang yang besar karena selalu bisa tumbuh di atas angka rata-rata nasional. Sementara itu Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Regional Sumatera Bagian Selatan mendorong pembukaan kantor cabang bank syariah untuk memperluas pangsa pasar di masyarakat yang sejauh ini hanya 5,3 persen.

Direktur Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan Regional Sumatera Bagian Selatan, Sabil, di Palembang, Selasa, mengatakan, dari 33 bank yang beroperasi di Sumatera Selatan hanya ada tujuh bank syariah sedangkan yang sudah membuka unit syariah juga hanya tujuh bank. "OJK mendorong bank syariah berekspansi dengan membuka kantor cabang karena sedikitnya jaringan perbankan syariah di masyarakat juga menjadi salah satu penyebab rendahnya 'market share'," kata Sabil.

Ia mengatakan perbankan syariah telah muncul di masyarakat sejak tahun 1992, meski demikian pertumbuhannya sangat lambat atau masih kalah dengan perbankan konvesional. Data terakhir menunjukkan pertumbuhan perbankan syariah hanya 7,8 persen, sementara perbankan konvensional mampu berada di atas 10 persen. "Untuk itu, OJK sebagai pengawas, pembuat regulasi, dan sekaligus pelindung konsumen mengeluarkan sejumlah regulasi untuk mendorong pertumbuhan perbankan syariah," kata dia.

Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) M Hadi Santoso menyatakan, peluang perbankan syariah nasional untuk tumbuh masih sangat besar. Ia meyakini, ada peluang pangsa pasar perbankan syariah nasional meningkat ke 7 persen ke atas. "Angka market share tersebut secara jumlah persentase memang masih terlalu kecil. Ada peluang perbankan syariah untuk berkembang di atas 7 persen," ungkap Hadi.

Hadi menuturkan pula, saat ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah meluncurkan Roadmap Pengembangan Keuangan Syariah Indonesia 2017-2019. Peta jalan ini diyakini bakal membantu meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah nasional. "Kita ikhtiar bersama untuk mewujudkan mimpi tersebut," tutur Hadi. Berbagai kondisi ekonomi regional dan global yang belum menentu telah menuntut perbankan syariah untuk dapat menghadapi kondisi tersebut.

Selain itu, perbankan syariah nasional juga harus bisa bersaing dengan perbankan konvensional dalam menarik dana murah masyarakat. "Perbankan syariah dituntut harus mampu berinovasi, layanan harus tidak kalah dengan perbankan konvensional. Perbankan syariah harus bisa melayani masyarakat dan juga pemerintah dalam transaksi keuangan," terang Hadi.

BERITA TERKAIT

Telkomsel Edukasi Digital Anak Muda di Timur - Gandeng Binar Academy

NERACA Jakarta - Dalam rangka pemerataan dan menggejot partisipasi anak muda di kawasan Timur Indonesia dalam kompetisi The NextDev, Telkomsel…

BEI Beri Edukasi Finalis Aban None Jakarta - Dorong Antusiasme Investor Muda

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal dari kalangan anak muda terus dilakukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan…

Tak Ikut Danai Akuisisi Saham Freeport, Kemana Peran Bank BUMN?

Oleh: Rezkiana Nisaputra Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) sudah memastikan, bahwa empat bank pelat merah tidak akan ikut membiayai proses…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,25%

      NERACA   Jakarta - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 18-19 Juli 2018 memutuskan untuk…

Kredit BTN Tumbuh 19,14%

      NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan peningkatan penyaluran kredit sebesar 19,14% secara…

Laba Bank Jatim Tumbuh 5,01%

      NERACA   Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencatatkan laba bersih mengalami…