Tekankan Efisiensi, PGN Pangkas Capex 40%

NERACA

Jakarta - Tahun ini, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) memangkas alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar 40% menjadi US$300 juta dari sebelumnya US$500 juta.”Kebijakan ini sebagai bagian dari upaya efisiensi perusahaan menghadapi perlambatan perekonomian tahun ini, namun tetap mempertahankan visi perusahaan dalam mengembangkan infrastruktur dan meningkatkan pemanfaatan gas bumi nasional," kata Direktur Komersial PGN, Danny Praditya dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (12/10).

Tahun ini, menurut Danny, pihaknya mengalokasikan capex sebesar US$300 juta, digunakan untuk meningkatkan infrastruktur gas bumi, sektor hulu dan bisnis pendukung lain.”Ke depan, kami tetap optimistis kinerja perusahaan juga akan semakin baik dengan terus mengembangkan jaringan infrastruktur gas nasional dan pengembangan pasar yang ada serta penetrasi ke wilayah yang baru dalam rangka perluasan dan peningkatan pemanfaatan gas bumi," papar dia.

Saat ini, kinerja penyaluran gas bumi PGN mengalami peningkatan sepanjang triwulan III tahun ini sebesar 17% dibandingkan triwulan II-2017.”Kenaikan ini dikontribusikan dari peningkatan konsumsi gas baik yang berasal dari sektor industri maupun dari sektor kelistrikan," ujar Danny.

Sebagai informasi, di semester pertama 2017, realisasi capex PT Perusahaan Gas Negara Tbk masih rendah atau baru US$ 130 juta atau sekitar 26% dari alokasi capex tahun ini sebesar US$ 500 juta. Lambatnya serapan tersebut lantaran belum banyakpenggunaan dana di hilir bisnis PGAS, terutama untuk pengerjaan engineering, procurement, and construction (EPC) seperti pembangunan jaringan pipa gas.

Nusantara Suyono, Direktur Keuangan PGAS pernah bilang, capex US$ 500 juta itu terbagi dua. Sebesar 50% untuk keperluan hulu bisnis (upstream) yang digarap PT Saka Energi, sementara sisa 50% lainnya untuk hilir bisnis (downstream) yang digarap PGAS sendiri."Kalau di upstream, serapannya sudah US$ 100 juta. Sementara downstream baru sekitar US$ 20 juta-US$ 30 juta,"jelasnya.

BERITA TERKAIT

Moody’s Beri Peringkat Utang PGN Baa2 - Pasca Akuisisi Saham Pertagas

NERACA Jakarta - Lembaga pemeringkat internasional, Moody's Investors Service menegaskan kembali peringkat PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan peringkat…

BEI Kaji Pembangunan Sistem IT Bersama AB - Tekan Efisiensi

NERACA Jakarta – Dalam rangka meningkatkan efisiensi biaya operasional para Anggota Bursa (AB), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan, saat ini…

PGN Cari Pinjaman di Bank Rp 11 Triliun - Danai Akuisisi Pertagas

NERACA Jakarta – Guna mendanai aksi korporasinya yakni akuisisi Pertagas sebesar Rp 16,6 triliun, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rencana Perubahan Lot Saham - APEI: Perlu Ada Kesiapan Anggota Bursa

NERACA Jakarta – Rencana direktur utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi bersama tim menurunkan jumlah satu lot jadi…

Pacu Nilai Tambah di Sektor Hilir - MGRO Bangun Pabrik Senilai Rp 330 Miliar

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar dari IPO, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) akan berinvetasi sebesar Rp 330 miliar membangun…

Kembangkan Ekspansi Bisnis - NFC Indonesia Buka Peluang Untuk Akuisisi

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, harga saham PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) langsung dibuka menguat 49,73% pada…