Kartu E-Money Gratis, Saldo Rp0

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia (BI) menegaskan program penggratisan kartu uang elektronik hanya untuk biaya kartunya saja, namun saldonya tetap harus dibeli atau dibayar pengguna. Hal itu seperti dikatakan oleh Direktur Elektronifikasi dan Inklusi Keuangan Departemen Pengawasan dan Kebijakan Sistem Pembayaran BI Pungky Purnomo Wibowo di Jakarta, Rabu (11/10).

Ia menjelaskan biaya kartu yang sebesar Rp20 ribu - Rp30 ribu akan ditanggung oleh perbankan dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), namun saldo uang elektroniknya tetap dibayar pengguna saat pengguna tersebut membeli kartu uang elektronik. "Misalnya, biaya kartunya ditanggung Rp10 ribu oleh bank Rp10 ribu oleh BUJT. Kartunya harganya jadi nol. Masyarakat tetap harus beli saldonya," ujar dia.

Pungky juga mengklarifikasi mekanisme untuk mendapatkan kartu uang elektronik itu, yakni sama saja dengan sebelumnya. Masyarakat yang akan menggunakan jasa tol dapat membeli kartu uang elektronik tersebut dengan hanya membayar saldonya, saat hendak memasuki pintu tol. “Mendapatkannya adalah beli isi saldonya tersebut di pintu jalan tol jika masyarakat bertransaksi di sana,” ujar dia.

Dia menegaskan tidak ada pembagian kartu uang elektronik gratis secara massal. Program penggratisan biaya kartu itu merupakan keberlanjutan program diskon 50 persen biaya kartu pada 17 Agustus 2017-31 September 2017. Oleh karena antusiasme masyarakat, kata Pungky, perbankan dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) memperpanjang dan memperbesar program diskon tersebut. "Kalau dulu 17-31 September 2017 diskon 50 persen. Nanti sampai 31 Oktober 2017 diskonnya 100 persen. Jadinya biaya kartunya ditanggung," ujar dia.

Saat ini sudah ada 4 bank BUMN dan 1 bank swasta yang bisa digunakan sebagai alat pembayaran di jalan tol. Flazz dari BCA, E-money dari Bank Mandiri, TapCash dari BNI, Brizzi dari BRI dan Blink dari BTN. Ke depan, akan ada lagi bank-bank yang masuk dan menjadi penyedia alat pembayaran untuk transaksi non tunai di jalan tol ini.

Saat ini kartu e-money digratiskan, artinya biaya kartu yang selama ini dibebankan kepada masyarakat sebesar Rp 20.000 akan digratiskan dalam jangka waktu tertentu. "Jadi mungkin programnya bukan bagi-bagi e-toll gratis. Programnya kita sedang mengevaluasi ada diskon kartu. Seperti program sebelumnya, kita kan pernah buat diskon kartu juga. Jadi gratis harga kartu atau diskon pembelian kartu, yang pada kondisi normal ada biaya kartu Rp 20.000," kata Sekretaris Perusahaan Jasa Marga Agus Setiawan dikutip detikFinance.

Namun demikian, ia menolak hal ini sudah difinalisasi. Menurut Agus, hal ini masih dalam pembicaraan, termasuk jumlah kartu yang akan diberikan diskon, jangka waktunya, hingga lokasi pemberian diskon kartu tersebut. "Kita masih evaluasi. Tapi harapan kita dari sisi volume yang diberikan bisa lebih, artinya kita mengejar agar bisa 100% non tunai. Mungkin dalam sehari dua hari ini bisa dipastikan," ungkapnya.

"Intinya mudah-mudahan bisa lebih dari sisi volumenya. Kemarin kan jangka waktu saat Idul Adha atau Lebaran. Mudah-mudahan karena menjelang tanggal 31, lebih banyak yang kita berikan diskon. Kita kerja sama dengan perbankan," jelas Agus.

Pemberian diskon harga kartu juga akan dibarengi dengan program pemberian insentif berupa hadiah bagi pengguna uang elektronik. "Program pemberian hadiah bareng-bareng. Sekarang juga lagi dibicarakan. Pemberian hadiah sebagai insentif. Intinya agar non tunai bisa disosialisasikan dengan cepat," tukasnya.

BERITA TERKAIT

BRI Palembang Luncurkan Produk Dorong Pertumbuhan Kartu Kredit

BRI Palembang Luncurkan Produk Dorong Pertumbuhan Kartu Kredit NERACA Palembang - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Wilayah Palembang meluncurkan…

Bank Mandiri Kuasai 60% Kartu E-Money

    NERACA   Jakarta – Sejak dibuat aturan kewajiban penggunaan kartu elektronik untuk transaksi tol, kartu uang elektronik (e-money)…

BI Diminta Transparan Soal E-Money - OJK TERBITKAN 10 KEBIJAKAN UTAMA TERKAIT IT

Jakarta-Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat David Tobing mendesak Bank Indonesia (BI) untuk lebih transparan melaksanakan fungsi pengawasan dalam kegiatan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Ancaman Serangan Siber ke Industri Keuangan Meningkat

    NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengingatkan ancaman serangan siber terhadap sistem…

BTN Siapkan 2.000 Unit Apartemen di Kawasan Undip

      NERACA   Semarang - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar kemitraan dengan Ikatan Keluarga Alumni Universitas…

Bank Mandiri Incar Fintech Potensial

      NERACA   Jakarta - Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mengembangan industri kreatif di tanah air untuk menciptakan…