Aktivitas Pelabuhan Merak Kembali Normal

Setelah Sempat Macet Panjang

Rabu, 25/01/2012

Merak - Aktivitas penyeberangan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, kembali normal setelah Selasa pagi terjadi antrean angkutan akibat cuaca buruk di kawasan Selat Sunda.

"Saat ini lintas penyeberangan yang melayani Merak-Bakauheni berjalan lancar dan tidak terjadi kemacetan di dermaga I sampai IV," ujar Didi Yuliansyah, Kepala Pelaksana Harian (Plh) Manager Operasional PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Merak, Selasa.

Ia mengatakan, antrean kendaraan di Pelabuhan Merak yang hendak menuju Bakauheni, Lampung, sempat mengular hingga 600 meter ke luar pintu gerbang Merak.

Sebab lintasan penyeberangan Merak-Bakauheni, sempat dihentikan Senin malam pukul 19.00 WIB, karena saran Adpel ketinggian gelombang mencapai empat meter.

Meskipun, kata dia, siang ini penyeberangan Merak-Bakauheni, Lampung normal dan tidak terjadi penumpukan kendaraan di Pelabuhan Merak.

Akan tetapi, nahkoda kapal roll on roll of (roro) tetap waspada karena sewaktu-waktu bisa saja cuaca berubah.

"Kami minta nahkoda tetap waspada menghadapi cuaca buruk yang terjadi di kawasan Selat Sunda," ujarnya menjelaskan.

Ia menyebutkan, saat ini kondisi lalu lintas di dermaga I sampai IV Pelabuhan Merak tampak sepi dan kendaraan yang tiba mereka langsung naik ke atas kapal Ro-Ro untuk menyeberang ke Bakauheni, Lampung.

"Kami berharap cuaca di perairan Selat Sunda kembali normal dan pelayaran Merak-Bakauheni berjalan lancar," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Unit Analis Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Serang, Hadiyanti mengatakan, diprakirakan selama 24 jam tinggi gelombang perairan Selat Sunda bagian utara berkisar 0,6-1,4 meter.

Tiupan angin berkecepatan rata-rata 24 kilometer per jam dengan jarak pandang empat sampai delapan kilometer.

"Kami menjamin saat ini cuaca perairan Selat Sunda tidak membahayakan bagi pelayaran kapal Ro-Ro, karena tinggi gelombang 1,4 meter dan angin 12 knot," ujarnya

Tertunda

Penyeberangan dengan kapal ferry di Merak-Bakauheni di dermaga Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, sempat tertunda pukul 18.00 WIB akibat cuaca buruk di perairan Selat Sunda.

"Kami tidak berani merekomendasikan pelayaran ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung, setelah ada saran dari Administrator Pelabuhan (Adpel), karena ketinggian gelombang di Selat Sunda berkisar 2,5 meter sampai 3,0 meter," kata Pelaksana Harian Manager PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak, Didi Yuliansyah saat dihubungi di Rangkasbitung, Senin.

Ia mengatakan, saat ini pelayaran penyeberangan Merak-Bakauheni, Lampung, kembali normal pukul 22.00 WIB.

Namun, kata dia, tetap nakhoda kapal roll on roll of (roro) diminta waspada cuaca buruk tersebut.

Sebab mendapat informasi adanya kendaraan sepeda motor yang terguling di dalam Kapal SMS Kartanegara saat dalam pelayaran menuju Merak akibat gelombang tinggi disertai tiupan angin kencang.

Saat ini, katanya, PT ASDP melayani penumpang pejalan kaki maupun penumpang di atas kendaraan serta angkutan truk menuju Pelabuhan Bakauheni karena sudah normal.

Dari dermaga I sampai IV Pelabuhan Merak, semua penumpang berjalan lancar baik ke atas kapal Ro-Ro menuju Bakauheni.

Menurut dia, penumpang terjadi peningkatan sejak sore dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni dan sebaliknya.

Peningkatan penumpang itu, kemungkinan Selasa (24/1) mereka sudah kembali kerja setelah liburan perayaan Imlek.

"Kami berharap cuaca membaik dan pelayaran Merak-Bakauheni berjalan lancar," ujarnya.

Kendaraan Mengular

Antrean kendaraan di Pelabuhan Merak yang hendak menuju Bakauheni, Lampung, mengular akibat cuaca buruk di perairan Selat Sunda.

"Antrian kendaraan terjadi Senin (23/1) malam akibat cuaca buruk di kawasan Selat Sunda hingga penyeberangan terganggu," ujar Didi Yuliansyah, Kepala Pelaksana Harian (Plh) Manager Operasional PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Merak, Selasa.

Menurut dia, saat ini tinggi gelombang berkisar tiga sampai empat meter disertai angin kencang, sehingga kapal roll-on-roll-off (roro) mengalami kesulitan untuk bersandar di dermaga.

Penyeberangan Merak-Bakauheni, Lampung sempat dihentikan sehingga berimbas antrian panjang hingga mengular ke Jalan Cikuasa Atas Cilegon, bahkan kapal ro-ro terombang-ambing di kawasan Selat Sunda akibat gelombang dan angin kencang.