BRI Palembang Luncurkan Produk Dorong Pertumbuhan Kartu Kredit

BRI Palembang Luncurkan Produk Dorong Pertumbuhan Kartu Kredit

NERACA

Palembang - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Wilayah Palembang meluncurkan produk baru "BRI Easy Card" untuk mendorong pertumbuhan kartu kredit pada tahun ini.

Wakil Pemimpin Wilayah BRI Palembang Susilo Sudana mengatakan pertumbuhan kartu kredit secara nasional pada kuartal I tahun ini belum menggembirakan yakni hanya naik 3,0 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu."Karena itu BRI merilis kartu kredit BRI Easy Card dengan menggandeng Mastercard untuk membidik generasi milenial dengan rentang umur 25-45 tahun. Lantaran itu desain kartu pun berjiwa muda dengan warna silver," kata dia di Palembang, sebagaimana dikutip Antara, kemarin.

Kartu kredit BRI Easy Card ini dirancang untuk mendorong para pelanggan memanfaatkan transaksi elektronik dalam setiap aktivitas pembayaran untuk memacu transaksi cashless. Oleh karena itu, kartu ini dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti berbelanja di swalayan, membeli bahan bakar di SPBU, dan keperluan lainnya.

Untuk menarik minat nasabah, BRI memberikan cashback senilai 1,0 persen untuk transaksi tarik tunai di ATM, dan sebesar 2,0 persen untuk pembelanjaan di swalayan (termasuk minimarket), serta senilai 3,0 persen untuk pembelian bahan bakar di SPBU. Nasabah dapat memanfaatkan kartu kredit BRI Easy Card dengan tiga tipe, yakni classic, gold dan platinum dengan limit hingga Rp24 juta.

"Dengan program cashback ini, BRI optimistis hingga akhir tahun bisa mencetak 7.000 kartu, apalagi memiliki kartu kredit seakan telah menjadi kebutuhan generasi millenial," ujar dia.

Bank Indonesia mencatat transaksi kartu kredit pada kuartal pertama tahun ini mencapai Rp72,01 triliun. Transaksi tersebut hanya naik sekitar 3,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy) tercatat sebesar Rp69,86 triliun.

Transaksi kartu kredit sepanjang tiga bulan pertama tahun ini tercatat tumbuh 9,1 persen (yoy) menjadi 80,74 juta transaksi. Sedangkan jumlah kartu kredit tercatat sebanyak 17,59 juta kartu, meningkat 4,14 persen (yoy). BI berharap pertumbuhan kartu kredit dapat menembus 5,0 hingga akhir tahun, salah satunya dengan aturan penurunan suku bunga. Ant

BERITA TERKAIT

BCA Dorong 60 Debiturnya Go Public

Dukung industri pasar modal dalam meningkatkan jumlah emiten tercatat di pasar modal, PT Bank Central Asia Tbk mendorong sekitar 60…

PII Dorong Pemda Manfaatkan Skema KPBU

  NERACA   Jakarta - PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) mendorong agar Pemerintah Daerah (Pemda) memanfaatkan skema Kerjasama Pemerintah dan…

Kadin: Tak Mungkin Terulang Krisis 1998-2008 - PROSPEK PERTUMBUHAN INDUSTRI DAN SEKTOR PERKEBUNAN

Jakarta-Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani menyatakan sikap optimistis krisis ekonomi 1998 dan 2008 atau…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN Area Sukabumi Gelar Apel Siaga

Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN Area Sukabumi Gelar Apel Siaga NERACA Sukabumi - Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN…

Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN Area Sukabumi Gelar Apel Siaga

Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN Area Sukabumi Gelar Apel Siaga NERACA Sukabumi - Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN…

Pemprov Sumsel Maksimalkan Program Pengentasan Kemiskinan

Pemprov Sumsel Maksimalkan Program Pengentasan Kemiskinan NERACA Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) berupaya memaksimalkan program pengentasan kemiskinan…