Performance GMFI Berdeda Dengan Garuda - Capex Meningkat 30% di 2018

NERACA

Jakarta – Sejak resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal, pelaku pasar modal menaruh harapan besar performance kinerja keuagan PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) dan begitu juga dengan harga sahamnya jauh lebih baik dibandingka induk usahanya PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Menjadi emiten pertama di bisnis perawatan dan perbaikan pesawat atau maintenance, repair, and overhaul (MRO), memacu perseroan untuk tanjap gas ekspansi bisnis.

Bahkan di tahun depan, guna mendanai ekspansi bisnisnya, perseroan memperkirakan anggaran belanja modal atau capital expenditure (Capex) akan tumbuh 20-30% atau berkisar US$ 84 juta-US$ 95,5 juta dari capex tahun ini US$ 70 juta-US$ 75 juta.”Kami akan tambah capex karena tahun depan fasilitas baru sudah mulai dibangun,” kata Direktur Utama GMFI Iwan Joeniarto di Jakarta, kemarin.

Iwan mengatakan, pihaknya baru menyerap 50% belanja modal tahun ini atau sekitar US$ 35 juta-US$ 37,5 juta. Sementara analis Binaartha Parama Sekuritas, Reza Priyambada mengungkapkan, jika para pelaku pasar masih salah pandang terhadap GMF dengan menyamai perseroan dengan induk usahanya PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA)."Masih banyak yang menyamakan GMF dengan GIAA. Padahal GMF itu jauh lebih sehat kinerjanya dibandingkan GIAA,”kata Reza.

Lebih lanjut Reza mengungkapkan, apabila dilihat GMF sebenarnya memiliki peluang yang besar untuk tumbuh besar. Mengingat, GMF merupakan perusahaan bengkel pesawat yang pasarnya cukup besar."Peluang mereka bagus, namanya bengkel kan bisa melayani apa saja, gak sebatas armada GIAA," jelasnya.

Sementara itu, ketika ditanya apakah harga saham yang ditawarkan GMF terlalu tinggi, Reza melah menilai harga tersebut tidak mahal malah bisa lebih tinggi lagi. Pasalnya, prospek dan jangkauan pasar yang dimiliki GMF cukup luas."Tapi ya namanya market, kalau lagi IPO pasti pelaku pasar maunya semurah mungkinlah," tukasnya.

Sebagaimana diketahui, Selasa (10/10) GMFI baru saja melaksanakan IPO. Sebanyak 25% dari total dana IPO yang berjumlah Rp 1,12 triliun akan digunakan untuk penambahan modal. Usai IPO GMFI juga sudah punya rencana penambahan kapasitas baik di dalam maupun di luar negeri. Rencana lainnya, GMFI juga akan menambah captive. Saat ini baru ada tigacaptive, kedepannya akan ditambah hingga 5-6 captive.

Selain ekspansi juga setelah IPO juga akan melakukan joint venture untuk menawarkan total solution provider pada pelanggan. Dalam aksi korporasi ini, GMFI yang merupakan emiten ke-559 di BEI menawarkan saham di level Rp400 per lembar saham, dengan melepas 2.823.351.100 lembar saham baru atau setara dengan 10% dari saham dari modal disetor. Dana yang diincar dari IPO ini adalah senilai Rp1,27 triliun.

GMFI pun mempercayakan penjamin pelaksana emisi efek kepada PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.

BERITA TERKAIT

Mendongkrak Literasi dan Inklusi Keuangan dengan "Membumikan" Asuransi

Mendongkrak Literasi dan Inklusi Keuangan dengan "Membumikan" Asuransi NERACA Jakarta - Hasil riset Otoritas Jasa Keuangan pada 2016 menyebut bahwa…

Waskita Beton Bidik Laba Tumbuh 25% di 2018 - Kantungi Banyak Kontrak Baru

NERACA Jakarta –Lambat tapi pasti, performance kinerja keuangan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) cukup memuaskan. Tengok saja dari pencapaian…

Permintaan Kredit di 13 Sektor Meningkat

  NERACA   Jakarta - Bank Indonesia melalui surveinya mencatat permintaan kredit pada 13 sektor ekonomi meningkat sepanjang triwulan III…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Targetkan Transaksi 500 Ribu Lot - Rifan Financindo Berjangka Optimis Tercapai

NERACA Surabaya - Meskipun Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) memangkas target transaksi 30% lantaran kondisi ekonomi…

Tingkatkan Layanan Digital - Taspen Kerjasama Sinergis Dengan Telkom

NERACA Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Taspen (Persero) bersinergi mengembangkan dan mengimplementasikan digitalisasi pelayanan pembayaran pensiun…

XL Hadirkan Asisten Virtual MAYA

Dinamisnya era digital mengharuskan perusahaan untuk terus melakukan inovasi teknologi agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Tidak sebatas produk, layanan pelanggan…