Malacca Insurance Oversubscribed 2,1 Kali - Debut Perdana di Pasar Modal

NERACA

Jakarta - Resmi menjadi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) ke-26 tahun ini dan sekaligus emiten ke-560, PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 2,1 kali dengan dipesan oleh 800 investor. Perusahaan asuransi ini melepas saham 20,32% atau setara 310 juta saham.

Pada aksi korporasi tersebut, perseroan mempercayakan Panin Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi.”Total dana yang dihimpun oleh aksi ini adalah Rp 31 miliar," kata Ilham Akbar Habibie, Komisaris MTWI di Jakarta, Rabu (11/10). Dia juga mengatakan bahwa hal ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk menuju perusahaan yang lebih baik dan sesuai dengan good corporate governance.

MTWI, yang sebelumnya bernama PT Asuransi Wuwungan ini berada di sektor finance dan subsektor asuransi. MTWI masuk ke dalam papan pengembangan di BEI. Perdagangan perdana MTWI dibuka di level Rp 120, atau naik 20% dibandingkan harga penawaran perdananya Rp 100 per saham. Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan bisnis sangat konservatif.

Vientje Harijanto, Direktur Utama MTWI mengatakan bahwa pihaknya akan menjalankan berbagai strategi termasuk mendorong pendapatan MTWI.”Selain meningkatkan pendapatan, kami akan efisiensi dan mengurangi atau bahkan meniadakan pengeluaran yang tidak diperlukan,"ujarnya.

Dia mengatakan bahwa per September, pihaknya masih mencatatkan kerugian Rp 6 miliar. Tapi, Vientje mengatakan bahwa Oktober 2017 ini, Malacca Trust berhasil mengurangi kerugian sebanyak Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar. Dirinya berharap bahwa seiring dengan keadaan pasar yang akan membaik di waktu-waktu ke depan, perusahaan asuransi ini dapat mengurangi kerugian bahkan mencatatkan keuntungan dalam waktu 1-2 tahun.

Merujuk pada laporan keuangan MTWIdi kuartal 1 2017, perusahaan ini mencatatkan pendapatan premi bruto sebanyak Rp 49,07 miliar. Aset Malacca Trust juga naik menjadi Rp 281,97 miliar di semester 1 2017. Aset MTWI tumbuh 5,78% jika dibandingkan dengan posisi asetnya akhir 2016 sebesar Rp 266,56 miliar.

BERITA TERKAIT

Mahaka Media Klaim Sentimen Positif Pasar - Harga Saham Melesat Tajam

NERACA Jakarta – Keluar masuknya saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) dari suspensi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuat kekhawatiran…

Jamkrindo Syariah Kuasai Pasar Penjaminan Syariah

      NERACA   Jakarta – PT Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Syariah mencatatkan kinerja yang cukup mentereng.…

Operasi Pasar Beras Bulog Tak Diserap Maksimal

      NERACA   Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengakui bahwa beras yang digelontorkan melalui operasi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…