Pengerjaan Tol Semarang-Solo Tunggu Rp1,9 T

NERACA

Jakarta--- Operator jalan tol, PT Jasa Marga tetap berharap agar pemerintah bisa segera mengucurkan dana sekitar Rp1,9 triliun guna membiayai proyek tol Semarang-Solo seksi Bawen-Solo. Karena untuk proyek ini memang mengandalkan dana pemerintah. “Jasa Marga harus berhati-hati dalam menentukan sumber pembiayaan karena merupakan perusahaan terbuka dan kebutuhan anggaran tersebut cukuplah besar,” kata Direktur Utama Jasa Marga Frans S Sunito kepada wartawan di Jakarta.

Frans mengaku hingga saat ini perseroan belum memberikan jawaban terkait himbauan Kementerian BUMN agar mencari sumber dana secara mandiri untuk proyek itu tanpa mengandalkan subsidi pemerintah. ”Yang pasti kami akan mencari alternatif win win solution yang menguntungkan perusahaan, juga karena ini perusahaan terbuka harus mempertanggungjawabkan pada pemilik saham publik,” tambahnya

Yang jelas saat ini, lanjut Frans lagi, Jasa Marga mulai melakukan perbaikan secara permanen pada Maret 2012 mendatang untuk kerusakan yang terdapat di seluruh ruas tol yang dikelolanya. “Jakarta-Cikampek paling banyak mengalami kerusakan karena 46% kendaraan yang melintasinya berupa kendaraan berat atau memiliki tonase yang tinggi,sehingga beban jalan lebih berat,” kata Direktur Operasional Jasa Marga, Adityawarman di Jakarta.

Kerusakan yang terjadi, kata Adityawarman, umumnya adalah jalan berlubang,bergelombang,atau mengalami keretakan.Namun, tingkat kerusakan cenderung tidak terlalu berat sehingga bisa diantisipasi dengan perbaikan sementara. “Untuk Jakarta-Cikampek, jalan yang masih berlubang terdapat di KM 27-28 arah Jakarta. Di arah Cikampek juga terdapat lubang di KM 32-33, saat ini kami sedang memperbaikinya secara temporer,” tuturnya.

Sementara, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Gazaly mengatakan, penandatanganan amendemen perjanjian pengusahaan jalan tol ruas Semarang-Solo masih menunggu kepastian pemberian dana dukungan sebesar Rp1,9 triliun dari pemerintah. “Sebelum kepastian pemberian dana didapatkan, maka soal penandatanganan belum dapat dilaksanakan karena tingkat kelayakannya belum memenuhi syarat pembangunan proyek tersebut,”paparnya

Dikatakan Gani Gazaly, BPJT sendiri lebih bersikap menunggu keputusan dari Kementerian Keuangan dan badan usaha bersangkutan. Selain ruas Semarang-Solo, BPJT juga masih menunggu penyelesaian masalah internal kepemilikan saham di ruas tol Batang-Semarang yang sampai saat ini belum final.

Meski sangat lamban, Menurut Gani, mereka tidak bisa mencabut konsesi dua ruas itu karena pada dasarnya badan usaha jalan tol tersebut memiliki kemampuan untuk melaksanakan proyek. Hanya,terbentur permasalahan pendanaan dan kepemilikan saham. ”Kita juga sulit memberikan ultimatum karena sebenarnya mereka sanggup membiayai, hanya harus menyelesaikan masalah ini dulu sebelum maju ke PPJT (perjanjian pengusahaan jalan tol),”ujarnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Rajawali Nusindo Buka Gudang Baru di Solo

Dalam rangka peningkatan omzet dan kinerja operasional, PT Rajawali Nusindo sebagai anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) yang bergerak…

Menakar Manfaat Subsidi Tol Laut

Oleh: Sarwani Analis Ekonomi Pembangunan Nasib subsidi tol laut dalam tahun anggaran mendatang berada di ujung tanduk. Pasalnya, DPR RI…

Akulaku Salurkan Pinjaman Rp1,5 Triliun Perbulan

    NERACA   Jakarta – Director of Corporate Affairs and Public Relations Akulaku Indonesia Anggie Setia Ariningsih mengatakan bahwa…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Sentry Safe Hadirkan Brankas dengan Proteksi terhadap Kebakaran dan Banjir

  NERACA Jakarta – Brankas biasanya digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen penting ataupun barang-barang berharga. Oleh karena itu Sentry Safe mengeluarkan…

SKK Migas Inginkan Penyebaran Informasi Kontribusi Hulu Migas Di Daerah

NERACA Balikpapan - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerjasama…

Sky Energy Luncurkan Produk Teringan di Dunia - Pembangkit Tenaga Surya

      NERACA   Jakarta - Kebutuhan akan listrik semakin meningkat seiring berkembangnya teknologi. Pada 2019, kebutuhan listrik dunia…