Warga Lebak Diminta Waspadai Banjir Susulan

Lebak - Warga Kabupaten Lebak, Banten, khususnya yang tinggal di bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan kemungkinan terjadi banjir susulan, karena curah hujan beberapa hari ke depan diperkirakan cukup tinggi.

"Kami mengimbau masyarakat tetap mewaspadai kemungkinan terjadi banjir susulan, karena curah hujan cukup tinggi hingga awal Februari mendatang," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Muklis, di Rangkasbitung, Selasa.

Menurut dia, banjir yang melanda sepekan lalu di sejumlah daerah di Kabupaten Lebak, mereka kebanyakan warga yang tinggal di bantaran sungai.

Karena itu, katanya, pihaknya meminta warga yang tinggal di daerah aliran sungai tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam itu untuk mencegah korban jiwa.

Sebab Kabupaten Lebak memiliki 17 sungai utama dan 165 anak sungai, sehingga berpotensi banjir jika curah hujan tinggi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banten memprediksi puncak hujan hingga berlangsung Februari.

Curah hujan turun tidak menentu, terkadang pagi, siang, sore, atau malam hari.

Selama ini, kata dia, curah hujan masih terjadi dengan kapasitas sedang.

"Kami tetap minta warga yang tinggal di bantaran sungai waspada dan jika hujan terus menerus sebaiknya mengungsi ke tempat yang lebih aman," katanya.

Ia menyebutkan, banjir yang melanda sepekan lalu terjadi di 14 kecamatan karena memiliki daerah aliran sungai (DAS).

Ke-14 kecamatan itu antara lain adalah Wanasalam, Banjarsari, Rangkasbitung, Gunungkencana, Cileles, Cibadak, Leuwidamar, Cikulur, Cimarga, Kalanganyar, Warunggunung, Cibeber, Cijaku, dan Sajira.

Peringatan imbauan kewaspadaan itu guna mencegah korban jiwa karena bencana alam, pada Jumat (13/1), menewaskan tiga orang.

"Kami berharap masyarakat siaga pada musim hujan agar tidak menjadi korban banjir," ujarnya.

Sementara itu, Camat Kalanganyar Sehabudin mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan peringatan imbauan kepada warga yang tinggal di bantaran sungai Ciberang dan Cisimeut sehubungan curah hujan dalam beberapa hari terakhir meningkat.

"Warga kami yang tinggal di bantaran sungai jumlahnya mencapai ribuan jiwa sehingga rawan dilanda banjir dan longsor jika hujan deras secara terus menerus," ujarnya.

BERITA TERKAIT

Warga Depok Kesulitan Ingin Dapatkan Imunisasi Difteri

Warga Depok Kesulitan Ingin Dapatkan Imunisasi Difteri NERACA Depok - Sejumlah warga di Kota Depok kesulitan ingin mendapatkan imunisasi difteri…

Perbankan Diminta Realisasikan Targat Satu Juta Rumah

  NERACA   Jakarta - Sejak digulirkannya program satu juta rumah oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), target…

Pemkab Lebak Miliki Aplikasi "Smart City"

Pemkab Lebak Miliki Aplikasi "Smart City" NERACA Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak miliki aplikasi publik berbasis "smart city" guna…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

KABUPATEN TANGERANG - PDAM Targetkan Januari 2018 Pelayanan Pesisir Beroperasi

KABUPATEN TANGERANG PDAM Targetkan Januari 2018 Pelayanan Pesisir Beroperasi NERACA Tangerang - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kerta Raharja…

Presiden Jokowi Direncanakan Kembali Kunjungi Sukabumi - Resmikan Groundbreaking Jalur Ganda KA Sukabumi-Bogor

Presiden Jokowi Direncanakan Kembali Kunjungi Sukabumi Resmikan Groundbreaking Jalur Ganda KA Sukabumi-Bogor NERACA Sukabumi - Presiden Joko Widodo dikabarkan akan…

Jabar Terus Lakukan Akselerasi Penyerapan ABPD 2017

Jabar Terus Lakukan Akselerasi Penyerapan ABPD 2017 NERACA Bandung - Sekda Provinsi Jawa Barat (Jabar) Iwa Karniwa mengatakan menjelang akhir…