Pergantian CEO RIM BlackBerry

Sabtu, 28/01/2012

Neraca. Research in Motion (RIM), salah satu produsen smartphone terkemuka di dunia, Blackberry, mulai dari tahun lalu hingga saat ini bisa dikatakan sedang mengalami masa-masa yang berat, mulai dari gagalnya produk tablet yaitu BlackBerry Play Book untuk bersaing di pangsa pasar tablet dunia, atau mengenai BlackBerry 10 yang peluncurannya mengalami penundaan. Di Indonesia sendiri, RIM juga mengalami sedikit hambatan, seperti misalnya peluncuran BlackBerry Bellagio yang berakhir ricuh, Filterisasi konten porno, biaya hak pakai telekomunikasi, penempatan server di Indonesia.

RIM pun akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk menurunkan dua CEO-nya saat itu, Jim Balsillie dan Mike Lazaridis dari posisinya, dan digantikan dengan co-COO RIM, Thorsten Heins. Mike Lazaridis berkomentar bahwa keputusan mengangkat Heins sebagai CEO RIM adalah tepat, dia adalah orang yang tepat, di posisi yang tepat, ini menandakan era baru dalam sejarah RIM.

Sementara Jim Balsillie dan Mike Lazaridis sendiri tentu masih memiliki jabatan di RIM, namun mereka tidak akan dilibatkan lagi dalam pengambilan keputusan berkaitan dengan nasib RIM. Lazaridis kini menjadi Wakil Direksi RIM, dan Balsillie menjadi anggota jajaran direksi RIM.

Pergantian CEO RIM itu telah menekan harga saham hingga 75 persen sejak akhir tahun lalu. Sehingga Saham Research in Motion (RIM) Limited, produsen telepon seluler BlackBerry, merosot 8,5 persen menjadi 15,56 dolar Amerika per-lembar.

Penurunan itu terjadi setelah sehari sebelumnya Thorsten Heins ditunjuk menjadi CEO baru menggantikan Mike Lazaridis. Sedikit membahas tentang Heins, Heins bergabung di RIM sejak 2007 dan sebelum bekerja di RIM, dia sudah bekerja di salah satu perusahaan besar dunia, yaitu Siemens.

Para investor meragukan perubahan manajemen dapat memperbaiki kinerja RIM. Manajemen harus membuat keputusan besar untuk tetap menjalankan strategi perusahaan seperti saat ini, atau merangkul para rekanan untuk mendongkrak kinerja RIM. Misalnya menggandeng Amazon atau Samsung, seperti yang dilakukan Nokia dengan merangkul Microsoft.

Manajemen pabrikan ponsel asal Kanada itu sedang berada di persimpangan setelah harga saham mereka merosot 90 persen atau terendah dalam 8 tahun terakhir. Keberadaan RIM tergencet produk Apple, Iphone pada 2007 dan semakin melemah ketika Ipad diluncurkan. Produk tablet RIM, playbook, tidak mampu menyaingi Ipad, sehingga penjualannya lambat.

Mantan Chief Technology Officer di Siemens itu juga telah menyiapkan tiga strategi utama demi perkembangan handset BlackBerry. Misi awal Thorsten yang pertama yakni meningkatkan penjualan seri perangkat OS BlackBerry 7 berlayar sentuh. Kemudian, menjanjikan adanya upgrade software untuk tablet PC BlackBerry PlayBook, Februari mendatang. Yang terakhir, Thorsten memastikan akan mendorong tim RIM untuk meluncurkan smartphone OS BlackBerry 10 di tahun ini.

Keputusan CEO baru RIM, Thorsten Heins untuk jalan sendiri dan fokus pada strategi perusahaan selama ini, harus didukung dengan ahli pemasaran. Atau RIM harus menjual lisensi software-nya, meski langkah itu dinilai tidak fokus pada inti bisnisnya.

.