Analis : IHSG Bakal Cetak Rekor Baru 6000 - Banyak Sentimen Positif

NERACA

Jakarta – Tren penguatan terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) diyakini bakal membawa rekor baru indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) ke level.6000. Tengok saja mengakhiri perdagangan saham Senin (9/10) awal pekan kemarin, indeks BEI ditutup menguat 9,55 poin atau 0,16% menjadi 5.914,93 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 1,27 poin (0,12%) menjadi 985,94 poin.”IHSG melanjutkan penguatan di tengah sentimen dari dalam negeri yang cukup kondusif serta pergerakan bursa saham di kawasan Asia yang positif," kata analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada di Jakarta, Senin (9/10).

Dia mengatakan bahwa cadangan devisa Indonesia yang mengalami peningkatan menjaga kepercayaan pasar terhadap ekonomi nasional dapat tumbuh secara berkesinambungan, kondisi itu menjadi salah satu pemicu investor untuk melakukan aksi beli.”Saham-saham lapis kedua yang menguat dan masuk dalam jajaran 'top gainer' membantu IHSG untuk dapat bergerak positif," katanya.

Bank Indonesia mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia akhir September 2017 sebesar US$ 129,4 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi akhir Agustus 2017 yang sebesar US$ 128,8 miliar. Namun, lanjut dia, investor asing yang kembali melakukan aksi lepas saham menahan laju IHSG lebih tinggi. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia pada Senin (9/10), investor asing kembali mencatatkan jual bersih atau "foreign net sell" di pasar reguler sebesar Rp212,82 miliar.

Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan sebanyak 224.567 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 6,310 miliar lembar saham senilai Rp4,554 triliun. Sebanyak 148 saham naik, 165 saham menurun, dan 131 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan. Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei ditutup naik 62,15 poin (0,30%) ke 20.690,71, indeks Hang Seng melemah 131,45 poin (0,46%) ke 28.326,59, dan Straits Times menguat 0,27 poin (0,01%) ke posisi 3.291,56.

Sebelumnya, analis Recapital Sekuritas, Kiswoyo Adi Joe pernah bilang, pelaku pasar tengah menunggu rilis kinerja emiten untuk menjadi landasan dalam berinvestasi. Kiswoyo memprediksi, emiten berbasis keuangan kembali mencetak kinerja positif.”Ekspektasi kuat kinerja bagus untuk sektor keuangan. IHSG arahnya ke level 6.000, ini sudah semakin dekat,"ujarnya.

Selain itu, rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal III 2017 juga sedang menjadi penantian pelaku pasar. Lagi-lagi, pelaku pasar berekspektasi pertumbuhan ekonomi kuartal III bisa meningkat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya."Pertumbuhan ekonomi kuartal III diekspektasi naik diatas 5,01%, ya diantara 5,05% sampai 5,1%," kata Kiswoyo.

Berbagai sentimen positif ini membuatnya optimis IHSG dapat mendaki ke level 6.000 sebagai resistance pada pekan ini. Sementara, level support diramalkan berada dalam rentang 5.800-5.850. Di sisi lain, analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra mengatakan, penantian terhadap laporan keuangan emiten kuartal III akan membuat pelaku pasar berhati-hati dan menunggu (wait and see) dalam melakukan transaksi beli di pasar modal.

BERITA TERKAIT

Mengukir Harapan Baru: Upaya Serius Pemerintah Membangun Papua

  Oleh : Indah Rahmawati Salam, Mahasiswi IAIN Kendari   Harapan masyarakat Papua untuk menjadi lebih baik, lebih bermartabat, dan…

Aksi Profit Taking Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta –Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/11) ditutup melemah sebesar 15,98 poin dipicu koreksi saham-saham sektor…

RATAS 10 BALI BARU

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri belakang) dan Menkopolhukam Wiranto (kiri depan) usai rapat terbatas…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Sertifikasi ISO 27001 - XL Tingkatkan Keamanan Data Pelanggan

NERACA Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil meraih sertifikasi ISO 27001 sebagai standar baku penerapan Information Security…

Investor Saham di Babel Tumbuh Signifikan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Pangkalpinang mencatat, jumlah investor pasar modal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami…

Renuka Targetkan Ekspor Tambang di 2018

Keyakinan membaiknya harga batu bara di tahun depan, menjadi harapan PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) bila pasar batu bara kembali meningkat.…