Holding Migas Ditargetkan Rampung November

NERACA

Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyampaikan bahwa pembentukan holding energi yakni sektor minyak dan gas bumi (migas) serta pertambangan bisa tuntas pada November 2017. Menteri Rini menjelaskan holding migas dan tambang merupakan dua sektor yang diutamakan bisa selesai tahun ini, setelah harmonisasi dengan kementerian terkait dan pembahasan melalui focus group discussion (FGD) internal antarperusahaan.

Menurutnya, proses holding tinggal menunggu penyelesaian administrasi. "Holding sekarang harmonisasi saya harap cepat, tetapi dokumen memakan waktu. Kami harap November selesai semua. Semua tidak ada masalah, hanya administrasi saja," kata Rini, di Jakarta, akhir pekan kemarin. Adapun holding BUMN migas meliputi Pertamina sebagai induk dan Perusahaan Gas Negara (PGN).

Sedangkan holding BUMN tambang terdiri dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sebagai induk, dan beranggotakan perusahaan lainnya, yakni PT Bukit Asam (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk, dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. Rini mengaku telah mempersiapkan Budi Sadikin sebagai Direktur Utama PT Inalum yang akan memimpin holding pertambangan. Inalum akan menjadi induk dari holding BUMN tambang, mengingat 100 persen sahamnya masih dimiliki negara.

Rini menilai pembentukan holding ini akan memperkuat perusahaan-perusahaan BUMN tanpa membebani negara. Menurut dia, meski perusahaan BUMN telah mendapat suntikan modal melalui penyertaan modal negara (PMN), BUMN berhasil membagi dividen kepada negara. "Tiap tahun pun BUMN memberikan dividen pada negara. Tahun 2015, 2016 sampai 2017, secara total dividen yang diberikan pada negara Rp113 triliun. Bila tahun 2018 ditambah, totalnya menjadi Rp160 triliun," kata Rini pula.

Rini menambahkan sinergi yang kuat dari pembentukan holding juga akan menciptakan efisiensi dalam kegiatan operasional dan biaya produksi dapat ditekan. "Kalau sekarang ini, batu bara melakukan penambangan sendiri, investasi sendiri, Antam melakukan hal yang sama. Diharapkan dengan sinergi ini, kita dapat satukan alat-alat berat sehingga 'cost production' kita menurun," katanya pula.

BERITA TERKAIT

OJK Targetkan Rampung di Kuartal Tiga - Regulasi Lembaga Pembiayaan Efek

NERACA Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan aturan mengenai lembaga pembiayaan efek Indonesia akan selesai pada kuartal III tahun…

Penggunaan B20 Bakal Tekan Defisit Neraca Perdagangan Migas - Kebijakan Publik

NERACA Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meyakini penggunaan bahan bakar biodiesel campuran antara minyak solar dan 20…

Pengamat: Waspadai Mafia Migas “Bermain” - LAMANYA PENETAPAN DEFINITIF DIRUT PERTAMINA

Jakarta-Sejak dicopotnya Elia Masa Manik sebagai Direktur Utama Pertamina pada pada 20 April 2018, hingga kini Dirut Pertamina definitif belum…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Inalum Sebut Negosiasi dengan Freeport Belum Selesai

      NERACA   Jakarta - Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) Budi Gunadi Sadikin menyebutkan negosiasi PT…

Pemerintah Minta Pemda Miliki Data RTLH dan Kawasan Kumuh

    NERACA   Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk memiliki data…

Kerap Mogok, LRT Palembang akan Dievaluasi Menyeluruh

    NERACA   Jakarta - Kementerian Perhubungan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional LRT Palembang, Sumsel menyusul kejadian berhenti…