Program Kerja Dishub Kota Sukabumi Mencapai 70 Persen - Hingga Semester Tiga

Program Kerja Dishub Kota Sukabumi Mencapai 70 Persen

Hingga Semester Tiga

NERACA

Sukabumi - Seluruh program pekerjaan yang ada di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi sudah mencapai sekitar 70 persen. Seperti pembangunan pemeliharaan sarana prasarana jalan untuk lalu lintasnya sudah dilaksanakan pemasangan rambu, sedangkan proses pengadaan marka saat ini dalam tahap lelang, sehingga dalam satu bulan kedepan marka tersebut sudah dilaksanakan.

"Sampai semester tiga di tahun ini, khusus saparas (sarana prasarana) jalan sudah melakukan kegiatan serta ada yang proses lelang," ujar Kadishub Kota Sukabumi Abdul Rachman saat ditemui Neraca, Jumat kemarin.

Sementara persentase pekerjaan yang saat ini sedang dilaksanakan rata-rata diatas 50 persen, sehingga target akhir tahun nanti semuanya bisa tuntas. Makanya, kata Abdul, pihaknya terus melakukan pengawasan kelapangan semua jenis pekerjaan yang bernaung dikantornya."Pengawasan ini juga kami libatkan aparat ekseternal, seperti dari kepolisian dan inpektorat. Tujuanya agar kegiatan ini bisa terkawal dengan baik sesuai spek yang diharapkan," katanya.

Bahkan Abdul juga mengaku, semenjak Penerangan Jalan Umum (PJU) diserahkan penangananya baik itu pemeliharaan, pemasangan dan lainya. Kantor yang belum lama ini baru memperingati hari Perhubungan, mampu menekan biaya tagihan listriknya. Dimana waktu itu PJU di Kota sukabumi sempat akan diputus aliran listriknya karena tidak terbayarkan akibat nunggak sekitar tiga bulan dengan total tagihan hampir Rp1 miliar.

"Tapi sekaranag alhamdulillah setelah diserahkan kita, tagihan yang sebesar itu akhirnya bisa kami tekan 50% lebih. Upaya yang kita lakukan diantaranya melakukan evelauasi monitoring kwh ni sasi, mengganti semua bola lampu ke lampu teknologi (led). Dan semseter pertama kita hanya membayar kurang lebih Rp600 juta, dan setiap bulanya kita bayar hanya sekitar Rp250 juta. Kegiatan pelaksnaakn monotoring serta melakukan perubahan terhadap infrastruktur PJU yang kita laksnakan berhasil menekan pembayaran restribusi lebih dari 50% sampai 60%," ucapnya.

Target pekerjaan lainya seperti bebas jalan bolong, pihaknya membuak pengaduan masyarakat 2x24 jam, hal itu dilakukan agar bebas jalan bolong di kota mochi tersebut terpenuhi. Karena ada petugas yang langsung menanganinya langsung ketika ada aduan dari masyarakat masuk."Kita membuat sistem pengaduan masyarakat baik secara online mapun offline. Jadi kalau masyarakat yang mengadu bisa langsung leat online yang langsung buka situs Dishub Kota sukabumi. Setelah aduan itu masuk, kami pilah bidang mana yang menanganinya, misalkan tentang PJU, nanti petugas kami langsung laporkan ke bagian yang membidanginya langsung, sehingga bisa ditanggapi langsung. sistem pengaduan ini bukan hanya jalan bolong saja, melainkan menyangkut semua pekerjaan yang ada di Dishub Kota Sukabumi," bebernya.

Berkaitan dengan penyerapan anggaran, abdul menungkapkan, sampai September sudah ada dia angka 60% sampai 70%, kalau untuk biaya rutin itu sudah terserap."Ya mudah-mudahan di akhir tahun nanti semua penyerapan anggaran yang ada di kantor kami semuanya bisa 100%. yang jelas saat ini kita bekerja sesuai target yang harus dicapai," ujarnya.

Disisi lain, selain menjadi langanan mendapatkan penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) setiap tahunya, Dishub juga mendapatkan Mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008 dari PT. Tirta Murni Sertifikasi selaku lembaga setifikasi ISO dan usaha pariwisata. Dimana sertifikat tersebut diberikan langsung kepada Walikota Sukabumi M. Muraz saat pelaksanaan hari perhubungan nasional tingkat Kota Sukabumi bulan lalu.

"Sertifikat yang diberikan tim penilai tersebut, berati pelayanan kita sudah sesaui dengan yang diharapkan dan sudah ditetapkan mempunyai standar nasional. Yang jelas dalam memberikan pelayan kita selalu tranparan dan sesuai dengan mekanisme yang ada. Ya, ini buktinya kita mendapatkan sertifikat ISO," pungkasnya. Arya

BERITA TERKAIT

PT KAI Patok Kupon Obligasi Hingga 8,25%

PT Kerata Api Indonesia (Persero) menetapkan kupon obligasi I tahun 2017 sebesar 7,75%  per tahun untuk seri A tenor 5 tahun…

Tiga Rekomendasi Untuk Penataan Ulang Regulasi Indonesia

Oleh: Maria Rosari Para pakar hukum tata negara dalam Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara mencatat setidaknya terdapat lebih dari 62.000…

Walikota Sukabumi Minta CSR Disalurkan pada Empat Bidang

Walikota Sukabumi Minta CSR Disalurkan pada Empat Bidang NERACA Sukabumi - Walikota Sukabumi M. Muraz meminta agar program Corporate Social…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

50 Anggota BPSK Berbagai Daerah Ikuti Bimtek Dasar

50 Anggota BPSK Berbagai Daerah Ikuti Bimtek Dasar NERACA Jakarta - Sebanyak 50 orang anggota Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK)…

Pemprov Sumsel Kaji Potensi PAD 2018

Pemprov Sumsel Kaji Potensi PAD 2018 NERACA Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) melalui dinas terkait melakukan kajian…

Pemkot Bandung Pastikan Ketersediaan Pangan Aman

Pemkot Bandung Pastikan Ketersediaan Pangan Aman NERACA Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan ketersediaan pangan hingga akhir periode tahun…