Memelihara Pertumbuhan Perusahaan

Oleh: Fauzi Aziz

Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri

Dampak dari praktik mekanisme pasar, dan iklim persaingan yang makin ketat memberikan satu penegasan bahwa perusahaan harus mampu bereaksi dan respons terhadap perubahan-perubahan eksternal. Di saat yang sama, perusahaan harus secara aktif menciptakan sumber-sumber keunggulan baru atas produk dan jasa yang dihasilkan.

Pada tingkat real business, pertumbuhan perusahaan yang mengelola berbagai kegiatan bisnis di berbagai sektor, secara internal dipengaruhi oleh kebijakan perusahaan, dan secara eksternal dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Kedua kebijakan tersebut penting sebagai wahana untuk mengembangkan perekonomian suatu bangsa.

Pendek kata, pertumbuhan ekonomi dan bisnis pada dasarnya hanya bisa di-drive oleh adanya berbagai perusahaan yang menghasilkan produk maupun jasa yang memiliki keunggulan kompetitif di pasar yang persaingannya bersifat terbuka, baik di pasar dalam negeri maupun ekspor.

Menembus pasar global adalah keniscayaan. Membangun kualitas dan inovasi ke dalam produk jasa adalah merupakan kebutuhan dasar bagi setiap perusahaan untuk bisa terus tumbuh dalam satu siklus bisnis yang bersifat dinamis. Pertumbuhan perusahaan hakikatnya digerakkan oleh satu kondisi dimana manajemen mampu melakukan tindakan yang bersifat strategis, taktis dan operasional dalam hal pemilihan pasar, bagaimana cara memasuki pasar, termasuk bagaimana "mendobrak" ke dalam pasar yang diblokir karena berbagai alasan, membangun pangsa pasarnya, dan yang paling berat adalah tindakan manajemen untuk mempertahankan kedudukan kepemimpinannya terhadap serangan-serangan para pesaing.

Oleh sebab itu, China sebagai negara adi daya ekonomi di dunia dewasa ini membangun sebuah falsafah ekonomi dan bisnis dengan istilah berenang atau tenggelam. Cukup beralasan dan masuk akal pandangan tersebut disampaikan karena ekosistem ekonomi dan bisnisnya menuntut setiap perusahaan yang hendak tumbuh sebagai kekuatan global posturnya harus kompetitif.

Menu harian bagi setiap perusahaan yang akan terus bertumbuh dalam lingkungan yang keras antara lain adalah tiada henti melakukan riset pasar, mengembangkan pola pikir dan pola tindak dalam keseharian untuk mempertahankan agar biaya produksi tetap efisien (pengelolaan disisi input dan proses menjadi perhatian utama), perancangan dan perekayasaan secara terus menerus, yang semuanya itu dilaksanakan untuk mendukung program pengurangan biaya.

Jadi pada tataran at company level, pertumbuhan perusahaan harus merumuskan kompetensi intinya sebagai satu langkah strategis, taktis dan operasional yang memberikan potensi ke berbagai jenis pasar, dan memberi kontribusi penting ke pelanggan yang merasa diuntungkan dari produk akhir yang dihasilkan, dan sulit bagi para pesaing untuk meniru. Perusahaan yang berhasil membangun kompetensi intinya di pasar tentu makin meningkatkan nilai portofolio perusahaan.

BERITA TERKAIT

Memupuk Pertumbuhan Kredit

  Oleh: Nailul Huda Peneliti INDEF   Kinerja penyaluran kredit pada April 2018 mengalami perbaikan lebih baik daripada akhir tahun…

Kebijakan “Pre-Emptive” Redam Gejolak Pasar - BANK DUNIA TURUNKAN PROYEKSI PERTUMBUHAN EKONOMI 2018

Jakarta-Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan, kebijakan pre-emptive (menyerang) dengan menaikkan tingkat suku bunga mendahului The Fed ternyata cukup efektif dalam…

Geo Dipa Energi Rencanakan IPO di 2022 - Kejar Pertumbuhan Aset

NERACA Jakarta – Perusahaan energi di bidang panas bumi, PT Geo Dipa Energi (GeoDipa) berniat untuk menjadi perusahaan go public…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Pemudik Kampungan

  Oleh: Firdaus Baderi Wartawan Harian Ekonomi Neraca   Meski klaim pemerintah bahwa angka kecelakaan mudik tahun ini menurun cukup…

OTT Lagi

Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo   Menjelang lebaran lalu KPK kembali melakukan OTT untuk…

THR, Gaji 13 dan APBN - Oleh : Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Masih percaya dengan Menkeu Sri Mulyani yang bolak-balik menyatakan APBN dikelola dengan prudent? Kisah anggaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan…