Menelisik Para Pemodal Kuat Minna Padi - Rencana Akuisisi Muamalat

NERACA

Jakarta – Teka teki siapa pemodal dibalik rencana PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) yang berambisi mengakusisi PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menjadi perhatian pelaku pasar modal. Hal ini sangat beralasan karena aset Bank Muamalat lebih besar dibandingkan aset PADI. Meskipun manajemen PADI menegaskan, aksi korporasi ini bersumber dari pemegang saham. Terayar, komisaris PT Minna Padi InvestamaSekuritas Tbk (PADI), Eveline Listijosuputro melakukan penambahan kepemilikan saham di perusahaan tersebut.

Sebelumnya, Eveline menggenggam saham sebanyak 1,33 miliar saham atau setara dengan 11,74% saham PADI. Namun pada tanggal 29 September 2017 dirinya melakukan jual beli saham, dimana dirinya menjual 1,84 juta saham di harga Rp 1.520 per saham dan melakukan pembelian 12,57 juta saham di rentang harga pembelian Rp 288 – Rp529 per saham.”Tujuan transaksi penjualan dan pembelian kembali saham, serta berakhirnya perjanjian penjualan dan pembelian kembali saham,” ujar Marthaa Susanti, Direktur PADI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dengan transaksi tersebut, komisaris PADI tersebut saat ini mengempit 1,34 miliar saham atau setara 11,83% dengan status kepemilikan saham merupakan kepemilikan langsung. Eveline juga telah melaporkan perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka kepada OJK sesuai dengan pasal 2 ayat 2 peraturan OJK no 11/POJK.04/2017 mengenai laporan kepemilikan atas setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.

Sebagaimana diketahui, PT Minna Padi lnvestama Sekuritas Tbk menandatangani perjanjian pengambilan saham dalam PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, dimana perseroan akan bertindak sebagai pembeli siaga dalam rangka Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Direktur Utama PADI, Djoko Julianto mengungkapkan, Bank Muamalat Indonesia berencana untuk mengeluarkan saham baru melalui HMETD, maka perseroan bermaksud untuk menjadi pemegang saham dengan cara bertindak sebagai pembeli siaga dalam aksi korporasi tersebut.”Nilai transaksi adalah senilai Rp4,50 triliun dan jumlah saham yang akan dimiliki PADI, sekurang-kurangnya 51% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor PT Bank Muamalat Indonesia Tbk," ujarnya.

Hingga saat ini, transaksi masih dalam proses untuk dilaksanakan sesuai dengan isi dari perjanjian.”Kami akan terlebih dahulu meminta persetujuan pemegang saham atas transaksi ini dan akan memenuhi seluruh persyaratan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegasnya. Beredar rumor bila PADI bakal mengakuisisi PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, sehingga cukup mengerek harga saham PADI melesat tajam hingga 141,42% dari harga Rp408 menjadi Rp985. Merespon pertumbuhan harga saham, direksi mengklaim hal ini tak terkait isu akuisisi. Perseroan menjelaskan, kenaikan harga ini tidak ada hubungannya dengan isu akuisisi yang akan dilakukan oleh perseroan, melainkan karena respon pasar atas pendapatan perseroan yang meningkat tajam.”Harga naik kemungkinan karena laporan keuangan Juni yang naik signifikan, melebihi pemdapatan full year tahun lalu jadi pasar merespon positif,”kata Djoko.

BERITA TERKAIT

Anabatic Incar Akuisisi Tiga Perusahaan - Siapkan Capex Lebih Rp 100 Miliar

NERACA Jakarta - PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) menganggarakan belanja modal (capex) lebih dari Rp 100 miliar untuk ekspansi bisnis…

YLKI & DPR: Beban Ekonomi Kian Tinggi - RENCANA PLN MENGHAPUS GOLONGAN LISTRIK

Jakarta-Yayasan Lembaga Konsumen (YLKI) dan anggota DPR khawatir khawatir jika penghapusan golongan nonsubsidi 1.300, 2.200 VA, dan 3.300 VA menjadi…

Barito Pacific Targetkan Rampung di 2018 - Akuisisi 66,66% Star Energy Group

NERACA Jakarta - PT Barito Pacific Tbk (BRPT) bakal akuisisi 66,66% saham Star Energy Group Ltd. Perseroan menargetkan proses akuisisi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Danai Akuisisi 49,9% Saham SMRU - TRAM Kantungi Pinjaman Rp 3,13 Triliun

NERACA Jakarta - PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dengan UOB Kay Hian Credit Pte Ltd…

Lagi, Dua Produk Sharp Unggul di ICSA

NERACA Jakarta - Hadir untuk masyarakat Indonesia selama 48 tahun membuat PT Sharp Electronics Indonesia kian mengerti terhadap karakteristik dan…

SMSM Raih Dividen Interim Rp 20,04 Miliar

PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) menerima pendapatan dividen dari anak usaha, PT Prapat Tunggal Cipta. Ini merupakan pembagian dividen kedua…